<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambal Ban Tubeless dengan Cara Ditusuk Tak Disarankan, Ini 4 Risikonya!</title><description>Berikut sederet risiko jika ban tubeles ditambal dengan cara ditusuk.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/27/53/2538822/tambal-ban-tubeless-dengan-cara-ditusuk-tak-disarankan-ini-4-risikonya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/27/53/2538822/tambal-ban-tubeless-dengan-cara-ditusuk-tak-disarankan-ini-4-risikonya"/><item><title>Tambal Ban Tubeless dengan Cara Ditusuk Tak Disarankan, Ini 4 Risikonya!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/27/53/2538822/tambal-ban-tubeless-dengan-cara-ditusuk-tak-disarankan-ini-4-risikonya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/27/53/2538822/tambal-ban-tubeless-dengan-cara-ditusuk-tak-disarankan-ini-4-risikonya</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Bertold Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/27/53/2538822/tambal-ban-tubeless-dengan-cara-ditusuk-tak-disarankan-ini-4-risikonya-tbZZMwE0uN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tambal ban tubeless (Rideapart)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/27/53/2538822/tambal-ban-tubeless-dengan-cara-ditusuk-tak-disarankan-ini-4-risikonya-tbZZMwE0uN.jpg</image><title>Tambal ban tubeless (Rideapart)</title></images><description>MENAMBAL ban tubeless dengan cara ditusuk merupakan salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi kebocoran. Ternyata cara ini tidak disarankan karena menimbulkan beberapa risiko.
Dirangkum dari beberapa sumber, berikut sederet risiko jika ban tubeles ditambal dengan cara ditusuk :
BACA JUGA:&amp;nbsp;Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Penyebab Ban Tubeless Sering Kempes
1. perumukaan ban menjadi rusak
Resiko yang pertama apabila menambal ban tubless dengan cara ditusuk yakni dapat membuat permukaan ban menjadi rusak. Hal itu bisa terjadi jika kebocoran tersebut berada pada Crown area.
Bagi Anda yang tidak mengetahui, Crown area merupakan bagian tengah ban yang menyentuh langsung dengan permukaan aspal jalanan. Jika area tersebut didapati kebocoran besar maka tidak cocok ditambal menggunakan model tusuk.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8yNy8xLzE0NDM4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
2. Merusak kawat ban
Resiko yang kedua menambal ban tubless dengan cara di tusuk yakni dapat merusak kawat ban. Hal itu disebabkan karena pengerjaan mekanik dan tukang yang sembrono. Jika kawat ban yang rusak maka tidak ada cara selain mengganti ban dengan yang baru.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ngeri! Viral Helm dan Kerudung Pemotor Ini Robek Terkena Gelasan Layangan Saat Berkendara
3. Resiko ban benjol
Resiko ketiga yang Anda terima apabila masih menggunakan tambal ban model tusuk yaitu ban menjadi benjol. Hal ini disebabkan karena cara  menusuk ban yang salah ataupun sudah banyak tambalan pada ban. Jika sudah benjol maka ban sudah tidak layak digunakan dan musti dilakukan penggantian dengan yang baru.
4. Dapat membuat lubang baru
Lagi-lagi terdapat resiko tambal ban tubless dengan model ditusuk yang wajib Anda perhatikan yakni dapat membuat lubang baru. Hal ini umumnya disebabkan karena penambalan ban yang tidak benar.

Hal ini banyak terjadi karena teknisi atau tukang tambal ban keliing tidak memiliki teknik jitu atau SOP dalam mengerjakannya dengan benar.
Akibatnya jika lubang tidak tepat sasaran maka beresiko menambah lubang baru kembali.
</description><content:encoded>MENAMBAL ban tubeless dengan cara ditusuk merupakan salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi kebocoran. Ternyata cara ini tidak disarankan karena menimbulkan beberapa risiko.
Dirangkum dari beberapa sumber, berikut sederet risiko jika ban tubeles ditambal dengan cara ditusuk :
BACA JUGA:&amp;nbsp;Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Penyebab Ban Tubeless Sering Kempes
1. perumukaan ban menjadi rusak
Resiko yang pertama apabila menambal ban tubless dengan cara ditusuk yakni dapat membuat permukaan ban menjadi rusak. Hal itu bisa terjadi jika kebocoran tersebut berada pada Crown area.
Bagi Anda yang tidak mengetahui, Crown area merupakan bagian tengah ban yang menyentuh langsung dengan permukaan aspal jalanan. Jika area tersebut didapati kebocoran besar maka tidak cocok ditambal menggunakan model tusuk.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8yNy8xLzE0NDM4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
2. Merusak kawat ban
Resiko yang kedua menambal ban tubless dengan cara di tusuk yakni dapat merusak kawat ban. Hal itu disebabkan karena pengerjaan mekanik dan tukang yang sembrono. Jika kawat ban yang rusak maka tidak ada cara selain mengganti ban dengan yang baru.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ngeri! Viral Helm dan Kerudung Pemotor Ini Robek Terkena Gelasan Layangan Saat Berkendara
3. Resiko ban benjol
Resiko ketiga yang Anda terima apabila masih menggunakan tambal ban model tusuk yaitu ban menjadi benjol. Hal ini disebabkan karena cara  menusuk ban yang salah ataupun sudah banyak tambalan pada ban. Jika sudah benjol maka ban sudah tidak layak digunakan dan musti dilakukan penggantian dengan yang baru.
4. Dapat membuat lubang baru
Lagi-lagi terdapat resiko tambal ban tubless dengan model ditusuk yang wajib Anda perhatikan yakni dapat membuat lubang baru. Hal ini umumnya disebabkan karena penambalan ban yang tidak benar.

Hal ini banyak terjadi karena teknisi atau tukang tambal ban keliing tidak memiliki teknik jitu atau SOP dalam mengerjakannya dengan benar.
Akibatnya jika lubang tidak tepat sasaran maka beresiko menambah lubang baru kembali.
</content:encoded></item></channel></rss>
