<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragis, Es di Puncak Gunung Jayawijaya Papua Musnah pada 2025, Ini Penyebabnya</title><description>Es di puncak Gunung Jaya Wijaya, Kab. Yahukimo, Papua, diprediksi bakal mencari alias musnah pada 2025 mendatang, menurut BMKG.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/25/56/2567604/tragis-es-di-puncak-gunung-jayawijaya-papua-musnah-pada-2025-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/25/56/2567604/tragis-es-di-puncak-gunung-jayawijaya-papua-musnah-pada-2025-ini-penyebabnya"/><item><title>Tragis, Es di Puncak Gunung Jayawijaya Papua Musnah pada 2025, Ini Penyebabnya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/25/56/2567604/tragis-es-di-puncak-gunung-jayawijaya-papua-musnah-pada-2025-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/25/56/2567604/tragis-es-di-puncak-gunung-jayawijaya-papua-musnah-pada-2025-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2022 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/25/56/2567604/tragis-es-di-puncak-gunung-jayawijaya-papua-musnah-pada-2025-ini-penyebabnya-hKIzETtZeh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tragis, es di puncak Gunung Jayawijaya Papua musnah pada 2025, ini penyebabnya (Foto: HuffPost)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/25/56/2567604/tragis-es-di-puncak-gunung-jayawijaya-papua-musnah-pada-2025-ini-penyebabnya-hKIzETtZeh.jpeg</image><title>Tragis, es di puncak Gunung Jayawijaya Papua musnah pada 2025, ini penyebabnya (Foto: HuffPost)</title></images><description>JAKARTA - Es di puncak Gunung Jayawijaya, Kab. Yahukimo, Papua, diprediksi bakal mencari alias musnah pada 2025 mendatang, menurut Badan Meteorologi, Klimatolologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pemanasan global dan kenaikan suhu akibat perubahan cuaca ekstrem merupakan penyebabnya.
&quot;Jika pemanasan dan kenaikan suhu terus terjadi dan perubahan iklim tidak bisa dimitigasi, maka pada 2025 diprediksi es sudah punah tidak ada lagi di puncak Jaya Wijaya,&quot; kata Dwikorita dalam keterangannya, dikutip Jumat (25/3/2022).
BACA JUGA:Alquran dan Sains Jelaskan Bumi Berkali-kali Pernah Mengalami Kepunuhan Massal, Selanjutnya Kiamat?
Dwikorita menyampaikan contoh ekstrem dampak pemanasan global, yakni prediksi hilangnya es di puncak Gunung Jaya Wijaya. Puncak Gunung Jayawijaya pada 2020 lalu diketahui memiliki ketebalan es hingga 31,49 meter.
Disebutkan, kini kondisi es di Gunung Jayawijaya hanya tinggal 1 persen dari puncak area Jaya Wijaya yang memiliki luas 200 kilometer persegi, atau saat ini lapisan es hanya ada di sekitar 2 kilometer persegi.
Selain itu, proyeksi iklim di 2030 berdasarkan basis 2006-2016, di 2030 suhu udara akan meningkat 0,5 derajat Celcius dalam kurun waktu 10 tahun dan curah hujan lebih kering 20 persen.
BACA JUGA:Musim Kemarau di Indonesia 2022 Diprediksi Datang Lebih Lambat, Apa Penyebabnya?
Hal ini, dijelaskan Dwikorita Karnawati disebabkan potensi bencana hidrometeorologi semakin meningkat.
&quot;Yang paling mencemaskan dari analisis BMKG, terjadi kenaikan suhu hingga tahun 2100 di seluruh provinsi pulau utama di Indonesia apabila tidak dilakukan mitigasi iklim,&quot; jelasnya.
Ia menyebutkan, dibandingkan zaman pra industri pada 1850, ada peningkatan suhu udara 4 derajat Celcius saat ini. Artinya, peningkatan empat kali lipat sudah terjadi saat ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Es di puncak Gunung Jayawijaya, Kab. Yahukimo, Papua, diprediksi bakal mencari alias musnah pada 2025 mendatang, menurut Badan Meteorologi, Klimatolologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pemanasan global dan kenaikan suhu akibat perubahan cuaca ekstrem merupakan penyebabnya.
&quot;Jika pemanasan dan kenaikan suhu terus terjadi dan perubahan iklim tidak bisa dimitigasi, maka pada 2025 diprediksi es sudah punah tidak ada lagi di puncak Jaya Wijaya,&quot; kata Dwikorita dalam keterangannya, dikutip Jumat (25/3/2022).
BACA JUGA:Alquran dan Sains Jelaskan Bumi Berkali-kali Pernah Mengalami Kepunuhan Massal, Selanjutnya Kiamat?
Dwikorita menyampaikan contoh ekstrem dampak pemanasan global, yakni prediksi hilangnya es di puncak Gunung Jaya Wijaya. Puncak Gunung Jayawijaya pada 2020 lalu diketahui memiliki ketebalan es hingga 31,49 meter.
Disebutkan, kini kondisi es di Gunung Jayawijaya hanya tinggal 1 persen dari puncak area Jaya Wijaya yang memiliki luas 200 kilometer persegi, atau saat ini lapisan es hanya ada di sekitar 2 kilometer persegi.
Selain itu, proyeksi iklim di 2030 berdasarkan basis 2006-2016, di 2030 suhu udara akan meningkat 0,5 derajat Celcius dalam kurun waktu 10 tahun dan curah hujan lebih kering 20 persen.
BACA JUGA:Musim Kemarau di Indonesia 2022 Diprediksi Datang Lebih Lambat, Apa Penyebabnya?
Hal ini, dijelaskan Dwikorita Karnawati disebabkan potensi bencana hidrometeorologi semakin meningkat.
&quot;Yang paling mencemaskan dari analisis BMKG, terjadi kenaikan suhu hingga tahun 2100 di seluruh provinsi pulau utama di Indonesia apabila tidak dilakukan mitigasi iklim,&quot; jelasnya.
Ia menyebutkan, dibandingkan zaman pra industri pada 1850, ada peningkatan suhu udara 4 derajat Celcius saat ini. Artinya, peningkatan empat kali lipat sudah terjadi saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
