<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejumlah Fakta Gempa M6,7 Nias, Salah Satunya Terasa hingga Padang</title><description>BMKG melaporkan, gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,9, kemudian diupdate menjadi M6,7, mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/14/56/2561172/sejumlah-fakta-gempa-m6-7-nias-salah-satunya-terasa-hingga-padang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/14/56/2561172/sejumlah-fakta-gempa-m6-7-nias-salah-satunya-terasa-hingga-padang"/><item><title>Sejumlah Fakta Gempa M6,7 Nias, Salah Satunya Terasa hingga Padang</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/14/56/2561172/sejumlah-fakta-gempa-m6-7-nias-salah-satunya-terasa-hingga-padang</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/14/56/2561172/sejumlah-fakta-gempa-m6-7-nias-salah-satunya-terasa-hingga-padang</guid><pubDate>Senin 14 Maret 2022 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/14/56/2561172/sejumlah-fakta-gempa-m6-7-nias-salah-satunya-terasa-hingga-padang-G39xloN2IX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejumlah fakta gempa M6,7 Nias, salah satunya terasa hingga Padang (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/14/56/2561172/sejumlah-fakta-gempa-m6-7-nias-salah-satunya-terasa-hingga-padang-G39xloN2IX.jpg</image><title>Sejumlah fakta gempa M6,7 Nias, salah satunya terasa hingga Padang (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,9, kemudian diupdate menjadi M6,7, mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara.
Gempa ini, berlangsung pada Senin (14/3/2022), pukul 04.09 WIB. BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi terjadinya tsunami.
BACA JUGA:NASA Buka Sampel Material Bulan Setelah Puluhan Tahun Disimpan
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, episenter gempa itu berlokasi di 0.71 Lintang Selatan dan 98.50 Bujur Timur, tepatnya 161 Km di sebelah tenggara Nias Selatan.
Dwikorita menyampaikan, gempa bumi M6,7 di Nias terjadi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
&quot;Dengan memarhatkan lokasi episenter dan kadalaman hiposenternya gempa bumi yang tarjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempengm,&quot; kata Dwikorita dalam siaran persnya.
BACA JUGA:Seorang Detektif Bisa Identifikasi Tentara Rusia Hanya dengan Teknologi Face Recongnition
Hasil analisis mekanisme sumber, sambungnya, menunjukkan bahwa gampa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (trust-fault).
Hingga pukul 06.20 WIB, berkat hasil monitoring BMKG diketahui telah terjadi empat aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M6,0.BMKG juga mengungkapkan, dampak gempa bumi ini dirasakan di daerah Padang, Siberut, Nias Selatan, Gunung Sitoll dengan skala intensitas IV MMI.
Kemudian, dampaknya juga dirasakan di Padang Panjang, Bukttinggi, Pasaman Barat, Tuapejat, Pariaman dengan skala intensitas Ill MMI.
&quot;Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu,&amp;ldquo; ujar Dwikorita.
Selain itu, getaran dirasakan pula di wilayah Dhamasraya, Payakumbuh, Kerinci, Tapanuli Selatan, Pesisir Selatan, Batusangkar, Padang Pariaman, Solok dengan skala intensitas II MM.
&quot;Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,&quot; papar dia.
Atas dasar itu, BMKG mengingatkan agar warga selalu waspada dan berhati-hati, serta tidak termakan informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
&quot;Saran BMKG Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,9, kemudian diupdate menjadi M6,7, mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara.
Gempa ini, berlangsung pada Senin (14/3/2022), pukul 04.09 WIB. BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi terjadinya tsunami.
BACA JUGA:NASA Buka Sampel Material Bulan Setelah Puluhan Tahun Disimpan
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, episenter gempa itu berlokasi di 0.71 Lintang Selatan dan 98.50 Bujur Timur, tepatnya 161 Km di sebelah tenggara Nias Selatan.
Dwikorita menyampaikan, gempa bumi M6,7 di Nias terjadi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
&quot;Dengan memarhatkan lokasi episenter dan kadalaman hiposenternya gempa bumi yang tarjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempengm,&quot; kata Dwikorita dalam siaran persnya.
BACA JUGA:Seorang Detektif Bisa Identifikasi Tentara Rusia Hanya dengan Teknologi Face Recongnition
Hasil analisis mekanisme sumber, sambungnya, menunjukkan bahwa gampa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (trust-fault).
Hingga pukul 06.20 WIB, berkat hasil monitoring BMKG diketahui telah terjadi empat aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M6,0.BMKG juga mengungkapkan, dampak gempa bumi ini dirasakan di daerah Padang, Siberut, Nias Selatan, Gunung Sitoll dengan skala intensitas IV MMI.
Kemudian, dampaknya juga dirasakan di Padang Panjang, Bukttinggi, Pasaman Barat, Tuapejat, Pariaman dengan skala intensitas Ill MMI.
&quot;Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu,&amp;ldquo; ujar Dwikorita.
Selain itu, getaran dirasakan pula di wilayah Dhamasraya, Payakumbuh, Kerinci, Tapanuli Selatan, Pesisir Selatan, Batusangkar, Padang Pariaman, Solok dengan skala intensitas II MM.
&quot;Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,&quot; papar dia.
Atas dasar itu, BMKG mengingatkan agar warga selalu waspada dan berhati-hati, serta tidak termakan informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
&quot;Saran BMKG Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
