<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Harga Suku Cadang Mobil Makin Lama Kian Mahal?</title><description>Suku cadang mobil harganya naik tiap tahun, kenapa ya?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/10/15/52/2486842/kenapa-harga-suku-cadang-mobil-makin-lama-kian-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/10/15/52/2486842/kenapa-harga-suku-cadang-mobil-makin-lama-kian-mahal"/><item><title>Kenapa Harga Suku Cadang Mobil Makin Lama Kian Mahal?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/10/15/52/2486842/kenapa-harga-suku-cadang-mobil-makin-lama-kian-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/10/15/52/2486842/kenapa-harga-suku-cadang-mobil-makin-lama-kian-mahal</guid><pubDate>Jum'at 15 Oktober 2021 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Bertold Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/15/52/2486842/kenapa-harga-suku-cadang-mobil-makin-lama-kian-mahal-zRHuR8krzT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mesin mobil (Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/15/52/2486842/kenapa-harga-suku-cadang-mobil-makin-lama-kian-mahal-zRHuR8krzT.jpg</image><title>Ilustrasi mesin mobil (Istimewa)</title></images><description>SEIRING berjalannya waktu  hadirnya mobil baru membuat harga yang ditawarkan juga semakin kian mahal. Tidak hanya harga yang dibanderolnya saja, tetapi juga spartpart atau suku cadang yang dihadirkan memiliki kenaikan harga.
Hal ini ditelusuri oleh sebuah laporan baru dari Asosiasi Asuransi Jerman menunjukkan bahwa hal yang sama berlaku pada tingkat yang lebih tinggi untuk suku cadang, karena harganya telah meningkat sebesar 44 persen sejak 2013.
Baca juga:&amp;nbsp;Pandemi COVID-19, Suzuki Pastikan Stok Suku Cadang Aman
Dilansir dari Carscoops, pasar suku cadang digambarkan sebagai &amp;ldquo;kuasi-monopoli&amp;rdquo;, yang berarti bahwa sejumlah kecil pemasok besar yang terlibat tidak memiliki insentif untuk menurunkan harga, hal itu disebabkan  tidak ada banyak persaingan di antara mereka.

Selain itu pabrikan mobil juga telah mematenkan desain eksterior model mereka sehingga sangat sulit bagi perusahaan pihak ketiga untuk memproduksi  alternatif yang lebih terjangka dan ekonomis.
Baca juga:&amp;nbsp;Kembangkan Robotaxis, Toyota Jalin Kerjasama dengan Aurora dan Denso
Maka dari itu dengan demikian, bengkel dan individu dipaksa untuk membeli komponen dan suku cadang asli dengan harga yang ditentukan oleh pihak pabrikan dengan harga yang tidak stabil. Hal tersebut disebabkan karena sewaktu-waktu harga suatu suku cadang juga dapat berubah
Seperti dikutip dari Automobilwoche, Asosiasi Asuransi Jerman mengklaim bahwa harga naik rata-rata enam persen setiap tahun, dengan harga gril radiator serta perintilan kecil  sembilan persen lebih mahal.
Ini mungkin tidak terdengar begitu dramatis. Akan  tetapi tren ini sedang berlangsung dan secara tidak langsung  membuat perbedaan besar dalam biaya perbaikan.
Seperti halnya pada tahun 2013 dan 2021, harga suku cadang mobil di Jerman naik rata-rata 44 persen, sementara inflasi selama periode yang sama tercatat 13 persen.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xNC8xLzE0MDQwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, harga tutup bagasi menjadi 60 persen lebih mahal sementara lampu belakang yang mendapat markup sebesar 67 persen dalam delapan tahun terakhir.
Selain itu, menurut Asosiasi Asuransi Jerman, rata-rata biaya kerusakan pada mobil untuk perusahaan asuransi adalah $3.586 setara Rp 50 jutaan pada 2020. Harga tersebut lebih tinggi  dan terjadi kenaikan sebesar $810 atau Rp 11 juta ketimbang  merupakan tahun 2013 silam.
</description><content:encoded>SEIRING berjalannya waktu  hadirnya mobil baru membuat harga yang ditawarkan juga semakin kian mahal. Tidak hanya harga yang dibanderolnya saja, tetapi juga spartpart atau suku cadang yang dihadirkan memiliki kenaikan harga.
Hal ini ditelusuri oleh sebuah laporan baru dari Asosiasi Asuransi Jerman menunjukkan bahwa hal yang sama berlaku pada tingkat yang lebih tinggi untuk suku cadang, karena harganya telah meningkat sebesar 44 persen sejak 2013.
Baca juga:&amp;nbsp;Pandemi COVID-19, Suzuki Pastikan Stok Suku Cadang Aman
Dilansir dari Carscoops, pasar suku cadang digambarkan sebagai &amp;ldquo;kuasi-monopoli&amp;rdquo;, yang berarti bahwa sejumlah kecil pemasok besar yang terlibat tidak memiliki insentif untuk menurunkan harga, hal itu disebabkan  tidak ada banyak persaingan di antara mereka.

Selain itu pabrikan mobil juga telah mematenkan desain eksterior model mereka sehingga sangat sulit bagi perusahaan pihak ketiga untuk memproduksi  alternatif yang lebih terjangka dan ekonomis.
Baca juga:&amp;nbsp;Kembangkan Robotaxis, Toyota Jalin Kerjasama dengan Aurora dan Denso
Maka dari itu dengan demikian, bengkel dan individu dipaksa untuk membeli komponen dan suku cadang asli dengan harga yang ditentukan oleh pihak pabrikan dengan harga yang tidak stabil. Hal tersebut disebabkan karena sewaktu-waktu harga suatu suku cadang juga dapat berubah
Seperti dikutip dari Automobilwoche, Asosiasi Asuransi Jerman mengklaim bahwa harga naik rata-rata enam persen setiap tahun, dengan harga gril radiator serta perintilan kecil  sembilan persen lebih mahal.
Ini mungkin tidak terdengar begitu dramatis. Akan  tetapi tren ini sedang berlangsung dan secara tidak langsung  membuat perbedaan besar dalam biaya perbaikan.
Seperti halnya pada tahun 2013 dan 2021, harga suku cadang mobil di Jerman naik rata-rata 44 persen, sementara inflasi selama periode yang sama tercatat 13 persen.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xNC8xLzE0MDQwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, harga tutup bagasi menjadi 60 persen lebih mahal sementara lampu belakang yang mendapat markup sebesar 67 persen dalam delapan tahun terakhir.
Selain itu, menurut Asosiasi Asuransi Jerman, rata-rata biaya kerusakan pada mobil untuk perusahaan asuransi adalah $3.586 setara Rp 50 jutaan pada 2020. Harga tersebut lebih tinggi  dan terjadi kenaikan sebesar $810 atau Rp 11 juta ketimbang  merupakan tahun 2013 silam.
</content:encoded></item></channel></rss>
