<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbaiki Fitur Keamanan, Facebook Sudah Habiskan Rp185 Triliun   </title><description>Saat ini perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu memiliki 40.000 karyawan yang menangani masalah tersebut.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/09/23/57/2475723/perbaiki-fitur-keamanan-facebook-sudah-habiskan-rp185-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/09/23/57/2475723/perbaiki-fitur-keamanan-facebook-sudah-habiskan-rp185-triliun"/><item><title>Perbaiki Fitur Keamanan, Facebook Sudah Habiskan Rp185 Triliun   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/09/23/57/2475723/perbaiki-fitur-keamanan-facebook-sudah-habiskan-rp185-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/09/23/57/2475723/perbaiki-fitur-keamanan-facebook-sudah-habiskan-rp185-triliun</guid><pubDate>Kamis 23 September 2021 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Intan Rakhmayanti Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/23/57/2475723/perbaiki-fitur-keamanan-facebook-sudah-habiskan-rp185-triliun-NhvTSktrdy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/23/57/2475723/perbaiki-fitur-keamanan-facebook-sudah-habiskan-rp185-triliun-NhvTSktrdy.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>FITUR keamanan memang menjadi salah satu hal yang paling penting dalam sebuah aplikasi atau situs. Banyak aplikasi atau situs mengalami pembobolan data yang menyebabkan para penggunanya mengalami kerugian.

Tidak heran, jika raksasa Facebook akhirnya mengucurkan dana lebih dari USD13 miliar atau sekira Rp185,3 triliun guna memperbaiki fitur keamanan mereka sejak 2016. Saat ini perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu memiliki 40.000 karyawan yang menangani masalah tersebut.

Jumlah karyawan di bagian keselamatan dan keamanan itu termasuk kontraktor luar yang fokus pada moderasi konten, kata seorang juru bicara Facebook, dikutip dari Bloomberg, Kamis (23/9/2021).

Facebook menggunakan angka-angka tersebut sebagai contoh terkait bagaimana perusahaan mengatasi masalah yang ada di Facebook dan Instagram. Sebagian besar laporan Facebook ini merupakan respons atas tudingan dari Wall Street Journal.

Mereka menggunakan dokumen yang bocor untuk menunjukkan bahwa meskipun investasi besar, Facebook berjuang untuk memerangi segudang masalah serius, termasuk misinformasi Covid-19 dan perdagangan manusia ilegal.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa peneliti internal Facebook sering mengidentifikasi masalah serius, seperti konten yang tidak pantas atau perilaku pengguna pada layanan perusahaan, tetapi Facebook gagal memperbaikinya.
Atas mencuatnya kabar ini, mendorong  anggota parlemen AS untuk  penyelidikan dan kemungkinan dengar pendapat tentang masalah tersebut.

Facebook mengatakan meskipun mereka responsif terhadap masalah di  platform, perusahaan juga mencoba untuk lebih proaktif dengan  menempatkan karyawan keselamatan dan keamanan dalam tim produk selama  proses pengembangan.

Facebook juga membagikan statistik baru seputar perpustakaan iklan  politik globalnya, sebuah arsip tempat orang dapat mencari iklan politik  yang berjalan di Facebook atau aplikasi berbagi foto Instagram.

Facebook mengatakan 3 juta orang menggunakan fitur iklan setiap  bulan, dan perusahaan menolak 3,5 juta pengiriman iklan politik atau  sosial selama enam bulan pertama tahun 2021 karena gagal memberikan  informasi yang tepat.
</description><content:encoded>FITUR keamanan memang menjadi salah satu hal yang paling penting dalam sebuah aplikasi atau situs. Banyak aplikasi atau situs mengalami pembobolan data yang menyebabkan para penggunanya mengalami kerugian.

Tidak heran, jika raksasa Facebook akhirnya mengucurkan dana lebih dari USD13 miliar atau sekira Rp185,3 triliun guna memperbaiki fitur keamanan mereka sejak 2016. Saat ini perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu memiliki 40.000 karyawan yang menangani masalah tersebut.

Jumlah karyawan di bagian keselamatan dan keamanan itu termasuk kontraktor luar yang fokus pada moderasi konten, kata seorang juru bicara Facebook, dikutip dari Bloomberg, Kamis (23/9/2021).

Facebook menggunakan angka-angka tersebut sebagai contoh terkait bagaimana perusahaan mengatasi masalah yang ada di Facebook dan Instagram. Sebagian besar laporan Facebook ini merupakan respons atas tudingan dari Wall Street Journal.

Mereka menggunakan dokumen yang bocor untuk menunjukkan bahwa meskipun investasi besar, Facebook berjuang untuk memerangi segudang masalah serius, termasuk misinformasi Covid-19 dan perdagangan manusia ilegal.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa peneliti internal Facebook sering mengidentifikasi masalah serius, seperti konten yang tidak pantas atau perilaku pengguna pada layanan perusahaan, tetapi Facebook gagal memperbaikinya.
Atas mencuatnya kabar ini, mendorong  anggota parlemen AS untuk  penyelidikan dan kemungkinan dengar pendapat tentang masalah tersebut.

Facebook mengatakan meskipun mereka responsif terhadap masalah di  platform, perusahaan juga mencoba untuk lebih proaktif dengan  menempatkan karyawan keselamatan dan keamanan dalam tim produk selama  proses pengembangan.

Facebook juga membagikan statistik baru seputar perpustakaan iklan  politik globalnya, sebuah arsip tempat orang dapat mencari iklan politik  yang berjalan di Facebook atau aplikasi berbagi foto Instagram.

Facebook mengatakan 3 juta orang menggunakan fitur iklan setiap  bulan, dan perusahaan menolak 3,5 juta pengiriman iklan politik atau  sosial selama enam bulan pertama tahun 2021 karena gagal memberikan  informasi yang tepat.
</content:encoded></item></channel></rss>
