<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari, Kapan Terjadi?</title><description>Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga saat tengah hari.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/21/56/2550534/indonesia-alami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-matahari-kapan-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/21/56/2550534/indonesia-alami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-matahari-kapan-terjadi"/><item><title>Indonesia Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari, Kapan Terjadi?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/21/56/2550534/indonesia-alami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-matahari-kapan-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/21/56/2550534/indonesia-alami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-matahari-kapan-terjadi</guid><pubDate>Senin 21 Februari 2022 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/21/56/2550534/indonesia-alami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-matahari-kapan-terjadi-p26hc3BCsA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia alami fenomena hari tanpa bayangan Matahari (Foto: SPACE India)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/21/56/2550534/indonesia-alami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-matahari-kapan-terjadi-p26hc3BCsA.jpg</image><title>Indonesia alami fenomena hari tanpa bayangan Matahari (Foto: SPACE India)</title></images><description>JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan, Matahari berada di atas Indonesia ketika tengah hari pada periode 21 Februari sampai 5 April mendatang.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangeran menjelaskan, Indonesia terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan dibelah oleh garis khatulistiwa.
&quot;Dengan lokasi geografis seperti ini, Matahari akan berada di atas Indonesia ketika tengah hari ada pekan keempat Februari hingga minggu pertama April ini,&quot; kata Andi, dikutip dari keterangan resminya, Senin (21/2/2022).
Andi mengutarakan, hal ini terjadi karena nilai deklinasi Matahari bervariasi antara -11 derajat hingga +6 derajat sejak pekan keempat Februari sampai minggu pertama April.
BACA JUGA:Sejumlah Hal yang Terjadi pada Bumi Jika Manusia Punah
&quot;Deklinasi adalah sudut apit antara lintasan semu harian Matahari dengan proyeksi ekuator Bumi pada bola angit, disebut juga ekuator langit,&quot; ujarnya.
Karena nilai deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia, lanjut dia, maka Matahari bakal berada tepat di atas kepala saat tengah hari.
&quot;Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga saat tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari,&quot; terang dia.
BACA JUGA:Semburan Vulkanik Letusan Gunung Tonga Cetak Rekor, Ketinggiannya Hingga 58 Km
Disebutkan, hari tanpa bayangan Matahri terjadi dua kali setahun untuk kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat).
Sementara, kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalamai hari tanpa bayangan hanya sekali setahun, yakni ketika Solstis Juni (21-22) atau Soltis Desember (21-22).
&quot;Di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepala kita (zenit) ketika tengah hari sepanjang tahun,&quot; tutur Andi.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan, Matahari berada di atas Indonesia ketika tengah hari pada periode 21 Februari sampai 5 April mendatang.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangeran menjelaskan, Indonesia terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan dibelah oleh garis khatulistiwa.
&quot;Dengan lokasi geografis seperti ini, Matahari akan berada di atas Indonesia ketika tengah hari ada pekan keempat Februari hingga minggu pertama April ini,&quot; kata Andi, dikutip dari keterangan resminya, Senin (21/2/2022).
Andi mengutarakan, hal ini terjadi karena nilai deklinasi Matahari bervariasi antara -11 derajat hingga +6 derajat sejak pekan keempat Februari sampai minggu pertama April.
BACA JUGA:Sejumlah Hal yang Terjadi pada Bumi Jika Manusia Punah
&quot;Deklinasi adalah sudut apit antara lintasan semu harian Matahari dengan proyeksi ekuator Bumi pada bola angit, disebut juga ekuator langit,&quot; ujarnya.
Karena nilai deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia, lanjut dia, maka Matahari bakal berada tepat di atas kepala saat tengah hari.
&quot;Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga saat tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari,&quot; terang dia.
BACA JUGA:Semburan Vulkanik Letusan Gunung Tonga Cetak Rekor, Ketinggiannya Hingga 58 Km
Disebutkan, hari tanpa bayangan Matahri terjadi dua kali setahun untuk kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat).
Sementara, kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalamai hari tanpa bayangan hanya sekali setahun, yakni ketika Solstis Juni (21-22) atau Soltis Desember (21-22).
&quot;Di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepala kita (zenit) ketika tengah hari sepanjang tahun,&quot; tutur Andi.</content:encoded></item></channel></rss>
