<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemkominfo: Belum Bisa Simpulkan 279 Juta Data Pribadi yang Bocor</title><description>Kemkominfo belum dapat memastikan kebenaran soal dugaan 279 juta data penduduk Indonesia dijual.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/21/16/2413351/kemkominfo-belum-bisa-simpulkan-279-juta-data-pribadi-yang-bocor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/21/16/2413351/kemkominfo-belum-bisa-simpulkan-279-juta-data-pribadi-yang-bocor"/><item><title>Kemkominfo: Belum Bisa Simpulkan 279 Juta Data Pribadi yang Bocor</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/21/16/2413351/kemkominfo-belum-bisa-simpulkan-279-juta-data-pribadi-yang-bocor</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/21/16/2413351/kemkominfo-belum-bisa-simpulkan-279-juta-data-pribadi-yang-bocor</guid><pubDate>Jum'at 21 Mei 2021 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Intan Rakhmayanti Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/21/16/2413351/kemkominfo-belum-bisa-simpulkan-279-juta-data-pribadi-yang-bocor-z7vyXYbbbP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Data bocor (Foto: Notebook Check)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/21/16/2413351/kemkominfo-belum-bisa-simpulkan-279-juta-data-pribadi-yang-bocor-z7vyXYbbbP.jpg</image><title>Data bocor (Foto: Notebook Check)</title></images><description>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) belum dapat memastikan kebenaran soal dugaan 279 juta data penduduk Indonesia dijual di Raid Forums.

Menurut Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi, tim Ditjen Aptika (Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika) sampai saat ini masih terus melakukan penelusuran. Namun hingga Kamis malam (20/5), pukul 20.00, tim belum bisa menyimpulkan telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah masif.
&amp;nbsp;
&quot;Tim masih bekerja dan sejauh ini belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif seperti yang diduga,&quot; tutur Dedy dalam keterangan tertulis.

&quot;Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan secara hati-hati terhadap data yang beredar,&quot; imbuhnya.

Penelusuran maupun penyelidikan soal kebocoran data ini pun masih terus dilakukan secara mendalam dan untuk perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan nanti. Kemkominfo juga masih berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

&quot;Kemkominfo meminta agar seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi untuk semakin meningkatkan upaya menjaga keamanan data pribadi yang dikelola dengan mentaati ketentuan perlindungan data pribadi serta memastikan keamanan sistem operasi,&quot; ujar Dedy lebih lanjut.

Dikabarkan sebelumnya, sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Informasi ini berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang pertama kali mengungkap kebocoran data tersebut.

Data bocor itu meliputi informasi yang cukup lengkap dari para penduduk Indonesia.

Adapun informasi pribadi yang bocor meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan jumlah gaji juga termasuk di dalamnya.

Sejauh ini belum diketahui data bocor ini berasal dari instansi mana. Namun, berdasarkan unggahan yang bagikan @nuicemedia, dugaan menyebutkan data yang bocor tersebut dari BPJS Kesehatan.

Untuk membuktikan kebenaran data dari 279 juta, si pengunggah data bahkan memberikan sampel berisi 1 juta data penduduk Indonesia. Sampel tersebut diunggah ke laman berbagi file bayfiles, anonfiles, dan mega.


</description><content:encoded>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) belum dapat memastikan kebenaran soal dugaan 279 juta data penduduk Indonesia dijual di Raid Forums.

Menurut Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi, tim Ditjen Aptika (Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika) sampai saat ini masih terus melakukan penelusuran. Namun hingga Kamis malam (20/5), pukul 20.00, tim belum bisa menyimpulkan telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah masif.
&amp;nbsp;
&quot;Tim masih bekerja dan sejauh ini belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif seperti yang diduga,&quot; tutur Dedy dalam keterangan tertulis.

&quot;Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan secara hati-hati terhadap data yang beredar,&quot; imbuhnya.

Penelusuran maupun penyelidikan soal kebocoran data ini pun masih terus dilakukan secara mendalam dan untuk perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan nanti. Kemkominfo juga masih berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

&quot;Kemkominfo meminta agar seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi untuk semakin meningkatkan upaya menjaga keamanan data pribadi yang dikelola dengan mentaati ketentuan perlindungan data pribadi serta memastikan keamanan sistem operasi,&quot; ujar Dedy lebih lanjut.

Dikabarkan sebelumnya, sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Informasi ini berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang pertama kali mengungkap kebocoran data tersebut.

Data bocor itu meliputi informasi yang cukup lengkap dari para penduduk Indonesia.

Adapun informasi pribadi yang bocor meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan jumlah gaji juga termasuk di dalamnya.

Sejauh ini belum diketahui data bocor ini berasal dari instansi mana. Namun, berdasarkan unggahan yang bagikan @nuicemedia, dugaan menyebutkan data yang bocor tersebut dari BPJS Kesehatan.

Untuk membuktikan kebenaran data dari 279 juta, si pengunggah data bahkan memberikan sampel berisi 1 juta data penduduk Indonesia. Sampel tersebut diunggah ke laman berbagi file bayfiles, anonfiles, dan mega.


</content:encoded></item></channel></rss>
