<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Letusan Gunung Tonga Memicu Getaran Kencang pada Atmosfer Bumi</title><description>Letusan gunung Tonga dilaporka punya efek yang dahsyat. Kabar terkini, sempat bikin atmosfer Bumi bergetar.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/27/56/2538829/terungkap-letusan-gunung-tonga-memicu-getaran-kencang-pada-atmosfer-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/27/56/2538829/terungkap-letusan-gunung-tonga-memicu-getaran-kencang-pada-atmosfer-bumi"/><item><title>Terungkap! Letusan Gunung Tonga Memicu Getaran Kencang pada Atmosfer Bumi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/27/56/2538829/terungkap-letusan-gunung-tonga-memicu-getaran-kencang-pada-atmosfer-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/27/56/2538829/terungkap-letusan-gunung-tonga-memicu-getaran-kencang-pada-atmosfer-bumi</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/27/56/2538829/terungkap-letusan-gunung-tonga-memicu-getaran-kencang-pada-atmosfer-bumi-0UpWQ8SQsT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ledakan gunung Tonga picu getaran pada atmosfer Bumi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/27/56/2538829/terungkap-letusan-gunung-tonga-memicu-getaran-kencang-pada-atmosfer-bumi-0UpWQ8SQsT.jpg</image><title>Ledakan gunung Tonga picu getaran pada atmosfer Bumi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Letusan gunung api bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai dilaporkan punya efek yang dahsyat. Kabar terkini, bahkan sempat bikin atmosfer Bumi bergetar.
Disadur dari Live Science, Kamis (27/1/2022), gunung Tonga meletus pada Sabtu (15/1) lalu, kedahsyatan letusannya yang bikin atmosfer Bumi bergetar dilaporkan oleh Profesor Emeritus Ilmu Atmosfer dari Universitas Hawaii, Kevin Hamilton.
BACA JUGA:NASA Potret Sebaran Abu Vulkanik Gunung Tonga dari Luar Angkasa
Letusan gunung berapi bawah laut di Tonga tersebut, disebutkan telah memicu pola gelombang atmosfer kompleks, banyak ditemukan di area sekitarnya.
&quot;Letusan ini, begitu kuat sehingga menyebabkan atmosfer berdering seperti lonceng, meskipun pada frekuensi yang terlalu rendah untuk didengar,&quot; kata Halminton.
BACA JUGA:Internet Tonga Terputus Akibat Letusan Gunung, Selandia Baru Minta Bantuan Elon Musk
Dia menjelaskan, fenomena atmosfer Bumi bergetar tersebut sudah ada teorinya, pertama kali dibuat lebih dari 200 tahun yang lalu.
Menurutnya, gelombang yang dihasilkan dari letusan gunung Tonga terisolasi, menyebar sejauh ribuan kilometer, dan bergerak secara horizontal. Kecepatannya, mencapai lebih dari 1.046 Km per jam.
Sementar itu, kepala ilmuwan di Goddard Space Flight Center dari NASA, James Garvin menyampaikan bahwa ledakan yang dihasilkan gunung Tonga diperkirakan 500 kali lebih kuat dari bom atom di Hiroshima, Jepang.</description><content:encoded>JAKARTA - Letusan gunung api bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai dilaporkan punya efek yang dahsyat. Kabar terkini, bahkan sempat bikin atmosfer Bumi bergetar.
Disadur dari Live Science, Kamis (27/1/2022), gunung Tonga meletus pada Sabtu (15/1) lalu, kedahsyatan letusannya yang bikin atmosfer Bumi bergetar dilaporkan oleh Profesor Emeritus Ilmu Atmosfer dari Universitas Hawaii, Kevin Hamilton.
BACA JUGA:NASA Potret Sebaran Abu Vulkanik Gunung Tonga dari Luar Angkasa
Letusan gunung berapi bawah laut di Tonga tersebut, disebutkan telah memicu pola gelombang atmosfer kompleks, banyak ditemukan di area sekitarnya.
&quot;Letusan ini, begitu kuat sehingga menyebabkan atmosfer berdering seperti lonceng, meskipun pada frekuensi yang terlalu rendah untuk didengar,&quot; kata Halminton.
BACA JUGA:Internet Tonga Terputus Akibat Letusan Gunung, Selandia Baru Minta Bantuan Elon Musk
Dia menjelaskan, fenomena atmosfer Bumi bergetar tersebut sudah ada teorinya, pertama kali dibuat lebih dari 200 tahun yang lalu.
Menurutnya, gelombang yang dihasilkan dari letusan gunung Tonga terisolasi, menyebar sejauh ribuan kilometer, dan bergerak secara horizontal. Kecepatannya, mencapai lebih dari 1.046 Km per jam.
Sementar itu, kepala ilmuwan di Goddard Space Flight Center dari NASA, James Garvin menyampaikan bahwa ledakan yang dihasilkan gunung Tonga diperkirakan 500 kali lebih kuat dari bom atom di Hiroshima, Jepang.</content:encoded></item></channel></rss>
