<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hacker Korut Manfaatkan Celah Update Windows untuk Sebar Malware</title><description>Kelompok hacker Korea Utara (Korut), Lazarus, dilaporkan memanfaatkan celah pada update di Windows untuk menyebarkan malware.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/31/54/2540346/hacker-korut-manfaatkan-celah-update-windows-untuk-sebar-malware</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/31/54/2540346/hacker-korut-manfaatkan-celah-update-windows-untuk-sebar-malware"/><item><title>Hacker Korut Manfaatkan Celah Update Windows untuk Sebar Malware</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/31/54/2540346/hacker-korut-manfaatkan-celah-update-windows-untuk-sebar-malware</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/31/54/2540346/hacker-korut-manfaatkan-celah-update-windows-untuk-sebar-malware</guid><pubDate>Senin 31 Januari 2022 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/31/54/2540346/hacker-korut-manfaatkan-celah-update-windows-untuk-sebar-malware-0zWsS1lCnr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hacker Korut manfaatkan celah update Windows untuk sebar malware (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/31/54/2540346/hacker-korut-manfaatkan-celah-update-windows-untuk-sebar-malware-0zWsS1lCnr.jpg</image><title>Hacker Korut manfaatkan celah update Windows untuk sebar malware (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kelompok hacker Korea Utara (Korut), Lazarus, dilaporkan berhasil menghindari mekanisme keamanan dengan memanfaatkan celah pada update di Windows untuk menyebarkan malware.
Disadur dari Tomshardware, Senin (31/1/2022), kelompok pemerhati keamanan siber Malwarebytes Labs mengatakan, tindakan terbaru Lazarus menyusupkan malware pada dokumen Word dengan teknik spear-phising.
Disebutkan, tujuan Lazarus adalah untuk menyusup ke entitas pemerintah yang berspesialisasi dalam pertahanan dan kedirgantaraan, serta mencuri sebanyak mungkin data intelijen.
BACA JUGA:WhatsApp Punya Fitur untuk Lindungi Data Pribadi, Apa Saja?
Serangkaian malware yang tertanam dalam dokumen Word mulai menyusup ke sistem setelah diaktifkan, dan akan segera menyematkan kode ke sistem startup komputer untuk memastikan restart tidak mematikan virus.
Menariknya, bagian dari proses injeksi menggunakan Windows Update Client untuk menginstal DLL berbahaya. Ini dinilai sangat jenius karena teknik ini menghindari sistem deteksi keamanan.
Metode serangannya baru, tetapi strategi phishingnya tidak. Ini adalah strategi yang sama di mana digunakan Lazarus selama lebih dari setahun, dikenal sebagai operasi &quot;Dream Job.&quot;
BACA JUGA:9 Aplikasi Pelacak Nomor Telepon Tak Dikenal
Atas dasar itu, kini Malwarebytes, ESET, dan MacAfee semuanya mengawasi Lazarus dengan cermat untuk mengetahui langkah selanjutnya.
Diketahui, serangan siber sebelumnya dianggap sukses besar, karena menyusup ke lusinan perusahaan dan organisasi dalam skala global, termasuk Israel.</description><content:encoded>JAKARTA - Kelompok hacker Korea Utara (Korut), Lazarus, dilaporkan berhasil menghindari mekanisme keamanan dengan memanfaatkan celah pada update di Windows untuk menyebarkan malware.
Disadur dari Tomshardware, Senin (31/1/2022), kelompok pemerhati keamanan siber Malwarebytes Labs mengatakan, tindakan terbaru Lazarus menyusupkan malware pada dokumen Word dengan teknik spear-phising.
Disebutkan, tujuan Lazarus adalah untuk menyusup ke entitas pemerintah yang berspesialisasi dalam pertahanan dan kedirgantaraan, serta mencuri sebanyak mungkin data intelijen.
BACA JUGA:WhatsApp Punya Fitur untuk Lindungi Data Pribadi, Apa Saja?
Serangkaian malware yang tertanam dalam dokumen Word mulai menyusup ke sistem setelah diaktifkan, dan akan segera menyematkan kode ke sistem startup komputer untuk memastikan restart tidak mematikan virus.
Menariknya, bagian dari proses injeksi menggunakan Windows Update Client untuk menginstal DLL berbahaya. Ini dinilai sangat jenius karena teknik ini menghindari sistem deteksi keamanan.
Metode serangannya baru, tetapi strategi phishingnya tidak. Ini adalah strategi yang sama di mana digunakan Lazarus selama lebih dari setahun, dikenal sebagai operasi &quot;Dream Job.&quot;
BACA JUGA:9 Aplikasi Pelacak Nomor Telepon Tak Dikenal
Atas dasar itu, kini Malwarebytes, ESET, dan MacAfee semuanya mengawasi Lazarus dengan cermat untuk mengetahui langkah selanjutnya.
Diketahui, serangan siber sebelumnya dianggap sukses besar, karena menyusup ke lusinan perusahaan dan organisasi dalam skala global, termasuk Israel.</content:encoded></item></channel></rss>
