<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Itu Platina Mobil? Yuk Kenali Fungsi dan Cara Kerjanya</title><description>Platina biasa disebut juga sebagai kontak pemutus atau breaker point.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/09/52/2544447/apa-itu-platina-mobil-yuk-kenali-fungsi-dan-cara-kerjanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/09/52/2544447/apa-itu-platina-mobil-yuk-kenali-fungsi-dan-cara-kerjanya"/><item><title>Apa Itu Platina Mobil? Yuk Kenali Fungsi dan Cara Kerjanya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/09/52/2544447/apa-itu-platina-mobil-yuk-kenali-fungsi-dan-cara-kerjanya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/09/52/2544447/apa-itu-platina-mobil-yuk-kenali-fungsi-dan-cara-kerjanya</guid><pubDate>Kamis 10 Februari 2022 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/09/52/2544447/apa-itu-platina-mobil-yuk-kenali-fungsi-dan-cara-kerjanya-8CeUlpfubp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mobil (dok Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/09/52/2544447/apa-itu-platina-mobil-yuk-kenali-fungsi-dan-cara-kerjanya-8CeUlpfubp.jpg</image><title>Ilustrasi mobil (dok Freepik)</title></images><description>PARA&amp;nbsp;pencinta otomotif milenial mungkin banyak yang asing dengan komponen mobil bernama platina. Ya, komponen yang satu ini memang lebih banyak digunakan pada mobil-mobil jenis lama.
Saat ini, mobil lebih sering menggunakan CDI (Capacitive Discharge Ignition). Nah bagi yang penasaran dengan apa itu platina, apa fungsinya, dan bagaimana cara kerjanya, yuk simak ulasan berikut.
Melansir dari situs Auto2000, komponen platina yang ada dalam mobil membawa pengaruh tersendiri walaupun ukurannya cukup kecil. Platina biasa disebut juga sebagai kontak pemutus atau breaker point.
Komponen ini merupakan salah satu bagian di dalam sistem pengapian konvensional. Fungsi platina adalah menghubungkan dan memutus arus listrik yang berasal dari kumparan primer koil pengapian ke massa.

BACA JUGA:Tantri Kotak Beli Mobil Bekas Taksi, Bannya Sempat Lepas di Jalan
BACA JUGA:Ferrari Mulai Produksi Mobil SUV Purosangue, Bentuk Detailnya Masih Dirahasiakan
Fungsi komponen ini untuk  membentuk induksi listrik bertegangan tinggi pada bagian kumparan sekunder koil pengapian.
Platina berjumlah sembilan komponen yakni nok distributor, kontak tetap, kontak lepas, pegas kontak pemutus, lengan kontak pemutus, sekrup pengikat, tumit ebonit, kabel dari minus coil, serta alur penyetel celah platina.Setiap komponen yang terdapat di dalamnya saling bekerja sama untuk memberikan dampak kerja yang maksimal.
Pada dasarnya ada dua cara kerja platina, yaitu ketika membuka dan menutup.
Saat platina terbuka, nok distributor akan berputar sekaligus menekan tumit ebonit platina.
Kemudian platina akan membuka sehingga daya listrik dari kumparan primer koil yang akan menuju ke massa menjadi diputus.
Dengan pemutusan daya listrik secara tiba-tiba serta cepat, muncul induksi listrik di kedua kumparan koil pengapian tersebut. Induksi listrik yang ada dalam kumparan primer koil akan diserap oleh komponen kondensor.
Sedangkan induksi listrik dari kumparan sekunder koil disalurkan ke busi sehingga menghasilkan percikan bunga api. Biasanya induksi listrik dari kumparan sekunder bisa mencapai 20.000 volt.
Sementara saat platina menutup, ini terjadi saat nok distributor sudah tidak menekan tumit ebonit platina. Penutupan platina ini membuat arus listrik dari kumparan primer koil terhubung ke massa.Pada akhirnya terbentuk medan magnet pada kumparan primer koil.
Nah, dengan mengetahui fungsi dan cara kerja platina, dapat disimpulkan bahwa komponen yang satu ini cukup krusial di dalam sistem pengapian mobil.
Daya listrik yang dihasilkan di dalam sistem kerja platina memang sangat penting untuk membuat kinerja pengapian tetap maksimal. (nia)</description><content:encoded>PARA&amp;nbsp;pencinta otomotif milenial mungkin banyak yang asing dengan komponen mobil bernama platina. Ya, komponen yang satu ini memang lebih banyak digunakan pada mobil-mobil jenis lama.
Saat ini, mobil lebih sering menggunakan CDI (Capacitive Discharge Ignition). Nah bagi yang penasaran dengan apa itu platina, apa fungsinya, dan bagaimana cara kerjanya, yuk simak ulasan berikut.
Melansir dari situs Auto2000, komponen platina yang ada dalam mobil membawa pengaruh tersendiri walaupun ukurannya cukup kecil. Platina biasa disebut juga sebagai kontak pemutus atau breaker point.
Komponen ini merupakan salah satu bagian di dalam sistem pengapian konvensional. Fungsi platina adalah menghubungkan dan memutus arus listrik yang berasal dari kumparan primer koil pengapian ke massa.

BACA JUGA:Tantri Kotak Beli Mobil Bekas Taksi, Bannya Sempat Lepas di Jalan
BACA JUGA:Ferrari Mulai Produksi Mobil SUV Purosangue, Bentuk Detailnya Masih Dirahasiakan
Fungsi komponen ini untuk  membentuk induksi listrik bertegangan tinggi pada bagian kumparan sekunder koil pengapian.
Platina berjumlah sembilan komponen yakni nok distributor, kontak tetap, kontak lepas, pegas kontak pemutus, lengan kontak pemutus, sekrup pengikat, tumit ebonit, kabel dari minus coil, serta alur penyetel celah platina.Setiap komponen yang terdapat di dalamnya saling bekerja sama untuk memberikan dampak kerja yang maksimal.
Pada dasarnya ada dua cara kerja platina, yaitu ketika membuka dan menutup.
Saat platina terbuka, nok distributor akan berputar sekaligus menekan tumit ebonit platina.
Kemudian platina akan membuka sehingga daya listrik dari kumparan primer koil yang akan menuju ke massa menjadi diputus.
Dengan pemutusan daya listrik secara tiba-tiba serta cepat, muncul induksi listrik di kedua kumparan koil pengapian tersebut. Induksi listrik yang ada dalam kumparan primer koil akan diserap oleh komponen kondensor.
Sedangkan induksi listrik dari kumparan sekunder koil disalurkan ke busi sehingga menghasilkan percikan bunga api. Biasanya induksi listrik dari kumparan sekunder bisa mencapai 20.000 volt.
Sementara saat platina menutup, ini terjadi saat nok distributor sudah tidak menekan tumit ebonit platina. Penutupan platina ini membuat arus listrik dari kumparan primer koil terhubung ke massa.Pada akhirnya terbentuk medan magnet pada kumparan primer koil.
Nah, dengan mengetahui fungsi dan cara kerja platina, dapat disimpulkan bahwa komponen yang satu ini cukup krusial di dalam sistem pengapian mobil.
Daya listrik yang dihasilkan di dalam sistem kerja platina memang sangat penting untuk membuat kinerja pengapian tetap maksimal. (nia)</content:encoded></item></channel></rss>
