<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Kecelakaan Balikpapan, Catat Langkah Aman Berhenti di Lampu Merah</title><description>Peristiwa kecelakaan truk tronton rem blong yang terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur menyita perhatian publik.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/25/52/2537561/belajar-dari-kecelakaan-balikpapan-catat-langkah-aman-berhenti-di-lampu-merah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/25/52/2537561/belajar-dari-kecelakaan-balikpapan-catat-langkah-aman-berhenti-di-lampu-merah"/><item><title>Belajar dari Kecelakaan Balikpapan, Catat Langkah Aman Berhenti di Lampu Merah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/25/52/2537561/belajar-dari-kecelakaan-balikpapan-catat-langkah-aman-berhenti-di-lampu-merah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/25/52/2537561/belajar-dari-kecelakaan-balikpapan-catat-langkah-aman-berhenti-di-lampu-merah</guid><pubDate>Rabu 26 Januari 2022 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Intan Rakhmayanti Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/25/52/2537561/belajar-dari-kecelakaan-balikpapan-catat-langkah-aman-berhenti-di-lampu-merah-i02f4Ka7oN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kecelakaan truk diduga rem blong di Balikpapan (Dok iNews/Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/25/52/2537561/belajar-dari-kecelakaan-balikpapan-catat-langkah-aman-berhenti-di-lampu-merah-i02f4Ka7oN.jpg</image><title>Kecelakaan truk diduga rem blong di Balikpapan (Dok iNews/Ist)</title></images><description>BALIKPAPAN -&amp;nbsp;&amp;nbsp;Peristiwa kecelakaan truk tronton rem blong yang terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur menyita perhatian publik.

Praktisi keselamatan berkendara Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, berkaca pada kejadian itu setiap pengendara harus lebih waspada ketika berada di persimpangan.

Ia menilai banyak pengendara tidak dalam posisi &amp;rdquo;aman&amp;rdquo; ketika berada di lampu merah.

&amp;rdquo;Saat berhenti (di lampu merah) banyak pengemudi yang merasa aman, sehingga perilaku-perilaku yang dilakukan di dalam kabin tidak sesuai dengan kaidah keselamatan,&amp;rdquo; kata Sony dalam keterangannya melalui video.



Baca Juga:
Tak Perlu Jauh-Jauh ke Singapura, Sensasi Wisata Luar Negeri Bisa Kamu Rasakan di Pekalongan
Rekomendasi Desa Wisata yang Bisa Dikunjungi, Suasananya Sejuk dan Menyenangkan

Lebih lanjut, ia mencontohkan, misalnya saat berhenti di lampu merah banyak pengendara yang melakukan aktivitas seperti bermain ponsel, mengobrol, dan menggunakan make up. Padahal hal tersebut dapat membuat mereka tidak waspada lagi terhadap lingkungan sekitar.

Perlu dicatat, meski sedang berhenti pengendara wajib tetap bersikap waspada dan memastikan kondisinya aman dengan memperhatikan area belakang melalui spion tengah dan samping.

&amp;rdquo;Jadi yang dilakukan adalah harusnya tetap melihat sekeliling kendaran, terutama (area) belakang karena mata kita arahnya ke depan sehingga ke belakang jarang dilihat,&amp;rdquo; tutur Sony.
Sikap itu berguna ketika tiba-tiba pengemudi melihat dari arah belakang ada kendaraan besar yang datang, namun terlihat tak mengurangi kecepatan, maka pengendara bersiap menyelamatkan diri.

&amp;rdquo;Dan pastikan parking brake tidak berfungsi, karena kejadian ini hanya sepersekian detik untuk melakukan penghindaran,&amp;rdquo; terangnya.

Langkah aman lain untuk menghindari kecelakaan akibat tertabrak dari arah belakang di lampu merah yaitu dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

&amp;rdquo;Jaga jarak aman di sini adalah bagaimana mereka punya ruang untuk melakukan evakuasi ketika dibutuhkan di kondisi-kondisi akan terjadi kecelakaan,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>BALIKPAPAN -&amp;nbsp;&amp;nbsp;Peristiwa kecelakaan truk tronton rem blong yang terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur menyita perhatian publik.

Praktisi keselamatan berkendara Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, berkaca pada kejadian itu setiap pengendara harus lebih waspada ketika berada di persimpangan.

Ia menilai banyak pengendara tidak dalam posisi &amp;rdquo;aman&amp;rdquo; ketika berada di lampu merah.

&amp;rdquo;Saat berhenti (di lampu merah) banyak pengemudi yang merasa aman, sehingga perilaku-perilaku yang dilakukan di dalam kabin tidak sesuai dengan kaidah keselamatan,&amp;rdquo; kata Sony dalam keterangannya melalui video.



Baca Juga:
Tak Perlu Jauh-Jauh ke Singapura, Sensasi Wisata Luar Negeri Bisa Kamu Rasakan di Pekalongan
Rekomendasi Desa Wisata yang Bisa Dikunjungi, Suasananya Sejuk dan Menyenangkan

Lebih lanjut, ia mencontohkan, misalnya saat berhenti di lampu merah banyak pengendara yang melakukan aktivitas seperti bermain ponsel, mengobrol, dan menggunakan make up. Padahal hal tersebut dapat membuat mereka tidak waspada lagi terhadap lingkungan sekitar.

Perlu dicatat, meski sedang berhenti pengendara wajib tetap bersikap waspada dan memastikan kondisinya aman dengan memperhatikan area belakang melalui spion tengah dan samping.

&amp;rdquo;Jadi yang dilakukan adalah harusnya tetap melihat sekeliling kendaran, terutama (area) belakang karena mata kita arahnya ke depan sehingga ke belakang jarang dilihat,&amp;rdquo; tutur Sony.
Sikap itu berguna ketika tiba-tiba pengemudi melihat dari arah belakang ada kendaraan besar yang datang, namun terlihat tak mengurangi kecepatan, maka pengendara bersiap menyelamatkan diri.

&amp;rdquo;Dan pastikan parking brake tidak berfungsi, karena kejadian ini hanya sepersekian detik untuk melakukan penghindaran,&amp;rdquo; terangnya.

Langkah aman lain untuk menghindari kecelakaan akibat tertabrak dari arah belakang di lampu merah yaitu dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

&amp;rdquo;Jaga jarak aman di sini adalah bagaimana mereka punya ruang untuk melakukan evakuasi ketika dibutuhkan di kondisi-kondisi akan terjadi kecelakaan,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
