<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>YouTube Blokir Media Rusia Secara Global, Ini Alasannya!</title><description>Dampak perang Rusia dan Ukraina meluas ke platform media sosial. YouTube mengeluarkan kebijakan</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/13/54/2560848/youtube-blokir-media-rusia-secara-global-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/13/54/2560848/youtube-blokir-media-rusia-secara-global-ini-alasannya"/><item><title>YouTube Blokir Media Rusia Secara Global, Ini Alasannya!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/13/54/2560848/youtube-blokir-media-rusia-secara-global-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/13/54/2560848/youtube-blokir-media-rusia-secara-global-ini-alasannya</guid><pubDate>Minggu 13 Maret 2022 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/13/54/2560848/youtube-blokir-media-rusia-secara-global-ini-alasannya-ujokeDZBIw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">YouTube blokir media Rusia (Foto: Theprint)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/13/54/2560848/youtube-blokir-media-rusia-secara-global-ini-alasannya-ujokeDZBIw.jpg</image><title>YouTube blokir media Rusia (Foto: Theprint)</title></images><description>DAMPAK perang Rusia dan Ukraina meluas ke platform media sosial. YouTube mengeluarkan kebijakan terbaru untuk media yang berkaitan dengan Rusia.&amp;nbsp;
Dikutip Antara, YouTube memperluas blokir terhadap media yang disponsori negara Rusia secara global, kanal tersebut tidak bisa dibuka dari mana pun.

Juru bicara YouTube, Farshad Shadloo mengatakan pemblokiran media Rusia ini sesuai dengan kebijakan platform tersebut tentang aksi kekerasan, dikutip dari Reuters, Sabtu.
YouTube sebelumnya hanya memblokir kanal media Rusia yang didanai negara, antara lain RT dan Sputnik, untuk wilayah Eropa.
Platform video tersebut tidak menjelaskan berapa banyak kanal yang diblokir secara global dan apakah kanal-kanal tersebut akan dipulihkan suatu hari nanti.
BACA JUGA :&amp;nbsp;YouTube dan Google Sempat Error, Warganet: Lemot, Banyak Kerjaan Terbengkalai
BACA JUGA :&amp;nbsp;YouTube Hadirkan Fitur Baru &quot;Live Ring&quot;, Tiru Gaya TikTok
Kebijakan YouTube mengizinkan sebuah kanal diblokir jika berkali-kali melanggar aturan atau melakukan sebuah pelanggaran berat.
Para pekerja Google mendesak YouTube mengambil langkah tambahan terhadap kanal-kanal Rusia karena menyebarkan narasi palsu tentang Ukraina dan korban sipil akibat perang.
</description><content:encoded>DAMPAK perang Rusia dan Ukraina meluas ke platform media sosial. YouTube mengeluarkan kebijakan terbaru untuk media yang berkaitan dengan Rusia.&amp;nbsp;
Dikutip Antara, YouTube memperluas blokir terhadap media yang disponsori negara Rusia secara global, kanal tersebut tidak bisa dibuka dari mana pun.

Juru bicara YouTube, Farshad Shadloo mengatakan pemblokiran media Rusia ini sesuai dengan kebijakan platform tersebut tentang aksi kekerasan, dikutip dari Reuters, Sabtu.
YouTube sebelumnya hanya memblokir kanal media Rusia yang didanai negara, antara lain RT dan Sputnik, untuk wilayah Eropa.
Platform video tersebut tidak menjelaskan berapa banyak kanal yang diblokir secara global dan apakah kanal-kanal tersebut akan dipulihkan suatu hari nanti.
BACA JUGA :&amp;nbsp;YouTube dan Google Sempat Error, Warganet: Lemot, Banyak Kerjaan Terbengkalai
BACA JUGA :&amp;nbsp;YouTube Hadirkan Fitur Baru &quot;Live Ring&quot;, Tiru Gaya TikTok
Kebijakan YouTube mengizinkan sebuah kanal diblokir jika berkali-kali melanggar aturan atau melakukan sebuah pelanggaran berat.
Para pekerja Google mendesak YouTube mengambil langkah tambahan terhadap kanal-kanal Rusia karena menyebarkan narasi palsu tentang Ukraina dan korban sipil akibat perang.
</content:encoded></item></channel></rss>
