<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Matahari Padam Pada Akhir Zaman Menurut Sains dan Alquran</title><description>Ukuran planet ini besar, panas serta cahayanya mengitari bumi sebagai penerang.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/17/56/2442066/fakta-matahari-padam-pada-akhir-zaman-menurut-sains-dan-alquran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/17/56/2442066/fakta-matahari-padam-pada-akhir-zaman-menurut-sains-dan-alquran"/><item><title>Fakta Matahari Padam Pada Akhir Zaman Menurut Sains dan Alquran</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/17/56/2442066/fakta-matahari-padam-pada-akhir-zaman-menurut-sains-dan-alquran</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/17/56/2442066/fakta-matahari-padam-pada-akhir-zaman-menurut-sains-dan-alquran</guid><pubDate>Sabtu 17 Juli 2021 10:32 WIB</pubDate><dc:creator>Novie Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/17/56/2442066/fakta-matahari-padam-pada-akhir-zaman-menurut-sains-dan-alquran-2Su8w7r4Yz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Matahari Padam Pada Akhir Jaman (Foto: Unsplash/ John Towner)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/17/56/2442066/fakta-matahari-padam-pada-akhir-zaman-menurut-sains-dan-alquran-2Su8w7r4Yz.jpg</image><title>Matahari Padam Pada Akhir Jaman (Foto: Unsplash/ John Towner)</title></images><description>JAKARTA- Matahari sangat pernting untuk kehidupan makhluk hidup, khusunya untuk manusia sebagai salah satu sumber kehidupan. Ukuran planet ini besar, panas serta cahayanya mengitari bumi sebagai penerang.&amp;nbsp;
Dikutip dari buku Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik karya Ramadhani, dkk menyebutkan, pada suatu saat matahari akan padam dan menyebabkan kepunahan, terlebih bagi seluruh kehidupan di alam semesta.
Diketahui, cahaya matahari muncul karena terjadinya proses kimia pada permukaannya. Di mana proses tersebut berlangsung selama lima miliar tahun.
Kemudian di dalam Alquran disebutkan tentang kehidupan matahari yang sesungguhnya, yaitu sebagai salah satu tanda kekuasaanNya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1588;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1615; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1609; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1613; &amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1754; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1615; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1586;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1586;&amp;#1616; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1616;

Wasy-syamsu tajr&amp;#299; limustaqarril lah&amp;#257;, &amp;#380;&amp;#257;lika taqd&amp;#299;rul-'az&amp;#299;zil-'al&amp;#299;m
Artinya: &quot;Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.&quot; (QS. Yasin: 38).
BACA JUGA:
-&amp;nbsp;WhatsApp hingga Telegram Jadi Target Scammer Sebar Link Berbahaya
-&amp;nbsp;Cara Posting Video Lebih dari 30 Detik di Status WhatsApp
Ayat tersebut dalam bahasa Arab yang digunakan ialah mustaqarr, artinya tempat atau waktu yang telah ditentukan. Oleh karenanya Alquran mengatakan, matahari berjalan menuju waktu yang telah ditentukan.Hingga sampai pada waktu tertentu, matahari akan berakhir, redup atau padam. Selain itu dalam ilmu sains juga menjelaskan, bahwa benda-benda di alam semesta terbentuk akibat terjadinya peristiwa Big Bang atau ledakan besar.
Pada masanya, maka benda-benda ini juga akan hancur karena terjadi ledakan besar akibat kekuatan energi yang melampaui batas.
Kemudian dalam buku lain, Sains berbasis Alquran karya Ridwan Abdullah Sani, kondisi kehancuran alam semesta saat kiamat digambarkan di Surah At-Takwir ayat 1-2, yaitu sebagai berikut:
I&amp;#380;asy-syamsu kuwwirat, Wa i&amp;#380;an-nuj&amp;#7909;mungkadarat
Artinya: &quot;Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan,&quot; bunyi ayat tersebut.&quot; (QS. At Takwir: 1-2).
Apabila diperhatikan ayat tersebut menjelaskan, mengenai berkurangnya materi dan energi matahari seiring berjalannya waktu. Sehingga berubah menjadi bintang yang lebih redup. Kemudian nantinya matahari akan berubah gelap tanpa mengeluarkan cahaya.</description><content:encoded>JAKARTA- Matahari sangat pernting untuk kehidupan makhluk hidup, khusunya untuk manusia sebagai salah satu sumber kehidupan. Ukuran planet ini besar, panas serta cahayanya mengitari bumi sebagai penerang.&amp;nbsp;
Dikutip dari buku Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik karya Ramadhani, dkk menyebutkan, pada suatu saat matahari akan padam dan menyebabkan kepunahan, terlebih bagi seluruh kehidupan di alam semesta.
Diketahui, cahaya matahari muncul karena terjadinya proses kimia pada permukaannya. Di mana proses tersebut berlangsung selama lima miliar tahun.
Kemudian di dalam Alquran disebutkan tentang kehidupan matahari yang sesungguhnya, yaitu sebagai salah satu tanda kekuasaanNya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1588;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1615; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1609; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1613; &amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1754; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1615; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1586;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1586;&amp;#1616; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1616;

Wasy-syamsu tajr&amp;#299; limustaqarril lah&amp;#257;, &amp;#380;&amp;#257;lika taqd&amp;#299;rul-'az&amp;#299;zil-'al&amp;#299;m
Artinya: &quot;Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.&quot; (QS. Yasin: 38).
BACA JUGA:
-&amp;nbsp;WhatsApp hingga Telegram Jadi Target Scammer Sebar Link Berbahaya
-&amp;nbsp;Cara Posting Video Lebih dari 30 Detik di Status WhatsApp
Ayat tersebut dalam bahasa Arab yang digunakan ialah mustaqarr, artinya tempat atau waktu yang telah ditentukan. Oleh karenanya Alquran mengatakan, matahari berjalan menuju waktu yang telah ditentukan.Hingga sampai pada waktu tertentu, matahari akan berakhir, redup atau padam. Selain itu dalam ilmu sains juga menjelaskan, bahwa benda-benda di alam semesta terbentuk akibat terjadinya peristiwa Big Bang atau ledakan besar.
Pada masanya, maka benda-benda ini juga akan hancur karena terjadi ledakan besar akibat kekuatan energi yang melampaui batas.
Kemudian dalam buku lain, Sains berbasis Alquran karya Ridwan Abdullah Sani, kondisi kehancuran alam semesta saat kiamat digambarkan di Surah At-Takwir ayat 1-2, yaitu sebagai berikut:
I&amp;#380;asy-syamsu kuwwirat, Wa i&amp;#380;an-nuj&amp;#7909;mungkadarat
Artinya: &quot;Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan,&quot; bunyi ayat tersebut.&quot; (QS. At Takwir: 1-2).
Apabila diperhatikan ayat tersebut menjelaskan, mengenai berkurangnya materi dan energi matahari seiring berjalannya waktu. Sehingga berubah menjadi bintang yang lebih redup. Kemudian nantinya matahari akan berubah gelap tanpa mengeluarkan cahaya.</content:encoded></item></channel></rss>
