<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waktu Bermain Game di China Dibatasi 3 Jam Sepekan, Industri Esport Diprediksi Bakal Merosot   </title><description>Industri esport China diprediksi bakal merosot, menyusul kebijakan pemerintah Negeri Tirai Bambu itu membatasi waktu bermain game</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/09/07/57/2467449/waktu-bermain-game-di-china-dibatasi-3-jam-sepekan-industri-esport-diprediksi-bakal-merosot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/09/07/57/2467449/waktu-bermain-game-di-china-dibatasi-3-jam-sepekan-industri-esport-diprediksi-bakal-merosot"/><item><title>Waktu Bermain Game di China Dibatasi 3 Jam Sepekan, Industri Esport Diprediksi Bakal Merosot   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/09/07/57/2467449/waktu-bermain-game-di-china-dibatasi-3-jam-sepekan-industri-esport-diprediksi-bakal-merosot</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/09/07/57/2467449/waktu-bermain-game-di-china-dibatasi-3-jam-sepekan-industri-esport-diprediksi-bakal-merosot</guid><pubDate>Selasa 07 September 2021 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Sazili Mustofa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/07/57/2467449/waktu-bermain-game-di-china-dibatasi-3-jam-sepekan-industri-esport-diprediksi-bakal-merosot-3EMv6t3UuM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Remaja di China bermain game.(Foto:Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/07/57/2467449/waktu-bermain-game-di-china-dibatasi-3-jam-sepekan-industri-esport-diprediksi-bakal-merosot-3EMv6t3UuM.jpg</image><title>Remaja di China bermain game.(Foto:Antara)</title></images><description>JAKARTA - Industri esport China diprediksi bakal merosot, menyusul kebijakan pemerintah Negeri Tirai Bambu itu membatasi waktu bermain game. China membatasi bermain game hanya 3 jam dalam sepekan, untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Sebelumnya, peraturan telah berlaku sejak akhir 2019 dengan waktu pembatasan 1,5 jam pada hari biasa dan tiga jam pada akhir pekan untuk&amp;nbsp;gamer&amp;nbsp;di bawah umur.
&amp;ldquo;Peraturan baru hampir memperkecil peluang kaum muda untuk menjadi pemain&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;profesional,&amp;rdquo; kata profesor di Sekolah Teknik Elektronik dan Ilmu Komputer Universitas Peking, Chen Jiang, dikutip dari&amp;nbsp;Reuters&amp;nbsp;pada Selasa (7/9/2021) dilansir Antara.
Pihak berwenang China belum membahas dampak signifikan aturan baru pada industri&amp;nbsp;esports, tetapi Chen mengatakan pemerintah memiliki kelonggaran dan memberikan pengecualian kepada beberapa pemain&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;muda.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hary Tanoesoedibjo Sambut Baik Kerja Sama PT Esports Star Indonesia dengan Garena Indonesia
&amp;ldquo;Negara masih bisa memperkenalkan kebijakan yang sesuai,&amp;rdquo; katanya.
China adalah pasar&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;terbesar di dunia dengan perkiraan lebih dari 5.000 tim, namun aturan baru pemerintah yang bertujuan untuk mencegah kecanduan&amp;nbsp;game&amp;nbsp;dinilai akan membuat karier pemain muda&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;terhambat.
Seorang eksekutif di klub besar&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;China mengatakan aturan baru akan membuat talenta berbakat kehilangan kesempatan untuk ditemukan.
&amp;ldquo;Pemain top sejati biasanya berbakat dan tidak harus bermain berjam-jam sebelum bergabung dengan klub. Yang lain pada akhirnya bisa sangat bagus tetapi mereka membutuhkan banyak latihan untuk sampai ke sana,&amp;rdquo; kata eksekutif tersebut kepada&amp;nbsp;Reuters&amp;nbsp;yang menolak untuk disebutkan namanya.
Rogue Warriors, klub&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;dengan 90 pemain, menolak memberi komentar lebih jauh mengenai dampak yang diperkirakan dari aturan baru tersebut.
Pemain&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;yang unggul biasanya ditemukan pada usia remaja dan pensiun pada usia pertengahan 20-an. Para ahli membandingkan intensitas pelatihan atlet&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;dengan pesenam dan penyelam Olimpiade.
Sebagai contoh, salah satu pemain &quot;League of Legends&quot; yang paling terkenal di dunia, Wu Hanwei, mulai bermain pada usia 14 tahun dan bergabung dengan klub pada usia 16 tahun.
