<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Bikin Masker Ajaib, ketika Terinfeksi COVID-19 akan Bersinar</title><description>Keajaiban masker itu terletak pada filternya, di mana terbuat dari antibodi burung unta.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/20/56/2534837/jepang-bikin-masker-ajaib-ketika-terinfeksi-covid-19-akan-bersinar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/20/56/2534837/jepang-bikin-masker-ajaib-ketika-terinfeksi-covid-19-akan-bersinar"/><item><title>Jepang Bikin Masker Ajaib, ketika Terinfeksi COVID-19 akan Bersinar</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/20/56/2534837/jepang-bikin-masker-ajaib-ketika-terinfeksi-covid-19-akan-bersinar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/20/56/2534837/jepang-bikin-masker-ajaib-ketika-terinfeksi-covid-19-akan-bersinar</guid><pubDate>Kamis 20 Januari 2022 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/20/56/2534837/jepang-bikin-masker-ajaib-ketika-terinfeksi-covid-19-akan-bersinar-ms3SGyVhwL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masker bersinar ketika terinfeksi COVID-19 buatan Jepang (Foto: Kyoto Prefectural University)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/20/56/2534837/jepang-bikin-masker-ajaib-ketika-terinfeksi-covid-19-akan-bersinar-ms3SGyVhwL.jpg</image><title>Masker bersinar ketika terinfeksi COVID-19 buatan Jepang (Foto: Kyoto Prefectural University)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah peneliti dar Universitas Kyoto, Jepang, telah mengembangkan masker ajaib, ketika terifeksi COVID-19 akan bersinar.

Diolah dari Ubergizmo, Kamis (20/1/2022), keajaiban masker itu terletak pada filternya, di mana terbuat dari antibodi burung unta.

Dijelaskan, ketika filter ditempatkan di bawah sinar UV, ia bakal bersinar dan hal itu menunjukkan telah terinfeksi oleh virus corona.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jepang Berencana Luncurkan Satelit Kayu
Proses pembuatannya, dimulai dengan menyuntikkan burung unta yang sangat tahan terhadap penyakit, sebelum mengekstrak antibodi dari kuning telur burung tersebut.

Kemudian, para ilmuwan mengikatnya ke filter di masker menggunakan asam polilaktat.

Menurut Yasuhiro Tsukamoto sebagai peneliti utama, inovasi ini dapat megidentifikasi orang yang terinfeksi COVID-19 yang tanpa gejala, sehingga membuatnya bisa ditangani lebih cepat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengungkap Terjemahan Kalender Suku Maya yang Dipakai Memprediksi Kiamat
Meski demikian, tidak dijelaskan lebih jauh apakah filter masker ini bakal dijual ke pasaran secara global atau tidak.

Namun, Tsukamoto berharap penemuan ini dapat diterapkan pada virus lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah peneliti dar Universitas Kyoto, Jepang, telah mengembangkan masker ajaib, ketika terifeksi COVID-19 akan bersinar.

Diolah dari Ubergizmo, Kamis (20/1/2022), keajaiban masker itu terletak pada filternya, di mana terbuat dari antibodi burung unta.

Dijelaskan, ketika filter ditempatkan di bawah sinar UV, ia bakal bersinar dan hal itu menunjukkan telah terinfeksi oleh virus corona.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jepang Berencana Luncurkan Satelit Kayu
Proses pembuatannya, dimulai dengan menyuntikkan burung unta yang sangat tahan terhadap penyakit, sebelum mengekstrak antibodi dari kuning telur burung tersebut.

Kemudian, para ilmuwan mengikatnya ke filter di masker menggunakan asam polilaktat.

Menurut Yasuhiro Tsukamoto sebagai peneliti utama, inovasi ini dapat megidentifikasi orang yang terinfeksi COVID-19 yang tanpa gejala, sehingga membuatnya bisa ditangani lebih cepat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengungkap Terjemahan Kalender Suku Maya yang Dipakai Memprediksi Kiamat
Meski demikian, tidak dijelaskan lebih jauh apakah filter masker ini bakal dijual ke pasaran secara global atau tidak.

Namun, Tsukamoto berharap penemuan ini dapat diterapkan pada virus lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
