<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Catat! Senin Besok Terjadi Puncak Hujan Meteor Arietid di Langit Indonesia</title><description>LAPAN mengungkap Senin besok akan terjadi puncak hujan meteor Arietid di langit Idonesia. Bisa disaksikan pada siang hari.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/06/05/16/2420507/catat-senin-besok-terjadi-puncak-hujan-meteor-arietid-di-langit-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/06/05/16/2420507/catat-senin-besok-terjadi-puncak-hujan-meteor-arietid-di-langit-indonesia"/><item><title>Catat! Senin Besok Terjadi Puncak Hujan Meteor Arietid di Langit Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/06/05/16/2420507/catat-senin-besok-terjadi-puncak-hujan-meteor-arietid-di-langit-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/06/05/16/2420507/catat-senin-besok-terjadi-puncak-hujan-meteor-arietid-di-langit-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 05 Juni 2021 07:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/05/16/2420507/catat-senin-besok-terjadi-puncak-hujan-meteor-arietid-di-langit-indonesia-rxNOtQndtt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi hujan meteor. (Foto: Lucas Ludwig/Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/05/16/2420507/catat-senin-besok-terjadi-puncak-hujan-meteor-arietid-di-langit-indonesia-rxNOtQndtt.jpg</image><title>Ilustrasi hujan meteor. (Foto: Lucas Ludwig/Unsplash)</title></images><description>AKAN terjadi lagi fenomena alam yang langka di langit Indonesia. Setelah kemarin berlangsung gerhana bulan total, pada Senin 7 Juni 2021 masyarakat bakal dapat menyaksikan puncak hujan meteor Arietid.
&quot;Hujan meteor ini dapat disaksikan saat menjelang fajar dari berbagai tempat di Indonesia,&quot; kata Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Emanuel Sungging Mumpuni di Jakarta, Jumat 4 Juni 2021, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga:   LAPAN: Kilatan Cahaya di Gunung Merapi Kemungkinan Terkait Hujan Meteor&amp;nbsp; 
 
Ia menuturkan, hujan meteor itu dapat disaksikan langsung tanpa alat bantu. Hujan meteor Arietid telah aktif sejak 14 Mei hingga 24 Juni 2021. Hujan meteor Arietid merupakan satu-satunya hujan meteor yang dapat disaksikan ketika siang hari.

Ketika puncak hujan meteor, bakal ada 50 meteor per jam ketika di zenit, bisa disaksikan dari arah timur-timur laut sebelum fajar astronomis, berkulminasi di arah utara pada pukul 10.00 waktu setempat dan terbenam di arah barat-barat laut pada pukul 16.00 waktu setempat.
Baca juga:   Kesaksian Pemotret Cahaya yang Diduga Meteor di Puncak Gunung Merapi&amp;nbsp; 
 
Pada 8 Juni 2021, masyarakat dapat menyaksikan fenomena astronomi yakni apoge bulan. Apoge bulan adalah kondisi ketika bulan berada pada titik terjauh dari Planet Bumi, sehingga bulan akan terpantau lebih kecil. Apoge bulan itu terjadi pada pukul 09.38 WIB.
Selain itu, telah terjadi fenomena astronomi menarik lainnya pada awal Juni 2021 yakni fase bulan perbani akhir pada 2 Juni. Kemudian ketampakan terakhir Planet Merkurius ketika senja pada 3 Juni.
</description><content:encoded>AKAN terjadi lagi fenomena alam yang langka di langit Indonesia. Setelah kemarin berlangsung gerhana bulan total, pada Senin 7 Juni 2021 masyarakat bakal dapat menyaksikan puncak hujan meteor Arietid.
&quot;Hujan meteor ini dapat disaksikan saat menjelang fajar dari berbagai tempat di Indonesia,&quot; kata Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Emanuel Sungging Mumpuni di Jakarta, Jumat 4 Juni 2021, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga:   LAPAN: Kilatan Cahaya di Gunung Merapi Kemungkinan Terkait Hujan Meteor&amp;nbsp; 
 
Ia menuturkan, hujan meteor itu dapat disaksikan langsung tanpa alat bantu. Hujan meteor Arietid telah aktif sejak 14 Mei hingga 24 Juni 2021. Hujan meteor Arietid merupakan satu-satunya hujan meteor yang dapat disaksikan ketika siang hari.

Ketika puncak hujan meteor, bakal ada 50 meteor per jam ketika di zenit, bisa disaksikan dari arah timur-timur laut sebelum fajar astronomis, berkulminasi di arah utara pada pukul 10.00 waktu setempat dan terbenam di arah barat-barat laut pada pukul 16.00 waktu setempat.
Baca juga:   Kesaksian Pemotret Cahaya yang Diduga Meteor di Puncak Gunung Merapi&amp;nbsp; 
 
Pada 8 Juni 2021, masyarakat dapat menyaksikan fenomena astronomi yakni apoge bulan. Apoge bulan adalah kondisi ketika bulan berada pada titik terjauh dari Planet Bumi, sehingga bulan akan terpantau lebih kecil. Apoge bulan itu terjadi pada pukul 09.38 WIB.
Selain itu, telah terjadi fenomena astronomi menarik lainnya pada awal Juni 2021 yakni fase bulan perbani akhir pada 2 Juni. Kemudian ketampakan terakhir Planet Merkurius ketika senja pada 3 Juni.
</content:encoded></item></channel></rss>
