<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penemuan Spesies Baru Cacing Berkepala Mirip Martil Hebohkan Ilmuwan</title><description>Ilmuwan menemukan spesies baru cacing pipih martil (Humbertium covidum), bentuk kepalanya untik karena gepeng dan seperti martil.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/09/56/2544594/penemuan-spesies-baru-cacing-berkepala-mirip-martil-hebohkan-ilmuwan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/09/56/2544594/penemuan-spesies-baru-cacing-berkepala-mirip-martil-hebohkan-ilmuwan"/><item><title>Penemuan Spesies Baru Cacing Berkepala Mirip Martil Hebohkan Ilmuwan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/09/56/2544594/penemuan-spesies-baru-cacing-berkepala-mirip-martil-hebohkan-ilmuwan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/09/56/2544594/penemuan-spesies-baru-cacing-berkepala-mirip-martil-hebohkan-ilmuwan</guid><pubDate>Rabu 09 Februari 2022 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/09/56/2544594/penemuan-spesies-baru-cacing-berkepala-mirip-martil-hebohkan-ilmuwan-7AHfplFMCn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penemuan spesies baru cacing berkepala pipih mirip martil (Foto: Dok. Pierre Gros)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/09/56/2544594/penemuan-spesies-baru-cacing-berkepala-mirip-martil-hebohkan-ilmuwan-7AHfplFMCn.jpg</image><title>Penemuan spesies baru cacing berkepala pipih mirip martil (Foto: Dok. Pierre Gros)</title></images><description>JAKARTA - Ilmuwan menemukan spesies baru cacing pipih martil (Humbertium covidum), bentuk kepalanya untik karena gepeng dan seperti martil.
Dikutip dari Science Alert, Rabu (9/2/2022), nama covidum diambil karena cacing ini ditemukan saat pandemi COVID-19 melanda dunia, sekaligus penghormatan atas korban meninggal.
&quot;Nama spesifik covidum dipilih sebagai penghormatan kepada korban meninggal di seluruh duni akibat pandemi COVID-19,&quot; kata Parasitolog dari National Museum of Natural History, Prancis, Jean-Lou Justine.
Justine menjelaskan, penelitian yang dilakukan bersama timnya tersebut, sebagian besar digarap selama lockdown berlangsung.

BACA JUGA:Foto Sosok Alien Tiduran di Mars, Bukti Kehidupan Planet Merah?

Dia menyampaikan, cacing pipih martil dikenal juga sebagai genus Bipalum yang merupakan jenis cacing tanah predator dengan kepala khas berbentuk martil.
Spesies ini, hidup di antara tanaman-tanaman dan telah tersebar ke seluruh dunia, banyak dari mereka merupakan spesies pendatang dari Amerika Serikat dan Eropa.
Cacing pipih martil ini, ukurannya termasuk kecil dengan panjang sekitar 3 cm, berwarna hitam metalik tanpa garis atau ornamen lain, dan jarang ditemukan pada cacing pipih.
BACA JUGA:Miliaran Ton Es Greenland Mencair, Bisa Bikin Amerika Serikat Tenggelam
Spesies baru itu, ditemukan di beberapa taman yang ada di Prancis dan Italia, para peneliti pun menggambarkan alat kelamin cacing dengan sangat rinci.
Hal tersebut, merupakan metode penting untuk memberdakan spesies dan subfamili yang berbeda. Diketahui, semua spesies cacing pipuh bersufat hermaprodit, sehingga reproduksinya bisa secara seksual atau asesksual.
Adapun varian lain yang ditemukan, bernama Mayotte (Diversibipalium mayottensis. Yang satu ini, juga memiliki panjang sekitar 3 cm, dan memiliki bintik biru-hijau dengan bagian bawah berwarna cokelat.</description><content:encoded>JAKARTA - Ilmuwan menemukan spesies baru cacing pipih martil (Humbertium covidum), bentuk kepalanya untik karena gepeng dan seperti martil.
Dikutip dari Science Alert, Rabu (9/2/2022), nama covidum diambil karena cacing ini ditemukan saat pandemi COVID-19 melanda dunia, sekaligus penghormatan atas korban meninggal.
&quot;Nama spesifik covidum dipilih sebagai penghormatan kepada korban meninggal di seluruh duni akibat pandemi COVID-19,&quot; kata Parasitolog dari National Museum of Natural History, Prancis, Jean-Lou Justine.
Justine menjelaskan, penelitian yang dilakukan bersama timnya tersebut, sebagian besar digarap selama lockdown berlangsung.

BACA JUGA:Foto Sosok Alien Tiduran di Mars, Bukti Kehidupan Planet Merah?

Dia menyampaikan, cacing pipih martil dikenal juga sebagai genus Bipalum yang merupakan jenis cacing tanah predator dengan kepala khas berbentuk martil.
Spesies ini, hidup di antara tanaman-tanaman dan telah tersebar ke seluruh dunia, banyak dari mereka merupakan spesies pendatang dari Amerika Serikat dan Eropa.
Cacing pipih martil ini, ukurannya termasuk kecil dengan panjang sekitar 3 cm, berwarna hitam metalik tanpa garis atau ornamen lain, dan jarang ditemukan pada cacing pipih.
BACA JUGA:Miliaran Ton Es Greenland Mencair, Bisa Bikin Amerika Serikat Tenggelam
Spesies baru itu, ditemukan di beberapa taman yang ada di Prancis dan Italia, para peneliti pun menggambarkan alat kelamin cacing dengan sangat rinci.
Hal tersebut, merupakan metode penting untuk memberdakan spesies dan subfamili yang berbeda. Diketahui, semua spesies cacing pipuh bersufat hermaprodit, sehingga reproduksinya bisa secara seksual atau asesksual.
Adapun varian lain yang ditemukan, bernama Mayotte (Diversibipalium mayottensis. Yang satu ini, juga memiliki panjang sekitar 3 cm, dan memiliki bintik biru-hijau dengan bagian bawah berwarna cokelat.</content:encoded></item></channel></rss>