Berdasarkan&amp;nbsp;People's Daily, penggemar&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;China diperkirakan berjumlah lebih dari 400 juta. Sementara menurut konsultan China iResearch, pasar&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;domestik bernilai sekitar 147 miliar yuan atau sekitar Rp323 triliun pada tahun lalu.
Aturan pembatasan baru ini bukanlah undang-undang yang dapat menghukum individu tetapi menempatkan tanggung jawab pada perusahaan&amp;nbsp;game&amp;nbsp;untuk mewajibkan&amp;nbsp;gamer&amp;nbsp;menggunakan kartu identitas saat mendaftar&amp;nbsp;game online.
Para ahli mencatat bahwa remaja China masih dapat menghindari aturan jika mereka mendapat dukungan dari orang tua dan menggunakan akses masuk milik orang dewasa.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri esport China diprediksi bakal merosot, menyusul kebijakan pemerintah Negeri Tirai Bambu itu membatasi waktu bermain game. China membatasi bermain game hanya 3 jam dalam sepekan, untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Sebelumnya, peraturan telah berlaku sejak akhir 2019 dengan waktu pembatasan 1,5 jam pada hari biasa dan tiga jam pada akhir pekan untuk&amp;nbsp;gamer&amp;nbsp;di bawah umur.
&amp;ldquo;Peraturan baru hampir memperkecil peluang kaum muda untuk menjadi pemain&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;profesional,&amp;rdquo; kata profesor di Sekolah Teknik Elektronik dan Ilmu Komputer Universitas Peking, Chen Jiang, dikutip dari&amp;nbsp;Reuters&amp;nbsp;pada Selasa (7/9/2021) dilansir Antara.
Pihak berwenang China belum membahas dampak signifikan aturan baru pada industri&amp;nbsp;esports, tetapi Chen mengatakan pemerintah memiliki kelonggaran dan memberikan pengecualian kepada beberapa pemain&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;muda.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hary Tanoesoedibjo Sambut Baik Kerja Sama PT Esports Star Indonesia dengan Garena Indonesia
&amp;ldquo;Negara masih bisa memperkenalkan kebijakan yang sesuai,&amp;rdquo; katanya.
China adalah pasar&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;terbesar di dunia dengan perkiraan lebih dari 5.000 tim, namun aturan baru pemerintah yang bertujuan untuk mencegah kecanduan&amp;nbsp;game&amp;nbsp;dinilai akan membuat karier pemain muda&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;terhambat.
Seorang eksekutif di klub besar&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;China mengatakan aturan baru akan membuat talenta berbakat kehilangan kesempatan untuk ditemukan.
&amp;ldquo;Pemain top sejati biasanya berbakat dan tidak harus bermain berjam-jam sebelum bergabung dengan klub. Yang lain pada akhirnya bisa sangat bagus tetapi mereka membutuhkan banyak latihan untuk sampai ke sana,&amp;rdquo; kata eksekutif tersebut kepada&amp;nbsp;Reuters&amp;nbsp;yang menolak untuk disebutkan namanya.
Rogue Warriors, klub&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;dengan 90 pemain, menolak memberi komentar lebih jauh mengenai dampak yang diperkirakan dari aturan baru tersebut.
Pemain&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;yang unggul biasanya ditemukan pada usia remaja dan pensiun pada usia pertengahan 20-an. Para ahli membandingkan intensitas pelatihan atlet&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;dengan pesenam dan penyelam Olimpiade.
Sebagai contoh, salah satu pemain &quot;League of Legends&quot; yang paling terkenal di dunia, Wu Hanwei, mulai bermain pada usia 14 tahun dan bergabung dengan klub pada usia 16 tahun.
Berdasarkan&amp;nbsp;People's Daily, penggemar&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;China diperkirakan berjumlah lebih dari 400 juta. Sementara menurut konsultan China iResearch, pasar&amp;nbsp;esports&amp;nbsp;domestik bernilai sekitar 147 miliar yuan atau sekitar Rp323 triliun pada tahun lalu.
Aturan pembatasan baru ini bukanlah undang-undang yang dapat menghukum individu tetapi menempatkan tanggung jawab pada perusahaan&amp;nbsp;game&amp;nbsp;untuk mewajibkan&amp;nbsp;gamer&amp;nbsp;menggunakan kartu identitas saat mendaftar&amp;nbsp;game online.
Para ahli mencatat bahwa remaja China masih dapat menghindari aturan jika mereka mendapat dukungan dari orang tua dan menggunakan akses masuk milik orang dewasa.</content:encoded></item></channel></rss>
