<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejak Pandemi, Gen Z Lebih Suka Kencan Online</title><description>Aplikasi kencan daring Tinder mencatat, dunia kencan ikut berubah drastis sejak pandemi Covid-19.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/08/12/57/2454485/sejak-pandemi-gen-z-lebih-suka-kencan-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/08/12/57/2454485/sejak-pandemi-gen-z-lebih-suka-kencan-online"/><item><title>Sejak Pandemi, Gen Z Lebih Suka Kencan Online</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/08/12/57/2454485/sejak-pandemi-gen-z-lebih-suka-kencan-online</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/08/12/57/2454485/sejak-pandemi-gen-z-lebih-suka-kencan-online</guid><pubDate>Kamis 12 Agustus 2021 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Dyah Ratna Meta Novia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/12/57/2454485/sejak-pandemi-gen-z-lebih-suka-kencan-online-DgxKaX7dFx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kencan online (Foto: Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/12/57/2454485/sejak-pandemi-gen-z-lebih-suka-kencan-online-DgxKaX7dFx.jpg</image><title>Kencan online (Foto: Unsplash)</title></images><description>RUPANYA pandemi ikut mengubah kebiasaan kencan karena orang-orang sulit berinteraksi satu sama lain demi mengurangi risiko penularan virus corona.

Aplikasi kencan online Tinder mencatat, dunia kencan ikut berubah drastis sejak pandemi Covid-19. Tinder mengatakan, percakapan berlangsung 32 persen lebih lama selama pandemi.
&amp;nbsp;
Selain itu, Gen Z mulai beralih ke video chat. Hampir setengah dari pengguna Tinder melakukan video chat dengan match mereka selama pandemi. Sebanyak 40 persen berencana terus memakai video chat untuk mengenal orang-orang baru bahkan setelah pandemi berlalu.

Tinder juga memprediksi gambaran masa depan kencan di masa mendatang.

Pertama, orang akan lebih jujur &amp;#8203;&amp;#8203;dan otentik dalam berkencan. Pandemi memberikan pandangan baru mengenai berbagai hal bagi banyak orang.

Pengguna Tinder pun menjadi lebih jujur &amp;#8203;&amp;#8203;dan terbuka tentang siapa mereka, penampilan mereka, dan apa yang sedang mereka rasakan. Ekspresi ini disampaikan lewat bio pengguna Tinder dengan tulisan &quot;anxiety&quot; dan &quot;normalize&quot;, yang tumbuh signifikan di Tinder selama pandemi. &quot;Anxiety&quot; lebih banyak ditulis 31 persen; &quot;normalize&quot; ditulis 15 kali lebih banyak.

Kedua, batasan akan jadi lebih transparan. Pandemi juga mendorong diskusi mengenai batasan ruang pribadi menjadi lebih marak.

Pengguna Tinder menggunakan bio mereka untuk memperjelas ekspektasi mereka: kata-kata &quot;pakai masker&quot; atau &quot;wear a mask&quot; 100x lipat lebih banyak dipakai selama pandemi, &quot;batasan&quot; atau &quot;boundaries&quot; digunakan 19 persen lebih banyak dari sebelumnya, dan istilah &quot;kesediaan&quot; atau &quot;consent&quot; juga naik 11 persen.

Praktik itu akan membuat percakapan tentang &quot;kesediaan&quot; atau &quot;consent&quot; menjadi lebih umum dan nyaman di masa mendatang.

Ketiga, lebih banyak orang ingin &quot;kita jalani dulu saja&quot;. Dalam survei pengguna Tinder yang dilakukan baru-baru ini, pengguna yang mencari pasangan kencan dengan status &quot;tidak mencari jenis hubungan tertentu&quot; naik hampir 50 persen.

Jadi, alih-alih pandemi mendorong keinginan mereka untuk menikah, generasi berikutnya justru akan berpikir lebih ke arah &amp;ldquo;jalani dulu aja&amp;rdquo; dan mencari hubungan yang lebih terbuka.

Seperti dilansir dari Antara, keempat, kencan digital akan tetap menjadi bagian dari &amp;ldquo;new normal&amp;rdquo;. Karena kontak langsung masih berisiko, orang beralih ke pengalaman virtual untuk terhubung dengan orang lain.

