<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA untuk Pertama Kalinya Potret Kondisi Venus, Paling Jelas</title><description>Sangat sedikit pengetahuan tentang mengapa Venus menjadi planet yang tidak ramah, namun kini para ilmuwan sepertinya punya harapan baru.
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/22/56/2551296/nasa-untuk-pertama-kalinya-potret-kondisi-venus-paling-jelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/22/56/2551296/nasa-untuk-pertama-kalinya-potret-kondisi-venus-paling-jelas"/><item><title>NASA untuk Pertama Kalinya Potret Kondisi Venus, Paling Jelas</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/22/56/2551296/nasa-untuk-pertama-kalinya-potret-kondisi-venus-paling-jelas</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/22/56/2551296/nasa-untuk-pertama-kalinya-potret-kondisi-venus-paling-jelas</guid><pubDate>Selasa 22 Februari 2022 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/22/56/2551296/nasa-untuk-pertama-kalinya-potret-kondisi-venus-paling-jelas-dthCgPEroB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">NASA untuk pertama kalinya potret kondisi Venus, paling jelas (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/22/56/2551296/nasa-untuk-pertama-kalinya-potret-kondisi-venus-paling-jelas-dthCgPEroB.jpg</image><title>NASA untuk pertama kalinya potret kondisi Venus, paling jelas (Foto: NASA)</title></images><description>JAKARTA - Sangat sedikit pengetahuan tentang mengapa Venus menjadi planet yang tidak ramah, namun kini para ilmuwan sepertinya punya harapan untuk menggali lebih jauh.
Disadur dari Daily Mail, Selasa (22/2/2022), pesawat ruang angkasa NASA, Parker Solar Probe, berhasil memotret cahaya dari Venus untuk pertama kalinya.
Cahanya tersebut, mengungkapkan fitur khas sebuah permukaan planet yang terdiri dari daerah benua, daratan, dan dataran tinggi, serta kandungan oksigen yang mengelilingi Venus.
BACA JUGA:Hari Tanpa Bayangan Bikin Cuaca Panas dan Telur Bisa Berdiri, Mitos atau Fakta?
Diketahui, permukaan Venus biasanya tertutup dan sulit untuk diteliti lebih jauh karena diselimuti oleh awan tebal.
&quot;Venus adalah benda paling terang ketiga di langit, tetapi sampai saat ini kami belum memiliki banyak informasi seperti apa permukaannya, karena pandangan kami terhalang oleh atmosfer yang tebal,&quot; kata fisikawan dan pemimpin studi di Naval Research Laboratory, Washington DC, Brian Wood.
BACA JUGA:Hujan Es Masih Akan Terjadi di Indonesia 2 Bulan ke Depan
Tetapi, setelah dua kali melintasi planet ini, Parker Solar Probe menggunakan wide-field imager (WIPR) untuk merekam seluruh permukaan malam Venus, dan mampu menangkap cahaya redup dari planet ini.
Temuan ini, dinilai bisa membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang geologi permukaan Venus, mineral apa yang mungkin ada di sana, dan perihal evolusi planet.</description><content:encoded>JAKARTA - Sangat sedikit pengetahuan tentang mengapa Venus menjadi planet yang tidak ramah, namun kini para ilmuwan sepertinya punya harapan untuk menggali lebih jauh.
Disadur dari Daily Mail, Selasa (22/2/2022), pesawat ruang angkasa NASA, Parker Solar Probe, berhasil memotret cahaya dari Venus untuk pertama kalinya.
Cahanya tersebut, mengungkapkan fitur khas sebuah permukaan planet yang terdiri dari daerah benua, daratan, dan dataran tinggi, serta kandungan oksigen yang mengelilingi Venus.
BACA JUGA:Hari Tanpa Bayangan Bikin Cuaca Panas dan Telur Bisa Berdiri, Mitos atau Fakta?
Diketahui, permukaan Venus biasanya tertutup dan sulit untuk diteliti lebih jauh karena diselimuti oleh awan tebal.
&quot;Venus adalah benda paling terang ketiga di langit, tetapi sampai saat ini kami belum memiliki banyak informasi seperti apa permukaannya, karena pandangan kami terhalang oleh atmosfer yang tebal,&quot; kata fisikawan dan pemimpin studi di Naval Research Laboratory, Washington DC, Brian Wood.
BACA JUGA:Hujan Es Masih Akan Terjadi di Indonesia 2 Bulan ke Depan
Tetapi, setelah dua kali melintasi planet ini, Parker Solar Probe menggunakan wide-field imager (WIPR) untuk merekam seluruh permukaan malam Venus, dan mampu menangkap cahaya redup dari planet ini.
Temuan ini, dinilai bisa membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang geologi permukaan Venus, mineral apa yang mungkin ada di sana, dan perihal evolusi planet.</content:encoded></item></channel></rss>
