<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini 4 Faktor yang Jadikan eSport Olahraga Favorit Anak Muda Indonesia   </title><description>Di awal user atau pemain game sudah disambut dengan kalimat sambutan menyenangkan yang hangat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/19/326/2564443/ini-4-faktor-yang-jadikan-esport-olahraga-favorit-anak-muda-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/19/326/2564443/ini-4-faktor-yang-jadikan-esport-olahraga-favorit-anak-muda-indonesia"/><item><title>Ini 4 Faktor yang Jadikan eSport Olahraga Favorit Anak Muda Indonesia   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/19/326/2564443/ini-4-faktor-yang-jadikan-esport-olahraga-favorit-anak-muda-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/19/326/2564443/ini-4-faktor-yang-jadikan-esport-olahraga-favorit-anak-muda-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 19 Maret 2022 18:35 WIB</pubDate><dc:creator>Pradita Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/19/326/2564443/ini-4-faktor-yang-jadikan-esport-olahraga-favorit-anak-muda-indonesia-0AHvnyPWvb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi eSport. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/19/326/2564443/ini-4-faktor-yang-jadikan-esport-olahraga-favorit-anak-muda-indonesia-0AHvnyPWvb.jpg</image><title>Ilustrasi eSport. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>INDUSTRI eSport memang semakin banyak ditekuni oleh banyak kalangan terutama anak muda. Data menunjukkan, generasi muda Indonesia dengan rentang usia 16 hingga 24 tahun menyukai menonton turnamen eSport dibandingkan menyaksikan turnamen olahraga tradisional pada umumnya.

Lantas, apa saja faktor penyebab yang menjadikan bidang eSport kini lebih diminati anak muda, generasi Z di Indonesia dibandingkan olahraga konvensional?

Berikut empat alasannya, seperti yang dipaparkan Arsya,  Project Manager Yamisok Tech Indo dalam siaran Podcast Aksi Nyata &amp;ldquo;Ini Profesi Seputar eSport x Anak Millenial!&amp;rdquo;,  di kanal Youtube Partai Perindo, Sabtu (19/3/2022).

 
Sambutan hangat
Sejak memulai game, di awal user atau pemain game sudah disambut dengan kalimat sambutan menyenangkan yang hangat. &amp;ldquo;Di awal sudah disambut dengan &amp;lsquo;Selamat datang kepada&amp;hellip;&amp;rsquo;, &amp;ldquo;Ini anak atau pemain merasa disambut dengan baik, dapat sambutan hangat. Mungkin di dunia nyata, sebagian orang tidak mendapatkan itu,&amp;rdquo; ujar Arsya.

 
Achievement
Dalam game online, ada esensi achievement atau pencapaian yang didapat setelah menyelesaikan permainan atau turnamen. &amp;ldquo;Saat anak menyelesaikan game, ada achievement dan compliment yang diterima. Ada kalimat selamat, greeting segala macam. Balik lagi, kadang di real life enggak semua anak mungkin bisa dapatkan,&amp;rdquo; lanjut Arsya.Tidak dihakimi
Tidak ada justifikasi dalam game online ketika pemain atau user  mengalami kegagalan, disebut Arsya juga jadi salah satu point penting.  Alih-alih justifikasi atau penghakiman. &amp;ldquo;Kalau game gagal, kalimat yang  keluar itu &amp;ldquo;Anda dapat mencoba lagi, silakan berlatih lagi,&amp;rdquo; kata Arysa.

Kalimat-kalimat yang membangun ini, dinilai Arsya sebagai faktor kuat  yang membuat anak-anak muda senang bermain game online karena merasa  terapresiasi dengan baik dari awal hingga akhir.

 
Hadiah yang lebih besar
Jika dibandingkan dengan olahraga tradisional, nilai hadiah yang  lebih besar ditawarkan oleh eSport. Sebagai contoh, turnamen Tennis Open  International berhadiah maksimal USD10juta. Sementara untuk game  online, di turnamen The International di Dota 2, nilai hadiah mencapai  USD31juta.

&amp;ldquo;Dari itu saja, menurut saja jadi salah satu point of interest para  gamer. Gue harus achieve ini di dunia internasional. Mungkin di dunia  nyata, enggak bisa. Makanya lari ke eSport,&amp;rdquo; pungkas Arsya.</description><content:encoded>INDUSTRI eSport memang semakin banyak ditekuni oleh banyak kalangan terutama anak muda. Data menunjukkan, generasi muda Indonesia dengan rentang usia 16 hingga 24 tahun menyukai menonton turnamen eSport dibandingkan menyaksikan turnamen olahraga tradisional pada umumnya.

Lantas, apa saja faktor penyebab yang menjadikan bidang eSport kini lebih diminati anak muda, generasi Z di Indonesia dibandingkan olahraga konvensional?

Berikut empat alasannya, seperti yang dipaparkan Arsya,  Project Manager Yamisok Tech Indo dalam siaran Podcast Aksi Nyata &amp;ldquo;Ini Profesi Seputar eSport x Anak Millenial!&amp;rdquo;,  di kanal Youtube Partai Perindo, Sabtu (19/3/2022).

 
Sambutan hangat
Sejak memulai game, di awal user atau pemain game sudah disambut dengan kalimat sambutan menyenangkan yang hangat. &amp;ldquo;Di awal sudah disambut dengan &amp;lsquo;Selamat datang kepada&amp;hellip;&amp;rsquo;, &amp;ldquo;Ini anak atau pemain merasa disambut dengan baik, dapat sambutan hangat. Mungkin di dunia nyata, sebagian orang tidak mendapatkan itu,&amp;rdquo; ujar Arsya.

 
Achievement
Dalam game online, ada esensi achievement atau pencapaian yang didapat setelah menyelesaikan permainan atau turnamen. &amp;ldquo;Saat anak menyelesaikan game, ada achievement dan compliment yang diterima. Ada kalimat selamat, greeting segala macam. Balik lagi, kadang di real life enggak semua anak mungkin bisa dapatkan,&amp;rdquo; lanjut Arsya.Tidak dihakimi
Tidak ada justifikasi dalam game online ketika pemain atau user  mengalami kegagalan, disebut Arsya juga jadi salah satu point penting.  Alih-alih justifikasi atau penghakiman. &amp;ldquo;Kalau game gagal, kalimat yang  keluar itu &amp;ldquo;Anda dapat mencoba lagi, silakan berlatih lagi,&amp;rdquo; kata Arysa.

Kalimat-kalimat yang membangun ini, dinilai Arsya sebagai faktor kuat  yang membuat anak-anak muda senang bermain game online karena merasa  terapresiasi dengan baik dari awal hingga akhir.

 
Hadiah yang lebih besar
Jika dibandingkan dengan olahraga tradisional, nilai hadiah yang  lebih besar ditawarkan oleh eSport. Sebagai contoh, turnamen Tennis Open  International berhadiah maksimal USD10juta. Sementara untuk game  online, di turnamen The International di Dota 2, nilai hadiah mencapai  USD31juta.

&amp;ldquo;Dari itu saja, menurut saja jadi salah satu point of interest para  gamer. Gue harus achieve ini di dunia internasional. Mungkin di dunia  nyata, enggak bisa. Makanya lari ke eSport,&amp;rdquo; pungkas Arsya.</content:encoded></item></channel></rss>
