<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curi Sidik Jari Pengguna, Ahli Sebut Aplikasi Oximeter di Ponsel Palsu</title><description>Oximeter belakang dibutuhkan untuk membantu pasien Covid-19 mengukur saturasi oksigen.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/13/16/2440181/curi-sidik-jari-pengguna-ahli-sebut-aplikasi-oximeter-di-ponsel-palsu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/13/16/2440181/curi-sidik-jari-pengguna-ahli-sebut-aplikasi-oximeter-di-ponsel-palsu"/><item><title>Curi Sidik Jari Pengguna, Ahli Sebut Aplikasi Oximeter di Ponsel Palsu</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/13/16/2440181/curi-sidik-jari-pengguna-ahli-sebut-aplikasi-oximeter-di-ponsel-palsu</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/07/13/16/2440181/curi-sidik-jari-pengguna-ahli-sebut-aplikasi-oximeter-di-ponsel-palsu</guid><pubDate>Rabu 14 Juli 2021 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Intan Rakhmayanti Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/13/16/2440181/curi-sidik-jari-pengguna-ahli-sebut-aplikasi-oximeter-di-ponsel-palsu-6jKoaGh6rT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ahli Sebut Aplikasi Oximeter di Ponsel Palsu (Foto: Unsplash/Syed Ali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/13/16/2440181/curi-sidik-jari-pengguna-ahli-sebut-aplikasi-oximeter-di-ponsel-palsu-6jKoaGh6rT.jpeg</image><title>Ahli Sebut Aplikasi Oximeter di Ponsel Palsu (Foto: Unsplash/Syed Ali)</title></images><description>JAKARTA- Oximeter belakang dibutuhkan untuk membantu pasien Covid-19 mengukur saturasi oksigen. Di tengah tingginya permintaan, kini banyak bermunculan aplikasi pengukur kadar oksigen untuk ponsel.
Menanggapi hal tersebut,  Pakar IT sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Budi Rahardjo justru mewanti-wanti. Pasalnya dia menilai  aplikasi oximeter yang beredar adalah aplikasi fake atau palsu yang hanya bertujuan untuk mencuri sidik jari pengguna.
Aplikasi tersebut akan meminta pengguna untuk menempelkan sidik jari ke handphone. Kemudian bukannya saturasi oksigen dapat terukur, tapi aplikasi malah mencuri identitas pengguna lewat sidik jari.

Baca Juga: Ahli Ungkap Aplikasi Tracing Harus Dilakukan Audit
&quot;Jadi aplikasinya bukan aplikasi oximeter ya, tapi aplikasi fake yang dimana dia minta jari kita abis itu jari kita dicurinya, kemudian di tempel di kamera,&quot; ujar Budi dalam talkshow Ancaman Multidimensi Serangan Siber Era Pandemi yang digelar secara virtual, Selasa (13/7/2021).
Kendati demikian, kejadian tersebut baru terjadi di India. Sebab warganya banyak yang bisa membuat aplikasi tersebut. Sekali aplikasi diblokir kemudian muncul lagi dan seterusnya.
&quot;Orang-orang India pintar membuat aplikasi aplikasinya banyak, tutup eh muncul lagi. Mudah-mudahan nggak masuk ke Indonesia. Mudah-mudahan orang Indonesia cukup sadar yang gini tuh cukup banyak masalah,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Maraknya Cetak Kartu Vaksin Melalui Jasa, Kominfo Wanti-wanti Soal Data Pribadi
Baca Juga:&amp;nbsp;Perlukah Beli Ponsel 5G Sekarang, Ini Kata Pakar</description><content:encoded>JAKARTA- Oximeter belakang dibutuhkan untuk membantu pasien Covid-19 mengukur saturasi oksigen. Di tengah tingginya permintaan, kini banyak bermunculan aplikasi pengukur kadar oksigen untuk ponsel.
Menanggapi hal tersebut,  Pakar IT sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Budi Rahardjo justru mewanti-wanti. Pasalnya dia menilai  aplikasi oximeter yang beredar adalah aplikasi fake atau palsu yang hanya bertujuan untuk mencuri sidik jari pengguna.
Aplikasi tersebut akan meminta pengguna untuk menempelkan sidik jari ke handphone. Kemudian bukannya saturasi oksigen dapat terukur, tapi aplikasi malah mencuri identitas pengguna lewat sidik jari.

Baca Juga: Ahli Ungkap Aplikasi Tracing Harus Dilakukan Audit
&quot;Jadi aplikasinya bukan aplikasi oximeter ya, tapi aplikasi fake yang dimana dia minta jari kita abis itu jari kita dicurinya, kemudian di tempel di kamera,&quot; ujar Budi dalam talkshow Ancaman Multidimensi Serangan Siber Era Pandemi yang digelar secara virtual, Selasa (13/7/2021).
Kendati demikian, kejadian tersebut baru terjadi di India. Sebab warganya banyak yang bisa membuat aplikasi tersebut. Sekali aplikasi diblokir kemudian muncul lagi dan seterusnya.
&quot;Orang-orang India pintar membuat aplikasi aplikasinya banyak, tutup eh muncul lagi. Mudah-mudahan nggak masuk ke Indonesia. Mudah-mudahan orang Indonesia cukup sadar yang gini tuh cukup banyak masalah,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Maraknya Cetak Kartu Vaksin Melalui Jasa, Kominfo Wanti-wanti Soal Data Pribadi
Baca Juga:&amp;nbsp;Perlukah Beli Ponsel 5G Sekarang, Ini Kata Pakar</content:encoded></item></channel></rss>