Dan meskipun saat ini kontak langsung sudah mulai dilakukan kalau memang sangat penting, namun kencan digital akan tetap ada.

Menurut survei Tinder baru-baru ini, mereka yang telah mencoba kencan digital merasa lebih santai saat berusaha kenal lebih jauh dengan pasangan kencannya, dan 40 persen pengguna Gen Z di Tinder mengaku bahwa mereka akan terus melakukan kencan online, bahkan saat tempat kencan favorit mereka telah dibuka kembali.



</description><content:encoded>RUPANYA pandemi ikut mengubah kebiasaan kencan karena orang-orang sulit berinteraksi satu sama lain demi mengurangi risiko penularan virus corona.

Aplikasi kencan online Tinder mencatat, dunia kencan ikut berubah drastis sejak pandemi Covid-19. Tinder mengatakan, percakapan berlangsung 32 persen lebih lama selama pandemi.
&amp;nbsp;
Selain itu, Gen Z mulai beralih ke video chat. Hampir setengah dari pengguna Tinder melakukan video chat dengan match mereka selama pandemi. Sebanyak 40 persen berencana terus memakai video chat untuk mengenal orang-orang baru bahkan setelah pandemi berlalu.

Tinder juga memprediksi gambaran masa depan kencan di masa mendatang.

Pertama, orang akan lebih jujur &amp;#8203;&amp;#8203;dan otentik dalam berkencan. Pandemi memberikan pandangan baru mengenai berbagai hal bagi banyak orang.

Pengguna Tinder pun menjadi lebih jujur &amp;#8203;&amp;#8203;dan terbuka tentang siapa mereka, penampilan mereka, dan apa yang sedang mereka rasakan. Ekspresi ini disampaikan lewat bio pengguna Tinder dengan tulisan &quot;anxiety&quot; dan &quot;normalize&quot;, yang tumbuh signifikan di Tinder selama pandemi. &quot;Anxiety&quot; lebih banyak ditulis 31 persen; &quot;normalize&quot; ditulis 15 kali lebih banyak.

Kedua, batasan akan jadi lebih transparan. Pandemi juga mendorong diskusi mengenai batasan ruang pribadi menjadi lebih marak.

Pengguna Tinder menggunakan bio mereka untuk memperjelas ekspektasi mereka: kata-kata &quot;pakai masker&quot; atau &quot;wear a mask&quot; 100x lipat lebih banyak dipakai selama pandemi, &quot;batasan&quot; atau &quot;boundaries&quot; digunakan 19 persen lebih banyak dari sebelumnya, dan istilah &quot;kesediaan&quot; atau &quot;consent&quot; juga naik 11 persen.

Praktik itu akan membuat percakapan tentang &quot;kesediaan&quot; atau &quot;consent&quot; menjadi lebih umum dan nyaman di masa mendatang.

Ketiga, lebih banyak orang ingin &quot;kita jalani dulu saja&quot;. Dalam survei pengguna Tinder yang dilakukan baru-baru ini, pengguna yang mencari pasangan kencan dengan status &quot;tidak mencari jenis hubungan tertentu&quot; naik hampir 50 persen.

Jadi, alih-alih pandemi mendorong keinginan mereka untuk menikah, generasi berikutnya justru akan berpikir lebih ke arah &amp;ldquo;jalani dulu aja&amp;rdquo; dan mencari hubungan yang lebih terbuka.

Seperti dilansir dari Antara, keempat, kencan digital akan tetap menjadi bagian dari &amp;ldquo;new normal&amp;rdquo;. Karena kontak langsung masih berisiko, orang beralih ke pengalaman virtual untuk terhubung dengan orang lain.

Dan meskipun saat ini kontak langsung sudah mulai dilakukan kalau memang sangat penting, namun kencan digital akan tetap ada.

Menurut survei Tinder baru-baru ini, mereka yang telah mencoba kencan digital merasa lebih santai saat berusaha kenal lebih jauh dengan pasangan kencannya, dan 40 persen pengguna Gen Z di Tinder mengaku bahwa mereka akan terus melakukan kencan online, bahkan saat tempat kencan favorit mereka telah dibuka kembali.



</content:encoded></item></channel></rss>
