<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Warga Tangerang Protes Pemetaan yang Dilakukan Google Street View</title><description>Perbuatan Google Street View dan Google Maps tersebut melanggar privasinya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/10/25/57/2491259/viral-warga-tangerang-protes-pemetaan-yang-dilakukan-google-street-view</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/10/25/57/2491259/viral-warga-tangerang-protes-pemetaan-yang-dilakukan-google-street-view"/><item><title>Viral Warga Tangerang Protes Pemetaan yang Dilakukan Google Street View</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/10/25/57/2491259/viral-warga-tangerang-protes-pemetaan-yang-dilakukan-google-street-view</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/10/25/57/2491259/viral-warga-tangerang-protes-pemetaan-yang-dilakukan-google-street-view</guid><pubDate>Senin 25 Oktober 2021 12:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dyah Ratna Meta Novia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/25/57/2491259/viral-warga-tangerang-protes-pemetaan-yang-dilakukan-google-street-view-bVH0FVvG3b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil Google Street View (Foto: University of west florida)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/25/57/2491259/viral-warga-tangerang-protes-pemetaan-yang-dilakukan-google-street-view-bVH0FVvG3b.jpg</image><title>Mobil Google Street View (Foto: University of west florida)</title></images><description>VIRAL di Twitter seorang warga Kabupaten Tangerang, Khairul Anam memprotes upaya pemetaan yang dilakukan Google Street View dan Google Maps di wilayah perumahannya.

Menurut @maskhairulanam, perbuatan Google Street View dan Google Maps tersebut melanggar privasinya.

&quot;Eh tadi warga kompleks ngabarin di grup kalau detil komplek kita nongol di maps @googleindonesia. Lengkap dengan tampang gw yang koloran pas lagi nyamperin mobil rekanan google. #GoogleLanggarPrivasi,&quot; ujar @maskhairulanam.
&amp;nbsp;
Ia mengisahkan, peristiwa ini terjadi saat sebuah mobil di bagian atapnya dipasang kamera tripod tiba-tiba datang ke kompleks perumahaan pada Maret 2021 lalu. Dia dan tetangganya lalu mendatangi sang sopir.

Ia juga menanyakan izin pemetaan di kompleks perumahan di Tangerang itu. Sang sopir kemudian menyodorkan sebuah surat yang isinya merupakan endorse.

&quot;Pas tau ada yang nggak beres, kita minta petugas lapangan rekanan @googleindonesia untuk hapus hasil pemetaannya dari komplek gw. Dia janji mau hapus karena sadar komplek gw bukan jalan publik. #GoogleLanggarPrivasi,&quot; cuitnya lagi.

Menanggapi hal itu seorang netizen, @WisnuKumoro meminta tanggapan Kominfo. &quot;@kemkominfo, kalau kejadiannya seperti ini, lalu bagaimana ya?&quot;

Sementara itu @lovenload mengatakan, &quot;Setuju sih. Google map okelah. Google street lain hal. Udah ada korban doxing pakai gogstreet. Warganet belum paham bahayanya.&quot;

</description><content:encoded>VIRAL di Twitter seorang warga Kabupaten Tangerang, Khairul Anam memprotes upaya pemetaan yang dilakukan Google Street View dan Google Maps di wilayah perumahannya.

Menurut @maskhairulanam, perbuatan Google Street View dan Google Maps tersebut melanggar privasinya.

&quot;Eh tadi warga kompleks ngabarin di grup kalau detil komplek kita nongol di maps @googleindonesia. Lengkap dengan tampang gw yang koloran pas lagi nyamperin mobil rekanan google. #GoogleLanggarPrivasi,&quot; ujar @maskhairulanam.
&amp;nbsp;
Ia mengisahkan, peristiwa ini terjadi saat sebuah mobil di bagian atapnya dipasang kamera tripod tiba-tiba datang ke kompleks perumahaan pada Maret 2021 lalu. Dia dan tetangganya lalu mendatangi sang sopir.

Ia juga menanyakan izin pemetaan di kompleks perumahan di Tangerang itu. Sang sopir kemudian menyodorkan sebuah surat yang isinya merupakan endorse.

&quot;Pas tau ada yang nggak beres, kita minta petugas lapangan rekanan @googleindonesia untuk hapus hasil pemetaannya dari komplek gw. Dia janji mau hapus karena sadar komplek gw bukan jalan publik. #GoogleLanggarPrivasi,&quot; cuitnya lagi.

Menanggapi hal itu seorang netizen, @WisnuKumoro meminta tanggapan Kominfo. &quot;@kemkominfo, kalau kejadiannya seperti ini, lalu bagaimana ya?&quot;

Sementara itu @lovenload mengatakan, &quot;Setuju sih. Google map okelah. Google street lain hal. Udah ada korban doxing pakai gogstreet. Warganet belum paham bahayanya.&quot;

</content:encoded></item></channel></rss>
