<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Indonesia Dinilai Tidak Kompetitif, Ini Penjelasan BRIN</title><description>Plt Organisasi Riset IPH BRIN, Iman Hidayat menjelaskan, para peneliti Indonesia tidak cukup kompetitif untuk bersaing dengan negara lain.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/26/56/2538288/peneliti-indonesia-dinilai-tidak-kompetitif-ini-penjelasan-brin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/26/56/2538288/peneliti-indonesia-dinilai-tidak-kompetitif-ini-penjelasan-brin"/><item><title>Peneliti Indonesia Dinilai Tidak Kompetitif, Ini Penjelasan BRIN</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/26/56/2538288/peneliti-indonesia-dinilai-tidak-kompetitif-ini-penjelasan-brin</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/26/56/2538288/peneliti-indonesia-dinilai-tidak-kompetitif-ini-penjelasan-brin</guid><pubDate>Rabu 26 Januari 2022 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/26/56/2538288/peneliti-indonesia-dinilai-tidak-kompetitif-ini-penjelasan-brin-ieBFvWzLzm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peneliti Indonesia dinilai tidak kompetitif (Foto: BRIN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/26/56/2538288/peneliti-indonesia-dinilai-tidak-kompetitif-ini-penjelasan-brin-ieBFvWzLzm.jpg</image><title>Peneliti Indonesia dinilai tidak kompetitif (Foto: BRIN)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Plt Organisasi Riset IPH BRIN, Iman Hidayat menjelaskan bahwa para peneliti Indonesia tidak cukup kompetitif untuk bersaing dengan negara-negara lain.
Hal tersebut, Iman sampaikan dalam acara disksusi Talk to Scientist yang berlangsung di channel YouTube BRIN Indonesia, Rabu (26/1/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Diskusi Zoom BRIN Disusupi Gambar Tak Senonoh dan Logo Nazi, Beredar di YouTube
Dia menjelaskan, kurang kompetitifnya peneliti Indonesia bisa dilihat dari banyak aspek. Terutama dalam perkembangan vaksin Covid-19 selama masa pandemi yang terlihat cukup lambat.
&quot;Salah satu faktor kurang kompetitifnya Indonesia adalah rendahnya Innovation Index (Budaya Inovasi). Jadi, budaya inovasi kita semakin menurun dengan drastis,&quot; kata Iman.
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Teknologi Canggih Masa Depan yang Sebaiknya Tidak Diciptakan
Menurutnya, sebagai individu para peneliti merasa cukup kompetitif untuk bisa bersaing dengan teman-temannya sendiri, yakin dapat menghasilkan hasil riset yang berkualitas, produk inovasi riset yang bagusm, dan bisa direalisasi.
&quot;Tetapi fakta datanya tidak seperti itu. Ini yang menjadi tantangan bagi kita semua. Saya cukup terpukul dan mudah-mudahan fakta ini bisa menjadi pemicu bagi kita semua,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Plt Organisasi Riset IPH BRIN, Iman Hidayat menjelaskan bahwa para peneliti Indonesia tidak cukup kompetitif untuk bersaing dengan negara-negara lain.
Hal tersebut, Iman sampaikan dalam acara disksusi Talk to Scientist yang berlangsung di channel YouTube BRIN Indonesia, Rabu (26/1/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Diskusi Zoom BRIN Disusupi Gambar Tak Senonoh dan Logo Nazi, Beredar di YouTube
Dia menjelaskan, kurang kompetitifnya peneliti Indonesia bisa dilihat dari banyak aspek. Terutama dalam perkembangan vaksin Covid-19 selama masa pandemi yang terlihat cukup lambat.
&quot;Salah satu faktor kurang kompetitifnya Indonesia adalah rendahnya Innovation Index (Budaya Inovasi). Jadi, budaya inovasi kita semakin menurun dengan drastis,&quot; kata Iman.
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Teknologi Canggih Masa Depan yang Sebaiknya Tidak Diciptakan
Menurutnya, sebagai individu para peneliti merasa cukup kompetitif untuk bisa bersaing dengan teman-temannya sendiri, yakin dapat menghasilkan hasil riset yang berkualitas, produk inovasi riset yang bagusm, dan bisa direalisasi.
&quot;Tetapi fakta datanya tidak seperti itu. Ini yang menjadi tantangan bagi kita semua. Saya cukup terpukul dan mudah-mudahan fakta ini bisa menjadi pemicu bagi kita semua,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
