<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRIN Ungkap Kemampuan Penelitian Indonesia Berada di Ranking Bawah</title><description>Plt Organisasi Riset IPH BRIN, Iman Hidayat mengungkapkan, jika kemampuan penelitian Indonesia masih menempati ranking bawah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/26/56/2538303/brin-ungkap-kemampuan-penelitian-indonesia-berada-di-ranking-bawah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/26/56/2538303/brin-ungkap-kemampuan-penelitian-indonesia-berada-di-ranking-bawah"/><item><title>BRIN Ungkap Kemampuan Penelitian Indonesia Berada di Ranking Bawah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/26/56/2538303/brin-ungkap-kemampuan-penelitian-indonesia-berada-di-ranking-bawah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/26/56/2538303/brin-ungkap-kemampuan-penelitian-indonesia-berada-di-ranking-bawah</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/26/56/2538303/brin-ungkap-kemampuan-penelitian-indonesia-berada-di-ranking-bawah-jNkRofVXPo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BRIN ungkap kemampuan penelitian Indonesia ranking bawah (Foto: Dok. Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/26/56/2538303/brin-ungkap-kemampuan-penelitian-indonesia-berada-di-ranking-bawah-jNkRofVXPo.jpg</image><title>BRIN ungkap kemampuan penelitian Indonesia ranking bawah (Foto: Dok. Sindonews)</title></images><description>JAKARTA - Plt Organisasi Riset IPH BRIN, Iman Hidayat mengungkapkan, jika kemampuan penelitian Indonesia masih menempati ranking bawah.
Dalam diskusi BRIN bertema Talk to Scientist yang disiarkan di YouTube, Iman menyebut peneliti Indonesia tidak cukup kompetitif bersaing dengan negara-negara lain di seluruh dunia.
&quot;Jangankan di level dunia, pada level Asia Tenggara saja kita hanya di atas Kamboja dan Laos,&quot; kata Iman, dikutip pada Kamis (27/1/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diskusi Zoom BRIN Disusupi Gambar Tak Senonoh dan Logo Nazi, Beredar di YouTube
Dia menjelaskan, Laos adalah negara yang miskin sumber daya alam (SDA), sedangkan Kamboja baru bangkit dari konflik politik, sebab terlalu banyak masalah terkait politik yang terjadi.

&quot;Jadi, inilah realitas yang bisa menjadi pemacu kita semua sebagai peneliti sebagai sebuah tim,&quot; ujar dia.

Menurutnya, meski sudah memiliki datanya, tetapi dia mengaku tidak tahu mengapa kemampuan penelitian di Indonesia masih masuk ke dalam peringkat yang mengkhawatirkan.


BACA JUGA:&amp;nbsp;Peneliti Indonesia Dinilai Tidak Kompetitif, Ini Penjelasan BRIN


Atas dasar itu, disebutkan jika BRIN juga terus berupaya dalam menggali penyebab utamanya.

&quot;Terlepas dari masalahnya, realitasnya kita memang sudah tertinggal dari tetangga kita. Sehingga, komitmen para periset dan akademisi tentu sangat diperlukan,&quot; terangya.</description><content:encoded>JAKARTA - Plt Organisasi Riset IPH BRIN, Iman Hidayat mengungkapkan, jika kemampuan penelitian Indonesia masih menempati ranking bawah.
Dalam diskusi BRIN bertema Talk to Scientist yang disiarkan di YouTube, Iman menyebut peneliti Indonesia tidak cukup kompetitif bersaing dengan negara-negara lain di seluruh dunia.
&quot;Jangankan di level dunia, pada level Asia Tenggara saja kita hanya di atas Kamboja dan Laos,&quot; kata Iman, dikutip pada Kamis (27/1/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diskusi Zoom BRIN Disusupi Gambar Tak Senonoh dan Logo Nazi, Beredar di YouTube
Dia menjelaskan, Laos adalah negara yang miskin sumber daya alam (SDA), sedangkan Kamboja baru bangkit dari konflik politik, sebab terlalu banyak masalah terkait politik yang terjadi.

&quot;Jadi, inilah realitas yang bisa menjadi pemacu kita semua sebagai peneliti sebagai sebuah tim,&quot; ujar dia.

Menurutnya, meski sudah memiliki datanya, tetapi dia mengaku tidak tahu mengapa kemampuan penelitian di Indonesia masih masuk ke dalam peringkat yang mengkhawatirkan.


BACA JUGA:&amp;nbsp;Peneliti Indonesia Dinilai Tidak Kompetitif, Ini Penjelasan BRIN


Atas dasar itu, disebutkan jika BRIN juga terus berupaya dalam menggali penyebab utamanya.

&quot;Terlepas dari masalahnya, realitasnya kita memang sudah tertinggal dari tetangga kita. Sehingga, komitmen para periset dan akademisi tentu sangat diperlukan,&quot; terangya.</content:encoded></item></channel></rss>
