<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Google Digugat Atas Tuduhan Membajak Jutaan Pesanan Online Restoran</title><description>Google disebut menggunakan taktik &quot;bait-and-switch&quot; untuk memungkinkan penggunanya memesan takeout atau pickup.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/15/54/2562140/google-digugat-atas-tuduhan-membajak-jutaan-pesanan-online-restoran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/15/54/2562140/google-digugat-atas-tuduhan-membajak-jutaan-pesanan-online-restoran"/><item><title>Google Digugat Atas Tuduhan Membajak Jutaan Pesanan Online Restoran</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/15/54/2562140/google-digugat-atas-tuduhan-membajak-jutaan-pesanan-online-restoran</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/15/54/2562140/google-digugat-atas-tuduhan-membajak-jutaan-pesanan-online-restoran</guid><pubDate>Selasa 15 Maret 2022 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/15/54/2562140/google-tersandung-kasus-hukum-dituding-membajak-jutaan-pesanan-online-restoran-8qZ9k1GQY9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Google tersandung kasus hukum, dituding membajak jutaan pesanan online restoran (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/15/54/2562140/google-tersandung-kasus-hukum-dituding-membajak-jutaan-pesanan-online-restoran-8qZ9k1GQY9.jpg</image><title>Google tersandung kasus hukum, dituding membajak jutaan pesanan online restoran (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Google kembali tersandung kasus hukum. Kali ini raksasa teknologi tersebut digugat oleh Left Field Holdings, sebuah perusahaan restoran yang menjalankan waralaba Lime Fresh Mexican Grill.
Seperti dilansir dari Ars Technica, Selasa (15/3/2022), Google dituduh memberikan halaman web tidak sah tanpa persetujuan restoran. Di sini, Google menghadirkan tombol &quot;Pesan Online&quot; secara sepihak.
Jika tombol tersebut diklik oleh pengguna Google, maka akan muncul layanan pengiriman makanan seperti GrubHub, DoorDash, atau Seamless. Padahal restoran sendiri tidak menyediakan layanan itu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Google Digugat 37 Negara Bagian AS, Disebut Lakukan Monopoli&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Google disebut menggunakan taktik &quot;bait-and-switch&quot; untuk memungkinkan penggunanya memesan takeout atau pickup. Dalam gugatan dikatakan bahwa Google telah melakukan tindakan tidak sah dan menipu.
&quot;Google tidak pernah mendapatkan izin dari restoran untuk menjual produk mereka secara online. Google dengan sengaja merancang situs webnya agar terlihat kepada pengguna untuk ditawarkan, disponsori, dan disetujui oleh restoran,&quot; demikian keterangan gugatan tersebut.
Google sendiri telah membantah dan akan membela diri dari gugatan yang dilayangkan. Menurutnya, kehadiran tombol &quot;Pesan Online&quot; justru akan mempermudah pelanggan melakukan pemesanan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Persulit Pengguna Smartphone Temukan Pengaturan Privasi, Google Digugat
&amp;ldquo;Tujuan kami adalah menghubungkan pelanggan dengan restoran tempat mereka ingin memesan makanan dan mempermudah mereka melakukannya melalui tombol &amp;lsquo;Pesan Online&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kata juru bicara Google, Jos&amp;eacute; Castaneda.
&amp;ldquo;Kami menyediakan alat bagi pedagang untuk menunjukkan apakah mereka mendukung pesanan online atau lebih memilih penyedia tertentu, termasuk situs web pemesanan mereka sendiri. Kami tidak menerima kompensasi apa pun untuk pesanan atau integrasi dengan fitur ini,&quot; tambahnya.Tombol &quot;Pesan Online&quot; pada Google sendiri tampaknya merupakan hasil akuisisi Google yang dikenal sebagai &quot;Aplikasi Pemesanan&quot;, sebuah situs yang awalnya dipasarkan untuk restoran.
Aplikasi Pemesanan adalah platform pemesanan online, diberdayakan oleh Google, dan dirancang khusus untuk restoran guna membantu pelanggan memesan dengan lebih lancar dari Profil Bisnis Google.
Secara fungsi, memang apa yang dilakukan Google akan sangat membantu restoran kalau berjalan dengan baik. Tapi masalahnya adalah kenapa bisa ini terjadi padahal restoran tidak mengizinkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Google kembali tersandung kasus hukum. Kali ini raksasa teknologi tersebut digugat oleh Left Field Holdings, sebuah perusahaan restoran yang menjalankan waralaba Lime Fresh Mexican Grill.
Seperti dilansir dari Ars Technica, Selasa (15/3/2022), Google dituduh memberikan halaman web tidak sah tanpa persetujuan restoran. Di sini, Google menghadirkan tombol &quot;Pesan Online&quot; secara sepihak.
Jika tombol tersebut diklik oleh pengguna Google, maka akan muncul layanan pengiriman makanan seperti GrubHub, DoorDash, atau Seamless. Padahal restoran sendiri tidak menyediakan layanan itu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Google Digugat 37 Negara Bagian AS, Disebut Lakukan Monopoli&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Google disebut menggunakan taktik &quot;bait-and-switch&quot; untuk memungkinkan penggunanya memesan takeout atau pickup. Dalam gugatan dikatakan bahwa Google telah melakukan tindakan tidak sah dan menipu.
&quot;Google tidak pernah mendapatkan izin dari restoran untuk menjual produk mereka secara online. Google dengan sengaja merancang situs webnya agar terlihat kepada pengguna untuk ditawarkan, disponsori, dan disetujui oleh restoran,&quot; demikian keterangan gugatan tersebut.
Google sendiri telah membantah dan akan membela diri dari gugatan yang dilayangkan. Menurutnya, kehadiran tombol &quot;Pesan Online&quot; justru akan mempermudah pelanggan melakukan pemesanan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Persulit Pengguna Smartphone Temukan Pengaturan Privasi, Google Digugat
&amp;ldquo;Tujuan kami adalah menghubungkan pelanggan dengan restoran tempat mereka ingin memesan makanan dan mempermudah mereka melakukannya melalui tombol &amp;lsquo;Pesan Online&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kata juru bicara Google, Jos&amp;eacute; Castaneda.
&amp;ldquo;Kami menyediakan alat bagi pedagang untuk menunjukkan apakah mereka mendukung pesanan online atau lebih memilih penyedia tertentu, termasuk situs web pemesanan mereka sendiri. Kami tidak menerima kompensasi apa pun untuk pesanan atau integrasi dengan fitur ini,&quot; tambahnya.Tombol &quot;Pesan Online&quot; pada Google sendiri tampaknya merupakan hasil akuisisi Google yang dikenal sebagai &quot;Aplikasi Pemesanan&quot;, sebuah situs yang awalnya dipasarkan untuk restoran.
Aplikasi Pemesanan adalah platform pemesanan online, diberdayakan oleh Google, dan dirancang khusus untuk restoran guna membantu pelanggan memesan dengan lebih lancar dari Profil Bisnis Google.
Secara fungsi, memang apa yang dilakukan Google akan sangat membantu restoran kalau berjalan dengan baik. Tapi masalahnya adalah kenapa bisa ini terjadi padahal restoran tidak mengizinkan.</content:encoded></item></channel></rss>
