<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Metaverse Diprediksi Bisa Dimanfaatkan untuk Operasi Bedah Masa Depan</title><description>Metaverse pernah digunakan untuk acara pernikahan di India, kini keberadaannya diprediksi bisa dimanfaatkan untuk melakukan operas bedah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/18/56/2549358/metaverse-diprediksi-bisa-dimanfaatkan-untuk-operasi-bedah-masa-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/18/56/2549358/metaverse-diprediksi-bisa-dimanfaatkan-untuk-operasi-bedah-masa-depan"/><item><title>Metaverse Diprediksi Bisa Dimanfaatkan untuk Operasi Bedah Masa Depan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/18/56/2549358/metaverse-diprediksi-bisa-dimanfaatkan-untuk-operasi-bedah-masa-depan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/18/56/2549358/metaverse-diprediksi-bisa-dimanfaatkan-untuk-operasi-bedah-masa-depan</guid><pubDate>Jum'at 18 Februari 2022 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/18/56/2549358/metaverse-diprediksi-bisa-dimanfaatkan-untuk-operasi-bedah-masa-depan-1JD5KOR1Z3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Metaverse diprediksi bisa dimanfaatkan untuk operasi bedah masa depan (Foto: Our Planet)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/18/56/2549358/metaverse-diprediksi-bisa-dimanfaatkan-untuk-operasi-bedah-masa-depan-1JD5KOR1Z3.jpg</image><title>Metaverse diprediksi bisa dimanfaatkan untuk operasi bedah masa depan (Foto: Our Planet)</title></images><description>JAKARTA - Metaverse pernah digunakan untuk acara pernikahan di India, kini keberadaannya diprediksi bisa dimanfaatkan untuk melakukan operas bedah di masa depan.
Hal tersebut, disampaikan oleh Prof. Shafi Ahmed, Chief Medical Officer Medical Realties dan konsultan ahli bedah kolorektal Barts Health NHS Trust.
&quot;Operasi bedah bisa dilakukan melalui avatar dan hologram, dibantu oleh augmented reality (AR) dan virtual reality (VR),&quot; kata Ahmed dalam webinar &quot;How 5G and IoT Tech Will Transform Healthcare&quot;, Kamis (18/2/2022).
Menurut Ahmed, ahli bedah dapat mengandalkan metaverse supaya operasi dapat dilakukan dengan pengalaman 3D sehingga jauh lebih realistis.
BACA JUGA:Pasangan India Pertama yang Menikah di Metaverse, Dihadiri 500 Tamu
Selain itu, dia mengatakan bahwa dengan adanya metaverse, para ahli bedah dapat melakukan kolaborasi dari jarak jauh.
&quot;Setiap ahli bedah dapat mengakses catatan pasien dan melihat umpan satu sama lain saat menjadi avatar di dunia mereka,&quot; ujar Ahmed.
Agar dapat memanfaatkan metaverse untuk operasi bedah, Ahmed mengatakan pentingnya infrastruktur digital yang kuat karena tindakan tersebut membutuhkan bandwidth yang sangat besar.
&quot;Ini adalah teknologi yang membutuhkan bandwidth besar, tetapi sebenarnya dapat didukung oleh 5G dan saya melihat ini jauh lebih realistis,&quot; tutur Ahmed.
BACA JUGA:Mengenal Metaverse, Teknologi untuk Ibadah Haji yang Dinilai Tidak Sah
Ahmed sendiri pernah memimpin operasi pengangkatan tumor di The Royal London Hospital dengan menggunakan teknologi VR.
Tindakan tersebut memungkinkan keseluruhan proses operasi dapat disaksikan dan penonton merasakan seolah-olah mereka berada di ruang operasi.
Dengan teknologi tersebut, Ahmed dapat mengajari para mahasiswa kedokteran di seluruh dunia mengenai prosedur operasi pengangkatan tumor secara real time.
&quot;Ini adalah hal yang menakjubkan di dalam dunia kedokteran. Ada begitu banyak kemampuan teknologi yang memiliki potensi besar untuk bisa dimanfaatkan,&quot; pungkas Ahmed.</description><content:encoded>JAKARTA - Metaverse pernah digunakan untuk acara pernikahan di India, kini keberadaannya diprediksi bisa dimanfaatkan untuk melakukan operas bedah di masa depan.
Hal tersebut, disampaikan oleh Prof. Shafi Ahmed, Chief Medical Officer Medical Realties dan konsultan ahli bedah kolorektal Barts Health NHS Trust.
&quot;Operasi bedah bisa dilakukan melalui avatar dan hologram, dibantu oleh augmented reality (AR) dan virtual reality (VR),&quot; kata Ahmed dalam webinar &quot;How 5G and IoT Tech Will Transform Healthcare&quot;, Kamis (18/2/2022).
Menurut Ahmed, ahli bedah dapat mengandalkan metaverse supaya operasi dapat dilakukan dengan pengalaman 3D sehingga jauh lebih realistis.
BACA JUGA:Pasangan India Pertama yang Menikah di Metaverse, Dihadiri 500 Tamu
Selain itu, dia mengatakan bahwa dengan adanya metaverse, para ahli bedah dapat melakukan kolaborasi dari jarak jauh.
&quot;Setiap ahli bedah dapat mengakses catatan pasien dan melihat umpan satu sama lain saat menjadi avatar di dunia mereka,&quot; ujar Ahmed.
Agar dapat memanfaatkan metaverse untuk operasi bedah, Ahmed mengatakan pentingnya infrastruktur digital yang kuat karena tindakan tersebut membutuhkan bandwidth yang sangat besar.
&quot;Ini adalah teknologi yang membutuhkan bandwidth besar, tetapi sebenarnya dapat didukung oleh 5G dan saya melihat ini jauh lebih realistis,&quot; tutur Ahmed.
BACA JUGA:Mengenal Metaverse, Teknologi untuk Ibadah Haji yang Dinilai Tidak Sah
Ahmed sendiri pernah memimpin operasi pengangkatan tumor di The Royal London Hospital dengan menggunakan teknologi VR.
Tindakan tersebut memungkinkan keseluruhan proses operasi dapat disaksikan dan penonton merasakan seolah-olah mereka berada di ruang operasi.
Dengan teknologi tersebut, Ahmed dapat mengajari para mahasiswa kedokteran di seluruh dunia mengenai prosedur operasi pengangkatan tumor secara real time.
&quot;Ini adalah hal yang menakjubkan di dalam dunia kedokteran. Ada begitu banyak kemampuan teknologi yang memiliki potensi besar untuk bisa dimanfaatkan,&quot; pungkas Ahmed.</content:encoded></item></channel></rss>
