<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Awan Cumulonimbus yang Bisa Timbulkan Puting Beliung</title><description>Mengenal awan Cumulonimbus yang bisa menimbulkan puting beliung cukup penting. Angin kencang terjadi belakangan juga disebabkan olehnya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/09/56/2558707/mengenal-awan-cumulonimbus-yang-bisa-timbulkan-puting-beliung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/09/56/2558707/mengenal-awan-cumulonimbus-yang-bisa-timbulkan-puting-beliung"/><item><title>Mengenal Awan Cumulonimbus yang Bisa Timbulkan Puting Beliung</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/09/56/2558707/mengenal-awan-cumulonimbus-yang-bisa-timbulkan-puting-beliung</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/09/56/2558707/mengenal-awan-cumulonimbus-yang-bisa-timbulkan-puting-beliung</guid><pubDate>Rabu 09 Maret 2022 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/09/56/2558707/mengenal-awan-cumulonimbus-yang-bisa-timbulkan-puting-beliung-j20T99ZuxS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal awan Cumulonimbus yang bisa timbulkan puting beliung (Foto: SciJinks)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/09/56/2558707/mengenal-awan-cumulonimbus-yang-bisa-timbulkan-puting-beliung-j20T99ZuxS.jpg</image><title>Mengenal awan Cumulonimbus yang bisa timbulkan puting beliung (Foto: SciJinks)</title></images><description>JAKARTA - Mengenal awan Cumulonimbus (Cb) yang bisa menimbulkan puting beliung cukup penting. Angin kencang terjadi belakangan ini, khususnya di wilayah Jabodetabek, juga disebabkan olehnya.
Dirangkum dari berbagai sumber, apa itu awan Cumulonimbus yang dapat menimbulkan puting beliung dan menjadi penyebab angin kencang di Jabodetabek? Selengkapnya, berikut ini.
Awan Cumulonimbus muncul karena adanya sirkulasi konventif daerah arus udara ke atas dan arus udara ke bawah. Awan konvektif jenbis Cb ini, disebabkan pemanasan permukaan oleh radiasi Matahari.
BACA JUGA:Alquran dan Sains, Ungkap Fakta Menakjubkan Laut Merah dan Laut Mati
Cumulonimbus sendiri merupakan awan yang sangat tinggi dan besar dengan petir dan hujan lebat yang disertai angin. Awan ini, menciptakan petir melalui jantung awan, terkadang memiliki pusaran dan turbulensi udara kuat.
Oleh karenanya, beberapa pesawat tempur dan komersial pernah menjadi korban. Awan ini, berbentuk seperti menara dan berwarna hitam gelap.
Terkadang, awan Cumulonimbus memiliki pusaran dan tubulensi yang sangat kuat, ini ditandai dengan kilatan-kilatan petir di inti awan (vortex).
Jika hal itu terjadi, bisa bikin pesawat yang terjebak dan terhisap hancur berkeping-keping atau dihempaskan dengan kuat sehingga sistem kelistrikan pesawat mati.
BACA JUGA:Studi: Cuaca Panas dan Lembab Bisa Bunuh Manusia Lebih Cepat
Jadi, apabila radar pesawat atau visual pilot melihat ini akan menghindarnya. Dalam cuaca esktrim di Indonesia, awan ini terbentuk tunggal, tetapi dapat muncul beberapa awan Cumulonimbus dalan satu kelompok awan.
Kumpulan awan Cumulonimbus dalam satu kelompok ini, dapat mengakibatkan hujan petir dengan angin yang kuat, bahkan puting beliung bisa terbentuk.
Atas dasar itu, studi mengenai awan Cb penting di kalangan para ilmuwan cuaca ataupun penerbangan. Sebab, selain menghasilkan hujan intensitas lebat, guruh dan kilat, awan jenis ini dapat menyebabkan icing pada mesin pesawat. (amj)</description><content:encoded>JAKARTA - Mengenal awan Cumulonimbus (Cb) yang bisa menimbulkan puting beliung cukup penting. Angin kencang terjadi belakangan ini, khususnya di wilayah Jabodetabek, juga disebabkan olehnya.
Dirangkum dari berbagai sumber, apa itu awan Cumulonimbus yang dapat menimbulkan puting beliung dan menjadi penyebab angin kencang di Jabodetabek? Selengkapnya, berikut ini.
Awan Cumulonimbus muncul karena adanya sirkulasi konventif daerah arus udara ke atas dan arus udara ke bawah. Awan konvektif jenbis Cb ini, disebabkan pemanasan permukaan oleh radiasi Matahari.
BACA JUGA:Alquran dan Sains, Ungkap Fakta Menakjubkan Laut Merah dan Laut Mati
Cumulonimbus sendiri merupakan awan yang sangat tinggi dan besar dengan petir dan hujan lebat yang disertai angin. Awan ini, menciptakan petir melalui jantung awan, terkadang memiliki pusaran dan turbulensi udara kuat.
Oleh karenanya, beberapa pesawat tempur dan komersial pernah menjadi korban. Awan ini, berbentuk seperti menara dan berwarna hitam gelap.
Terkadang, awan Cumulonimbus memiliki pusaran dan tubulensi yang sangat kuat, ini ditandai dengan kilatan-kilatan petir di inti awan (vortex).
Jika hal itu terjadi, bisa bikin pesawat yang terjebak dan terhisap hancur berkeping-keping atau dihempaskan dengan kuat sehingga sistem kelistrikan pesawat mati.
BACA JUGA:Studi: Cuaca Panas dan Lembab Bisa Bunuh Manusia Lebih Cepat
Jadi, apabila radar pesawat atau visual pilot melihat ini akan menghindarnya. Dalam cuaca esktrim di Indonesia, awan ini terbentuk tunggal, tetapi dapat muncul beberapa awan Cumulonimbus dalan satu kelompok awan.
Kumpulan awan Cumulonimbus dalam satu kelompok ini, dapat mengakibatkan hujan petir dengan angin yang kuat, bahkan puting beliung bisa terbentuk.
Atas dasar itu, studi mengenai awan Cb penting di kalangan para ilmuwan cuaca ataupun penerbangan. Sebab, selain menghasilkan hujan intensitas lebat, guruh dan kilat, awan jenis ini dapat menyebabkan icing pada mesin pesawat. (amj)</content:encoded></item></channel></rss>
