<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Fenomena Rip Current, Diduga Penyebab Tewasnya 11 Orang di Pantai Payangan</title><description>Fenomena Rip Current diduga menjadi penyebab tewasnya 11 orang ketika melakukan ritual di pantai Payangan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/16/56/2548197/mengenal-fenomena-rip-current-diduga-penyebab-tewasnya-11-orang-di-pantai-payangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/16/56/2548197/mengenal-fenomena-rip-current-diduga-penyebab-tewasnya-11-orang-di-pantai-payangan"/><item><title>Mengenal Fenomena Rip Current, Diduga Penyebab Tewasnya 11 Orang di Pantai Payangan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/16/56/2548197/mengenal-fenomena-rip-current-diduga-penyebab-tewasnya-11-orang-di-pantai-payangan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/16/56/2548197/mengenal-fenomena-rip-current-diduga-penyebab-tewasnya-11-orang-di-pantai-payangan</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/16/56/2548197/mengenal-fenomena-rip-current-diduga-penyebab-tewasnya-11-orang-di-pantai-payangan-npgkMiMo2a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal fenomena alam bernama Rip Current (Foto: Foxnews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/16/56/2548197/mengenal-fenomena-rip-current-diduga-penyebab-tewasnya-11-orang-di-pantai-payangan-npgkMiMo2a.jpg</image><title>Mengenal fenomena alam bernama Rip Current (Foto: Foxnews)</title></images><description>JAKARTA - Fenomena Rip Current diduga menjadi penyebab tewasnya 11 orang ketika melakukan ritual di pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Lalu apa sebenarnya fenomena alam bernama Rip Current tersebut? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) punya penjelasannya.
BACA JUGA:Ilmuwan Deteksi Gempa Besar Mampu Picu Tsunami 10.000 Km
Disadur dari situs Pusat Mereorologi Maritim BMKG, Rabu (16/2/2022), Rip Current merupakan arus kuat dari air laut yang bergerak menjauh dari pantai.
&quot;Arus tersebut bahkan dapat menyapu perenang terkuat sekalipun ke laut,&quot; tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BACA JUGA:Virgin Galactic Jual Tiket Wisata Luar Angkasa, Harganya Miliaran Rupiah
RIP Current sendiri, disebabkan karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi.
Dijelaskan bahwa kecepatan arusnya bervariasi tergantung pada kondisi gelombang, pasang surut dan bentuk pantai.
&quot;Rip Current yang telah diukur, kecepatannya dapat melebihi 2 m/detik. Sehingga, tentu saja sangat amat berbahaya bagi pengunjung pantai,&quot; jelas BMKG.</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena Rip Current diduga menjadi penyebab tewasnya 11 orang ketika melakukan ritual di pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Lalu apa sebenarnya fenomena alam bernama Rip Current tersebut? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) punya penjelasannya.
BACA JUGA:Ilmuwan Deteksi Gempa Besar Mampu Picu Tsunami 10.000 Km
Disadur dari situs Pusat Mereorologi Maritim BMKG, Rabu (16/2/2022), Rip Current merupakan arus kuat dari air laut yang bergerak menjauh dari pantai.
&quot;Arus tersebut bahkan dapat menyapu perenang terkuat sekalipun ke laut,&quot; tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BACA JUGA:Virgin Galactic Jual Tiket Wisata Luar Angkasa, Harganya Miliaran Rupiah
RIP Current sendiri, disebabkan karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi.
Dijelaskan bahwa kecepatan arusnya bervariasi tergantung pada kondisi gelombang, pasang surut dan bentuk pantai.
&quot;Rip Current yang telah diukur, kecepatannya dapat melebihi 2 m/detik. Sehingga, tentu saja sangat amat berbahaya bagi pengunjung pantai,&quot; jelas BMKG.</content:encoded></item></channel></rss>
