<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Langka, Bintang Merah Raksasa Meledak di Luar Angkasa</title><description>Fenomena langka ini untuk pertama kalinya disaksikan secara langsung oleh para astronom.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/11/56/2530603/fenomena-langka-bintang-merah-raksasa-meledak-di-luar-angkasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/11/56/2530603/fenomena-langka-bintang-merah-raksasa-meledak-di-luar-angkasa"/><item><title>Fenomena Langka, Bintang Merah Raksasa Meledak di Luar Angkasa</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/11/56/2530603/fenomena-langka-bintang-merah-raksasa-meledak-di-luar-angkasa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/01/11/56/2530603/fenomena-langka-bintang-merah-raksasa-meledak-di-luar-angkasa</guid><pubDate>Selasa 11 Januari 2022 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/11/56/2530603/fenomena-langka-bintang-merah-raksasa-meledak-di-luar-angkasa-0dnTsC2Zec.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bintang merah raksasa meledak di luar angkasa (Foto: W.M Keck Observatory/Adam Makarenko)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/11/56/2530603/fenomena-langka-bintang-merah-raksasa-meledak-di-luar-angkasa-0dnTsC2Zec.jpg</image><title>Bintang merah raksasa meledak di luar angkasa (Foto: W.M Keck Observatory/Adam Makarenko)</title></images><description>JAKARTA - Bintang yang memancarkan cahaya merah dan berukuran raksasa meledak di luar angkasa. Fenomena langka ini untuk pertama kalinya disaksikan secara langsung oleh para astronom.

Dikutip dari Keck Observatory, Selasa (11/1/2022), temuan ini merupakan terobosan dalam memahami tentang fenomena bintang masif, khususnya beberapa saat sebelum hancur.

&quot;Deteksi langsung aktivitas pra-supernova di bintang raksasa merah belum pernah diamati sebelumnya. Untuk pertama kalinya, kami menyaksikan bintang super raksasa merah meledak!&quot; kata Peneliti Pascasarjana NSF di UC Berkeley dan penulis utama studi ini, Wynn Jacobson-Galan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengenal Lubang Hitam, Kuburan Bintang-Bintang
Pengamatannya sendiri, dilakukan dengan menggunakan teleskop Pan-STARRS di Maui, Hawaii. Para ilmuwan berhasil mendeteksinya pada musim panas 2020 berkat banyaknya cahaya yang dipancarkannya.

Kemudian, pada musim gugur ketika menjadi supernova, mereka melihat kilatan kuat menggunakan Keck Observatory's Low Resolution Imaging Spectrometer (LRIS).

Selain itu, mereka menangkap pula spektrum supernova pertama yang dikenal sebagai SN 2020tlf, hal itu menunjukkan bahwa bintang tersebut kemungkinan mengeluarkan sejumlah besar materi circumstellar padat tepat sebelum ledakan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bintang yang memancarkan cahaya merah dan berukuran raksasa meledak di luar angkasa. Fenomena langka ini untuk pertama kalinya disaksikan secara langsung oleh para astronom.

Dikutip dari Keck Observatory, Selasa (11/1/2022), temuan ini merupakan terobosan dalam memahami tentang fenomena bintang masif, khususnya beberapa saat sebelum hancur.

&quot;Deteksi langsung aktivitas pra-supernova di bintang raksasa merah belum pernah diamati sebelumnya. Untuk pertama kalinya, kami menyaksikan bintang super raksasa merah meledak!&quot; kata Peneliti Pascasarjana NSF di UC Berkeley dan penulis utama studi ini, Wynn Jacobson-Galan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengenal Lubang Hitam, Kuburan Bintang-Bintang
Pengamatannya sendiri, dilakukan dengan menggunakan teleskop Pan-STARRS di Maui, Hawaii. Para ilmuwan berhasil mendeteksinya pada musim panas 2020 berkat banyaknya cahaya yang dipancarkannya.

Kemudian, pada musim gugur ketika menjadi supernova, mereka melihat kilatan kuat menggunakan Keck Observatory's Low Resolution Imaging Spectrometer (LRIS).

Selain itu, mereka menangkap pula spektrum supernova pertama yang dikenal sebagai SN 2020tlf, hal itu menunjukkan bahwa bintang tersebut kemungkinan mengeluarkan sejumlah besar materi circumstellar padat tepat sebelum ledakan.</content:encoded></item></channel></rss>
