<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Pesawat Hipersonik China, Keliling Dunia Dalam Waktu 1 Jam Saja</title><description>Pesawat sepanjang 45 meter itu hampir sepertiga lebih besar dari Boeing 737.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/12/16/56/2517925/pesawat-hipersonik-china-keliling-dunia-dalam-waktu-1-jam-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/12/16/56/2517925/pesawat-hipersonik-china-keliling-dunia-dalam-waktu-1-jam-saja"/><item><title>   Pesawat Hipersonik China, Keliling Dunia Dalam Waktu 1 Jam Saja</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/12/16/56/2517925/pesawat-hipersonik-china-keliling-dunia-dalam-waktu-1-jam-saja</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/12/16/56/2517925/pesawat-hipersonik-china-keliling-dunia-dalam-waktu-1-jam-saja</guid><pubDate>Kamis 16 Desember 2021 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Intan Rakhmayanti Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/16/56/2517925/pesawat-hipersonik-china-keliling-dunia-dalam-waktu-1-jam-saja-UjRscIRaR8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat hipersonik (Foto: Dailymail)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/16/56/2517925/pesawat-hipersonik-china-keliling-dunia-dalam-waktu-1-jam-saja-UjRscIRaR8.jpg</image><title>Pesawat hipersonik (Foto: Dailymail)</title></images><description>CHINA sedang membangun pesawat hipersonik 12.000 mph. Pesawat ini kabarnya mampu membawa 10 penumpang kemana saja di dunia hanya dalam waktu satu jam.

Pesawat sepanjang 45 meter itu hampir sepertiga lebih besar dari Boeing 737 dan memiliki sayap delta yang mirip dengan Concorde, tapi dengan ujung mengarah ke atas.
&amp;nbsp;
Mengutip laman Daily Mail, Kamis (16/12/2021), pesawat akan mampu lebih cepat dari lima kali kecepatan suara berkat desainnya yang kompleks.

Para pejabat setempat bertujuan untuk memiliki armada pesawat pada akhir 2035 dan memperluas kapasitas pesawat untuk membawa 100 penumpang pada 2045.

Prototipenya terungkap dalam sebuah studi oleh para ilmuwan luar angkasa China yang terlibat dalam misi Mars dan bulan di negara tersebut.

Mereka mendasarkan desain pesawat pada Boeing Manta X-47C, yang merupakan bagian dari proyek yang ditinggalkan oleh NASA pada 2000 silam karena terlalu mahal.

Ming Han Tang, mantan insinyur program hipersonik NASA, merancang teknologi pesawat X Two-Stage Vehicle (TSV) yang menggunakan dua mesin terpisah tanpa bagian yang bergerak di setiap sisi pesawat.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Journal of Propulsion Technology, tim mengatakan bahwa sementara prototipe mungkin tidak mencapai produksi. Dan dengan memahami mekanisme kerjanya dapat memberikan panduan penting untuk pesawat hipersonik dan pengembangan mesin.'
&amp;nbsp;Baca juga: Pesawat Bakal Sering Turbulensi Karena Perubahan Iklim di Masa Depan

Insinyur menggunakan model aerodinamis baru, yang terbukti efektif dalam misi luar angkasa terbaru China, untuk melihat seberapa baik kinerja pesawat di ketinggian.

</description><content:encoded>CHINA sedang membangun pesawat hipersonik 12.000 mph. Pesawat ini kabarnya mampu membawa 10 penumpang kemana saja di dunia hanya dalam waktu satu jam.

Pesawat sepanjang 45 meter itu hampir sepertiga lebih besar dari Boeing 737 dan memiliki sayap delta yang mirip dengan Concorde, tapi dengan ujung mengarah ke atas.
&amp;nbsp;
Mengutip laman Daily Mail, Kamis (16/12/2021), pesawat akan mampu lebih cepat dari lima kali kecepatan suara berkat desainnya yang kompleks.

Para pejabat setempat bertujuan untuk memiliki armada pesawat pada akhir 2035 dan memperluas kapasitas pesawat untuk membawa 100 penumpang pada 2045.

Prototipenya terungkap dalam sebuah studi oleh para ilmuwan luar angkasa China yang terlibat dalam misi Mars dan bulan di negara tersebut.

Mereka mendasarkan desain pesawat pada Boeing Manta X-47C, yang merupakan bagian dari proyek yang ditinggalkan oleh NASA pada 2000 silam karena terlalu mahal.

Ming Han Tang, mantan insinyur program hipersonik NASA, merancang teknologi pesawat X Two-Stage Vehicle (TSV) yang menggunakan dua mesin terpisah tanpa bagian yang bergerak di setiap sisi pesawat.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Journal of Propulsion Technology, tim mengatakan bahwa sementara prototipe mungkin tidak mencapai produksi. Dan dengan memahami mekanisme kerjanya dapat memberikan panduan penting untuk pesawat hipersonik dan pengembangan mesin.'
&amp;nbsp;Baca juga: Pesawat Bakal Sering Turbulensi Karena Perubahan Iklim di Masa Depan

Insinyur menggunakan model aerodinamis baru, yang terbukti efektif dalam misi luar angkasa terbaru China, untuk melihat seberapa baik kinerja pesawat di ketinggian.

</content:encoded></item></channel></rss>
