<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Surya Pethak, Fenomena Matahari Memutih Sebabkan Suhu Dingin</title><description>Apa itu fenomena surya pethak? Berikut ini penjelasan lengkap dari LAPAN. Yuk disimak.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/08/01/56/2449303/mengenal-surya-pethak-fenomena-matahari-memutih-sebabkan-suhu-dingin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/08/01/56/2449303/mengenal-surya-pethak-fenomena-matahari-memutih-sebabkan-suhu-dingin"/><item><title>Mengenal Surya Pethak, Fenomena Matahari Memutih Sebabkan Suhu Dingin</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/08/01/56/2449303/mengenal-surya-pethak-fenomena-matahari-memutih-sebabkan-suhu-dingin</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/08/01/56/2449303/mengenal-surya-pethak-fenomena-matahari-memutih-sebabkan-suhu-dingin</guid><pubDate>Senin 02 Agustus 2021 00:10 WIB</pubDate><dc:creator>Intan Rakhmayanti Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/01/56/2449303/mengenal-surya-pethak-fenomena-matahari-memutih-sebabkan-suhu-dingin-v5eqLorOLL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi fenomena surya pethak. (Foto: Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/01/56/2449303/mengenal-surya-pethak-fenomena-matahari-memutih-sebabkan-suhu-dingin-v5eqLorOLL.jpg</image><title>Ilustrasi fenomena surya pethak. (Foto: Unsplash)</title></images><description>LEMBAGA Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan mengenai fenomena surya pethak. Dijelaskan peneliti LAPAN Andi Pangerang, surya pethak adalah kondisi matahari merona putih selama siang hari sejak terbit hingga terbenam.
Surya pethak dapat dimaknai sebagai alam surya ruri atau siang hari yang temaram seperti malam hari. Sinar matahari yang kemerahan ketika terbit dan terbenam akan memutih, sedangkan ketika matahari meninggi tidak begitu terik karena terhalang oleh semacam kabut awan.
Baca juga:   Tepat 5 Tahun Lalu Satelit Generasi Ketiga LAPAN Meluncur&amp;nbsp; 
 
&quot;Matahari dapat berwarna putih dan langit berwarna biru karena sinar matahari mengalami hamburan Rayleigh yang menghamburkan spektrum cahaya tampak sesuai dengan jarak yang ditempuh sinar matahari saat melalui atmosfer,&quot; kata Andi, seperti dikutip dari situs Edukasi Sains LAPAN, Senin (2/8/2021).
Kejadian ini dapat berlangsung selama 7 hingga 40 hari paling lama. Efek dari surya pethak ini dapat membuat suhu permukaan Planet Bumi menjadi lebih dingin, sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal dan manusia akan mudah menggigil.
Baca juga:   Penjelasan LAPAN soal Seringnya Hujan di Barat Indonesia&amp;nbsp; 
 
Penyebab munculnya surya pethak karena letusan gunung berapi dan perubahan sirkulasi air laut yang dapat memengaruhi penguapan dan pembentukan awan.
Sangat kecil kemungkinan kabut awan yang menyelimuti permukaan Bumi yang ditimbulkan oleh penurunan aktivitas matahari berkepanjangan, seperti yang pernah terjadi apda tahun 1645 hingga 1715.
</description><content:encoded>LEMBAGA Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan mengenai fenomena surya pethak. Dijelaskan peneliti LAPAN Andi Pangerang, surya pethak adalah kondisi matahari merona putih selama siang hari sejak terbit hingga terbenam.
Surya pethak dapat dimaknai sebagai alam surya ruri atau siang hari yang temaram seperti malam hari. Sinar matahari yang kemerahan ketika terbit dan terbenam akan memutih, sedangkan ketika matahari meninggi tidak begitu terik karena terhalang oleh semacam kabut awan.
Baca juga:   Tepat 5 Tahun Lalu Satelit Generasi Ketiga LAPAN Meluncur&amp;nbsp; 
 
&quot;Matahari dapat berwarna putih dan langit berwarna biru karena sinar matahari mengalami hamburan Rayleigh yang menghamburkan spektrum cahaya tampak sesuai dengan jarak yang ditempuh sinar matahari saat melalui atmosfer,&quot; kata Andi, seperti dikutip dari situs Edukasi Sains LAPAN, Senin (2/8/2021).
Kejadian ini dapat berlangsung selama 7 hingga 40 hari paling lama. Efek dari surya pethak ini dapat membuat suhu permukaan Planet Bumi menjadi lebih dingin, sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal dan manusia akan mudah menggigil.
Baca juga:   Penjelasan LAPAN soal Seringnya Hujan di Barat Indonesia&amp;nbsp; 
 
Penyebab munculnya surya pethak karena letusan gunung berapi dan perubahan sirkulasi air laut yang dapat memengaruhi penguapan dan pembentukan awan.
Sangat kecil kemungkinan kabut awan yang menyelimuti permukaan Bumi yang ditimbulkan oleh penurunan aktivitas matahari berkepanjangan, seperti yang pernah terjadi apda tahun 1645 hingga 1715.
</content:encoded></item></channel></rss>
