<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Hoaks Covid-19, Joe Biden Sebut Media Sosial Bisa Membunuh</title><description>Hoaks tentang COVID-19 memang kerap kali ditemukan di media sosial seperti Facebook, Twitter dan YouTube.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/17/57/2442272/marak-hoaks-covid-19-joe-biden-sebut-media-sosial-bisa-membunuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/17/57/2442272/marak-hoaks-covid-19-joe-biden-sebut-media-sosial-bisa-membunuh"/><item><title>Marak Hoaks Covid-19, Joe Biden Sebut Media Sosial Bisa Membunuh</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/17/57/2442272/marak-hoaks-covid-19-joe-biden-sebut-media-sosial-bisa-membunuh</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/17/57/2442272/marak-hoaks-covid-19-joe-biden-sebut-media-sosial-bisa-membunuh</guid><pubDate>Minggu 18 Juli 2021 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/17/57/2442272/marak-hoaks-covid-19-joe-biden-sebut-media-sosial-bisa-membunuh-dilRa15Ljz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joe Biden Sebut Media Sosial Bisa Membunuh (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/17/57/2442272/marak-hoaks-covid-19-joe-biden-sebut-media-sosial-bisa-membunuh-dilRa15Ljz.jpg</image><title>Joe Biden Sebut Media Sosial Bisa Membunuh (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA- Presiden Amerika Serikat&amp;nbsp;Joe Biden mengungkapkan kekesalannya lantaran masih banyak hoaks terkait vaksin Covid-19 di media sosial. Dia bahkan menyebut aplikasi  media sosial seperti Facebook dapat membunuh orang-orang karena tak bisa memberantas hoaks.
&quot;Mereka membunuh orang-orang. Lihat lah, satu-satunya pandemi yang kita alami berada di orang-orang yang tidak divaksin,&quot; kata Joe Biden di Gedung Putih, seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (18/7/2021).
Hoaks tentang COVID-19 memang kerap kali ditemukan di media sosial seperti Facebook, Twitter dan YouTube. Peneliti dan pengambil kebijakan berulang kali menuduh Facebook gagal mengatut konten berbahaya yang beredar.

BACA JUGA:
-&amp;nbsp;Pecah Telur, TikTok Jadi Aplikasi Non-Facebook Pertama yang Tembus 3 Miliar Download
-&amp;nbsp;Fakta Matahari Padam Pada Akhir Zaman Menurut Sains dan Alquran
Facebook menyatakan mereka sudah memiliki aturan soal klaim yang salah tentang vaksin dan COVID-19 dan sudah memberikan informasi yang terpercaya untuk topik tersebut.
&quot;Kami tidak akan terdistraksi oleh tuduhan yang tidak didukung fakta,&quot; kata juru bicara Facebook Kevin McAlister.
&quot;Faktanya, lebih dari 2 miliar orang menonton informasi resmi tentang COVID-19 dan vaksin di Facebook, lebih banyak dibandingkan tempat lainnya di internet,&quot; imbuhnya McAlister.
Dia kemudian mengatakan lebih dari 3,3 juta orang Amerika juga menggunakan perangkat untuk menemukan di mana dan bagaimana cara mendapatkan vaksin.
&quot;Faktanya menunjukkan Facebook membantu menyelamatkan nyawa. Titik,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA- Presiden Amerika Serikat&amp;nbsp;Joe Biden mengungkapkan kekesalannya lantaran masih banyak hoaks terkait vaksin Covid-19 di media sosial. Dia bahkan menyebut aplikasi  media sosial seperti Facebook dapat membunuh orang-orang karena tak bisa memberantas hoaks.
&quot;Mereka membunuh orang-orang. Lihat lah, satu-satunya pandemi yang kita alami berada di orang-orang yang tidak divaksin,&quot; kata Joe Biden di Gedung Putih, seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (18/7/2021).
Hoaks tentang COVID-19 memang kerap kali ditemukan di media sosial seperti Facebook, Twitter dan YouTube. Peneliti dan pengambil kebijakan berulang kali menuduh Facebook gagal mengatut konten berbahaya yang beredar.

BACA JUGA:
-&amp;nbsp;Pecah Telur, TikTok Jadi Aplikasi Non-Facebook Pertama yang Tembus 3 Miliar Download
-&amp;nbsp;Fakta Matahari Padam Pada Akhir Zaman Menurut Sains dan Alquran
Facebook menyatakan mereka sudah memiliki aturan soal klaim yang salah tentang vaksin dan COVID-19 dan sudah memberikan informasi yang terpercaya untuk topik tersebut.
&quot;Kami tidak akan terdistraksi oleh tuduhan yang tidak didukung fakta,&quot; kata juru bicara Facebook Kevin McAlister.
&quot;Faktanya, lebih dari 2 miliar orang menonton informasi resmi tentang COVID-19 dan vaksin di Facebook, lebih banyak dibandingkan tempat lainnya di internet,&quot; imbuhnya McAlister.
Dia kemudian mengatakan lebih dari 3,3 juta orang Amerika juga menggunakan perangkat untuk menemukan di mana dan bagaimana cara mendapatkan vaksin.
&quot;Faktanya menunjukkan Facebook membantu menyelamatkan nyawa. Titik,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
