<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hoaks Fenomena Aphelion Masih Marak, Berikut Faktanya</title><description>Fenomena Aphelion merupakan salah satu kejadian astronomi yang hingga sekarang masih marak hoaks-nya. Terbaru, disebut bakal terjadi besok.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/07/56/2543368/hoaks-fenomena-aphelion-masih-marak-berikut-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/07/56/2543368/hoaks-fenomena-aphelion-masih-marak-berikut-faktanya"/><item><title>Hoaks Fenomena Aphelion Masih Marak, Berikut Faktanya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/07/56/2543368/hoaks-fenomena-aphelion-masih-marak-berikut-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/02/07/56/2543368/hoaks-fenomena-aphelion-masih-marak-berikut-faktanya</guid><pubDate>Senin 07 Februari 2022 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/07/56/2543368/hoaks-tentang-fenomena-aphelion-masih-marak-berikut-faktanya-c3QgOM7TNX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Hoaks tentang fenomena Aphelion masih marak (Foto: Daily Express)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/07/56/2543368/hoaks-tentang-fenomena-aphelion-masih-marak-berikut-faktanya-c3QgOM7TNX.jpeg</image><title>Hoaks tentang fenomena Aphelion masih marak (Foto: Daily Express)</title></images><description>JAKARTA - Fenomena Aphelion merupakan salah satu kejadian astronomi yang hingga sekarang masih marak hoaks-nya. Terbaru, disebut bakal terjadi besok, benarkah demikian?
Peneliti Pusat Riset Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangeran dalam keterangan resminya menyampaikan, fenomena Aphelion baru akan terjadi pada 4 Juli 2022.
Hoaks tersebut, menginformasikan jika fenomena Aphelion bakal bikin suhu di Bumi menjadi sangat dingin, namun Andi menerangkan bahwa hal itu tidaklah benar.
BACA JUGA:Alquran dan Sains, Ungkap Obat dari Racun Cinta Adalah Berhubungan Intim
Dijelaskan, Aphelion tidak berdampak pada kenaikan maupun penurunan suhu di permukaan Bumi, faktor klimatologis atau iklimlah yang turut berperan besar dalam perubahan suhu.
&quot;Intensitas Matahari bervariasi, anatar 1.321,5 W/m2 saat Aphelion atau kurang lebih 3,4% dari rata-ratanya (1.366 W/m2),&quot; paparnya.
BACA JUGA:Ilmuwan Jerman Kembangbiakkan Babi, Jantungnya untuk Kebutuhan Donor Manusia
Sehingga, sambung Andi, suhu efektif di permukaan Bumi cuma bakal bervariasi kurang lebih 2,4 derajar Celsius dari rata-ratanya (15 derajat Celcius).
Fenomena Aphelion sendiri, adalah kondisi di mana Bumi punya jarang paling jauh dari Matahari, yakni 152.098.455 Km. Sejak 1800, terjadinya fenomena ini dalam 200 tahun terakhir selalu berlangsung pada Juli. (amj)</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena Aphelion merupakan salah satu kejadian astronomi yang hingga sekarang masih marak hoaks-nya. Terbaru, disebut bakal terjadi besok, benarkah demikian?
Peneliti Pusat Riset Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangeran dalam keterangan resminya menyampaikan, fenomena Aphelion baru akan terjadi pada 4 Juli 2022.
Hoaks tersebut, menginformasikan jika fenomena Aphelion bakal bikin suhu di Bumi menjadi sangat dingin, namun Andi menerangkan bahwa hal itu tidaklah benar.
BACA JUGA:Alquran dan Sains, Ungkap Obat dari Racun Cinta Adalah Berhubungan Intim
Dijelaskan, Aphelion tidak berdampak pada kenaikan maupun penurunan suhu di permukaan Bumi, faktor klimatologis atau iklimlah yang turut berperan besar dalam perubahan suhu.
&quot;Intensitas Matahari bervariasi, anatar 1.321,5 W/m2 saat Aphelion atau kurang lebih 3,4% dari rata-ratanya (1.366 W/m2),&quot; paparnya.
BACA JUGA:Ilmuwan Jerman Kembangbiakkan Babi, Jantungnya untuk Kebutuhan Donor Manusia
Sehingga, sambung Andi, suhu efektif di permukaan Bumi cuma bakal bervariasi kurang lebih 2,4 derajar Celsius dari rata-ratanya (15 derajat Celcius).
Fenomena Aphelion sendiri, adalah kondisi di mana Bumi punya jarang paling jauh dari Matahari, yakni 152.098.455 Km. Sejak 1800, terjadinya fenomena ini dalam 200 tahun terakhir selalu berlangsung pada Juli. (amj)</content:encoded></item></channel></rss>
