<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Pemotor Tergelincir Gara-Gara Serangan Serangga Klaper di Jembatan Mojokerto</title><description>Tebalnya klaper di aspal membuat sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh. Bahkan truk kontainer juga selip dan nyaris tergelincir.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/16/53/2547953/7-pemotor-tergelincir-gara-gara-serangan-serangga-klaper-di-jembatan-mojokerto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/16/53/2547953/7-pemotor-tergelincir-gara-gara-serangan-serangga-klaper-di-jembatan-mojokerto"/><item><title>7 Pemotor Tergelincir Gara-Gara Serangan Serangga Klaper di Jembatan Mojokerto</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/16/53/2547953/7-pemotor-tergelincir-gara-gara-serangan-serangga-klaper-di-jembatan-mojokerto</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/16/53/2547953/7-pemotor-tergelincir-gara-gara-serangan-serangga-klaper-di-jembatan-mojokerto</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Sholahudin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/16/53/2547953/7-pemotor-tergelincir-gara-gara-serangan-serangga-klaper-di-jembatan-mojokerto-PcGEp5HZyY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serangan serangga klaper (dok MPI/Sholahudin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/16/53/2547953/7-pemotor-tergelincir-gara-gara-serangan-serangga-klaper-di-jembatan-mojokerto-PcGEp5HZyY.jpg</image><title>Serangan serangga klaper (dok MPI/Sholahudin)</title></images><description>
JUTAAN serangga jenis klaper (jawa) memenuhi jembatan Mojokerto-Surabaya, Selasa (15/2/2022). Serbuan serangga warna putih ini pun membuat pengguna jalan terganggu.


Tebalnya klaper di aspal membuat sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh. Bahkan truk kontainer juga selip dan nyaris tergelincir.

Fenomena alam ini terjadi di wilayah Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto sesaat setelah hujan. Begitu hujan reda, jutaan hewan sejenis laron ini tiba-tiba datang memenuhi akses jalan di atas jembatan penghubung Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo.



Sejumlah relawan Info Seputar Mojosari yang datang ke lokasi langsung melakukan tindakan dengan mngarahkan pengguna jalan untuk berhati-hati. Sebab, roda kendaraan bisa selip dan menimbulkan bahaya.

Untuk menghindari bertambahnya korban, pengendara motor bahkan terpaksa diminta untuk turun dan berjalan kaki.
Informasi yang dihimpun, fenomena alam hewan klaper ini hampir terjadi setiap tahun saat musim hujan. Diduga hewan ini berkembang biak di Sungai Brantas.

Ketua Relawan ISM, Agus Setiawan mengatakan, untuk menghindari korban terjatuh, pihaknya menutup satu arah jembatan dan membersihkan klaper untuk dibakar. Bahkan, petugas pemadam kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto juga dikerahkan ke lokasi untuk penyemprotan jalan.


&quot;Jumlahnya banyak sekali, jutaan. Bahkan ketebalan sampai 5 centimeter. Akibatnya menjali licin dan banyak yang tergelincir. Tadi ada tujuh motor yang jatuh karena selip,&quot; katanya.
</description><content:encoded>
JUTAAN serangga jenis klaper (jawa) memenuhi jembatan Mojokerto-Surabaya, Selasa (15/2/2022). Serbuan serangga warna putih ini pun membuat pengguna jalan terganggu.


Tebalnya klaper di aspal membuat sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh. Bahkan truk kontainer juga selip dan nyaris tergelincir.

Fenomena alam ini terjadi di wilayah Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto sesaat setelah hujan. Begitu hujan reda, jutaan hewan sejenis laron ini tiba-tiba datang memenuhi akses jalan di atas jembatan penghubung Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo.



Sejumlah relawan Info Seputar Mojosari yang datang ke lokasi langsung melakukan tindakan dengan mngarahkan pengguna jalan untuk berhati-hati. Sebab, roda kendaraan bisa selip dan menimbulkan bahaya.

Untuk menghindari bertambahnya korban, pengendara motor bahkan terpaksa diminta untuk turun dan berjalan kaki.
Informasi yang dihimpun, fenomena alam hewan klaper ini hampir terjadi setiap tahun saat musim hujan. Diduga hewan ini berkembang biak di Sungai Brantas.

Ketua Relawan ISM, Agus Setiawan mengatakan, untuk menghindari korban terjatuh, pihaknya menutup satu arah jembatan dan membersihkan klaper untuk dibakar. Bahkan, petugas pemadam kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto juga dikerahkan ke lokasi untuk penyemprotan jalan.


&quot;Jumlahnya banyak sekali, jutaan. Bahkan ketebalan sampai 5 centimeter. Akibatnya menjali licin dan banyak yang tergelincir. Tadi ada tujuh motor yang jatuh karena selip,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
