<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Ungkap Bahaya Metaverse, Bermuatan Seksual hingga Ancaman Pemerkosaan Anak</title><description>Bahaya di Metaverse kembali ditemukan. Lagi-lagi terkait tindakan pelecehan seksual, bahkan gadis 13 tahun mendapatkan ancaman pemerkosaan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/25/57/2553217/peneliti-ungkap-bahaya-metaverse-bermuatan-seksual-hingga-ancaman-pemerkosaan-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/25/57/2553217/peneliti-ungkap-bahaya-metaverse-bermuatan-seksual-hingga-ancaman-pemerkosaan-anak"/><item><title>Peneliti Ungkap Bahaya Metaverse, Bermuatan Seksual hingga Ancaman Pemerkosaan Anak</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/25/57/2553217/peneliti-ungkap-bahaya-metaverse-bermuatan-seksual-hingga-ancaman-pemerkosaan-anak</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/25/57/2553217/peneliti-ungkap-bahaya-metaverse-bermuatan-seksual-hingga-ancaman-pemerkosaan-anak</guid><pubDate>Jum'at 25 Februari 2022 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/25/57/2553217/peneliti-ungkap-bahaya-metaverse-bermuatan-seksual-hingga-ancaman-pemerkosaan-anak-sWDF7rEa7h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peneliti ungkap bahaya Metaverse, bermuatan seksual hingga ancaman pemerkosaan anak (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/25/57/2553217/peneliti-ungkap-bahaya-metaverse-bermuatan-seksual-hingga-ancaman-pemerkosaan-anak-sWDF7rEa7h.jpg</image><title>Peneliti ungkap bahaya Metaverse, bermuatan seksual hingga ancaman pemerkosaan anak (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bahaya di Metaverse kembali ditemukan. Lagi-lagi terkait tindakan pelecehan seksual, bahkan gadis 13 tahun mendapatkan ancaman pemerkosaan.
Dilansir dari BBC, Jumat (25/2/2022), temuan ini didapati oleh peneliti dari BBC News yang menyamar sebagai gadis 13 tahun dan mendapat ancaman pemerkosaan dari pria dewasa.
Dalam laporannya, peneliti menyebut di Metaverse banyak materi seksual, penghinaan sarat akan rasisme, serta ancaman pemerkosaan.
BACA JUGA:3 Avatar Pria Lecehkan Perempuan di Metaverse Facebook
Temuan ini, dibenarkan oleh Andy Burrows dari National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPC), sebuah badan perlindungan anak.
Burrows menyatakan bahwa dunia Metaverse merupakan suatu kombinasi risiko yang beracun. Yang mana secara desain, Metaverse telah gagal melindungi penggunanya.
&amp;ldquo;Sangat luar biasa, anak-anak dihadapkan pada pengalaman yang sama sekali tidak pantas. Benar-benar sangat berbahaya,&quot; kata Burrows.
&amp;ldquo;Ini adalah produk yang berbahaya secara desain, karena kelalaian terus saja terjadi. Para pengembang Metaverse hanya belajar sedikit dari kesalahan. Kami melihat Metaverse diluncurkan tanpa mempertimbangkan keamanan pengguna,&amp;rdquo; tambahnya.
BACA JUGA:Bocoran Proyek AI Terbaru Meta dari Mark Zuckerberg untuk Metaverse
Metaverse sendiri, merupakan ruang digital yang dihadirkan untuk memperkaya pengalaman bermain game, dan bisa diakses menggunakan headset virtual reality (VR).
Namun, sekarang ini Metaverse telah mengalami inovasi yang lebih luas, tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga bisa untuk gelaran konser atau hiburan lainnya.
Metaverse terus dikampanyekan oleh Facebook. Selain tengah mengembangkan headset VR, raksasa teknologi besutan Mark Zuckerberg tersebut juga mengklaim terus meningkatkan keamanan di sana.
Zuckerberg berpikir, Metaverse bisa menjadi masa depan internet, oleha karenanya Metaverse perlu terus dikembangkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bahaya di Metaverse kembali ditemukan. Lagi-lagi terkait tindakan pelecehan seksual, bahkan gadis 13 tahun mendapatkan ancaman pemerkosaan.
Dilansir dari BBC, Jumat (25/2/2022), temuan ini didapati oleh peneliti dari BBC News yang menyamar sebagai gadis 13 tahun dan mendapat ancaman pemerkosaan dari pria dewasa.
Dalam laporannya, peneliti menyebut di Metaverse banyak materi seksual, penghinaan sarat akan rasisme, serta ancaman pemerkosaan.
BACA JUGA:3 Avatar Pria Lecehkan Perempuan di Metaverse Facebook
Temuan ini, dibenarkan oleh Andy Burrows dari National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPC), sebuah badan perlindungan anak.
Burrows menyatakan bahwa dunia Metaverse merupakan suatu kombinasi risiko yang beracun. Yang mana secara desain, Metaverse telah gagal melindungi penggunanya.
&amp;ldquo;Sangat luar biasa, anak-anak dihadapkan pada pengalaman yang sama sekali tidak pantas. Benar-benar sangat berbahaya,&quot; kata Burrows.
&amp;ldquo;Ini adalah produk yang berbahaya secara desain, karena kelalaian terus saja terjadi. Para pengembang Metaverse hanya belajar sedikit dari kesalahan. Kami melihat Metaverse diluncurkan tanpa mempertimbangkan keamanan pengguna,&amp;rdquo; tambahnya.
BACA JUGA:Bocoran Proyek AI Terbaru Meta dari Mark Zuckerberg untuk Metaverse
Metaverse sendiri, merupakan ruang digital yang dihadirkan untuk memperkaya pengalaman bermain game, dan bisa diakses menggunakan headset virtual reality (VR).
Namun, sekarang ini Metaverse telah mengalami inovasi yang lebih luas, tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga bisa untuk gelaran konser atau hiburan lainnya.
Metaverse terus dikampanyekan oleh Facebook. Selain tengah mengembangkan headset VR, raksasa teknologi besutan Mark Zuckerberg tersebut juga mengklaim terus meningkatkan keamanan di sana.
Zuckerberg berpikir, Metaverse bisa menjadi masa depan internet, oleha karenanya Metaverse perlu terus dikembangkan.</content:encoded></item></channel></rss>
