<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikenai Sanksi AS, Huawei Pilih Fokus Kembangkan Software</title><description>Langkah ini diambil perusahaan asal China tersebut untuk bertahan dari dampak sanksi AS.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/27/16/2416293/dikenai-sanksi-as-huawei-pilih-fokus-kembangkan-software</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/27/16/2416293/dikenai-sanksi-as-huawei-pilih-fokus-kembangkan-software"/><item><title>Dikenai Sanksi AS, Huawei Pilih Fokus Kembangkan Software</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/27/16/2416293/dikenai-sanksi-as-huawei-pilih-fokus-kembangkan-software</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/27/16/2416293/dikenai-sanksi-as-huawei-pilih-fokus-kembangkan-software</guid><pubDate>Kamis 27 Mei 2021 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Intan Rakhmayanti Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/27/16/2416293/dikenai-sanksi-as-huawei-pilih-fokus-kembangkan-software-RZG0JxSlaF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Huawei (Foto: Epoch Time)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/27/16/2416293/dikenai-sanksi-as-huawei-pilih-fokus-kembangkan-software-RZG0JxSlaF.jpg</image><title>Huawei (Foto: Epoch Time)</title></images><description>Pendiri sekaligus CEO Huawei Ren Zhengfei meminta karyawannya untuk segera mengubah mengubah perusahaannya menjadi raksasa software.

Langkah ini diambil perusahaan asal China tersebut  untuk bertahan dari dampak sanksi yang diberikan Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Dalam memo internal yang dilihat oleh Reuters, Ren mengatakan, Huawei harus fokus pada perangkat lunak karena industri itu di luar kendali AS, dengan begitu mereka akan memiliki kebebasan dan otonomi yang lebih besar.
&amp;nbsp;
Saat ini Huawei kesulitan memproduksi ponsel secara massal karena dilarang berbisnis oleh perusahaan AS, setelah dimasukkan dalam daftar hitam pada 2019 lalu.

Huawei memang sudah menimbun chip dan komponen, tapi stok ini mulai menipis dan dalam beberapa kasus akan cepat usang.

Huawei juga diblokir untuk menggunakan aplikasi dan layanan Google di smartphone produksinya. Hingga saat ini pemerintahan Biden belum mengubah apapun keputusan yang diambil di era Trump, meskipun AS telah melonggarkan langkahnya terhadap perusahaan China lainnya seperti Xiaomi dan TikTok.

Karena itu, Ren dilaporkan memberi tahu karyawannya bahwa Huawei akan fokus pada perangkat lunak termasuk MindSpore, platform AI cloud-nya, dan sistem operasi HarmonyOS untuk berbagai perangkat.

Perusahaan tersebut dikatakan berencana untuk bersaing di pasar utama selain AS.

&quot;Setelah kami mendominasi Eropa, Asia Pasifik, dan Afrika, jika standar AS tidak sesuai dengan standar kami, dan kami tidak dapat memasuki AS, AS tidak dapat memasuki wilayah kami,&quot; tulis Ren, menurut Reuters.
</description><content:encoded>Pendiri sekaligus CEO Huawei Ren Zhengfei meminta karyawannya untuk segera mengubah mengubah perusahaannya menjadi raksasa software.

Langkah ini diambil perusahaan asal China tersebut  untuk bertahan dari dampak sanksi yang diberikan Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Dalam memo internal yang dilihat oleh Reuters, Ren mengatakan, Huawei harus fokus pada perangkat lunak karena industri itu di luar kendali AS, dengan begitu mereka akan memiliki kebebasan dan otonomi yang lebih besar.
&amp;nbsp;
Saat ini Huawei kesulitan memproduksi ponsel secara massal karena dilarang berbisnis oleh perusahaan AS, setelah dimasukkan dalam daftar hitam pada 2019 lalu.

Huawei memang sudah menimbun chip dan komponen, tapi stok ini mulai menipis dan dalam beberapa kasus akan cepat usang.

Huawei juga diblokir untuk menggunakan aplikasi dan layanan Google di smartphone produksinya. Hingga saat ini pemerintahan Biden belum mengubah apapun keputusan yang diambil di era Trump, meskipun AS telah melonggarkan langkahnya terhadap perusahaan China lainnya seperti Xiaomi dan TikTok.

Karena itu, Ren dilaporkan memberi tahu karyawannya bahwa Huawei akan fokus pada perangkat lunak termasuk MindSpore, platform AI cloud-nya, dan sistem operasi HarmonyOS untuk berbagai perangkat.

Perusahaan tersebut dikatakan berencana untuk bersaing di pasar utama selain AS.

&quot;Setelah kami mendominasi Eropa, Asia Pasifik, dan Afrika, jika standar AS tidak sesuai dengan standar kami, dan kami tidak dapat memasuki AS, AS tidak dapat memasuki wilayah kami,&quot; tulis Ren, menurut Reuters.
</content:encoded></item></channel></rss>
