<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berlaku 15 Mei, Pengguna Wajib Pahami Untung Rugi Kebijakan Baru WhatsApp </title><description>Kebijakan baru WhatsApp yang akan memaksa pengguna setuju data-data mereka diteruskan ke Facebook menimbulkan banyak reaksi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/18/16/2411679/berlaku-15-mei-pengguna-wajib-pahami-untung-rugi-kebijakan-baru-whatsapp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/18/16/2411679/berlaku-15-mei-pengguna-wajib-pahami-untung-rugi-kebijakan-baru-whatsapp"/><item><title>Berlaku 15 Mei, Pengguna Wajib Pahami Untung Rugi Kebijakan Baru WhatsApp </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/18/16/2411679/berlaku-15-mei-pengguna-wajib-pahami-untung-rugi-kebijakan-baru-whatsapp</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/05/18/16/2411679/berlaku-15-mei-pengguna-wajib-pahami-untung-rugi-kebijakan-baru-whatsapp</guid><pubDate>Selasa 18 Mei 2021 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Intan Rakhmayanti Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/18/16/2411679/berlaku-15-mei-pengguna-wajib-pahami-untung-rugi-kebijakan-baru-whatsapp-EsUYsD5rMp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">WhatsApp ilustrasi (foto: Cnet)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/18/16/2411679/berlaku-15-mei-pengguna-wajib-pahami-untung-rugi-kebijakan-baru-whatsapp-EsUYsD5rMp.jpeg</image><title>WhatsApp ilustrasi (foto: Cnet)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Kebijakan baru WhatsApp yang akan memaksa pengguna setuju data-data mereka diteruskan ke Facebook sebagai perusahaan induk, menimbulkan banyak reaksi.
Laman GSM Arena melaporkan, aturan ini membuat penggunanya berpikir Facebook akan mendapatkan konten obrolan mereka, atau sesuatu seperti itu. Asumsi ini sebenarnya salah dan itu hanya terjadi untuk Facebook Messenger, dan lucunya tidak pernah ada reaksi balik tentang layanan tersebut.
Perusahaan milik Facebook itu juga telah menunda pemberlakuan aturan perubahan untuk menerima syarat dan ketentuan baru terkait privasi terbaru tersebut ke tanggal 15 Mei 2021, yang semula mulai berlaku pada 8 Februari lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Hal yang Perlu Anda Tahu Jika Tak Setujui Kebijakan Privasi Whatsapp
Kebijakan ini jelas menimbulkan pro kontra di kalangan pengguna. Pasalnya, perusahaan milik Facebook ini seolah memaksa pengguna untuk menerima aturan barunya.
Berikut pro kontra kebijakan baru privasi, serta jawaban dari WhatsApp menanggapi kabar yang beredar
Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Setuju Aturan Privasi Baru WhatsApp, Begini Nasib Akun Anda&amp;nbsp;
Kebijakan Privasi Baru WhatsApp
Secara garis besar, kebijakan ini diklaim menyasar para pengguna akun bisnis. Dalam notifikasi pembaruan yang diberikan, ada beberapa poin yang disebutkan. Pertama, layanan WhatsApp dan caranya memproses data. Kedua, cara bisnis menggunakan layanan yang di-hosting oleh Facebook untuk menyimpan dan mengelola chat WhatsApp. Ketiga, cara WhatsApp bermitra untuk menawarkan integrasi produk
Pembaruan itu disebut akan memperjelas cara kerja perpesanan bisnis dan fitur-fitur bisnis di WhatsApp.
Misalnya, opsi bagi bisnis untuk memasang tombol di laman toko Facebook-nya yang bisa menghubungkan konsumennya untuk mengirim pesan ke bisnis tersebut di WhatsApp. Ataupun, opsi penggunaan third-party hosting untuk WhatsApp Business API.
WhatsApp menegaskan, kebijakan privasi WhatsApp yang baru tidak memengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun grup pribadi para pengguna.
&quot;Kami ingin memberikan kejelasan bahwa pembaruan kebijakan tersebut tidak memengaruhi privasi pesan-pesan yang Anda kirim kepada teman atau keluarga, dengan cara apa pun. Perubahan tersebut berhubungan dengan fitur-fitur bisnis yang bersifat opsional di WhatsApp,&quot; tulis WhatsApp.

Hal yang Tidak Berubah
Dalam penjelasan WhatsApp di blog resmi-nya, perusahaan menyebutkan ada hal yang tidak berubah meski ada kebijakan privasi baru.
- WhatsApp maupun Facebook tidak dapat melihat pesan pribadi atau mendengarkan panggilan
- WhatsApp tidak menyimpan catatan dengan siapa saja pengguna berkirim pesan atau melakukan panggilan
- WhatsApp maupun Facebook tidak dapat melihat lokasi yang dibagikan
- WhatsApp tidak membagikan daftar kontak dengan Facebook
- Grup WhatsApp tetap bersifat privat
- Pengguna tetap bisa  menyetel pesan menjadi pesan sementara
- Pengguna bisa mengunduh laporan informasi dan setelan akun WhatsApp. Cara lengkapnya bisa disimak di sini: https://faq.whatsapp.com/general/account-and-profile/how-to-request-your-account-information.

Jika Menolak Kebijakan WhatsApp
Setelah 15 Mei  dan masih ada pengguna yang belum memberikan persetujuan atau menolak, notifikasi ini akan tetap muncul.
WhatsApp memastikan tidak akan ada akun yang dihapus meski menolak menyetujui kebijakan baru ini.
Kendati demikian, setelah beberapa pekan pengguna menerima notifikasi pengingat tersebut dan tak kunjung menyetujuinya, WhatsApp akan membatasi beberapa fungsinya.
Pembatasan tersebut tak berlaku sama bagi semua pengguna. Tapi salah satunya adalah pengguna tidak dapat mengakses daftar percakapan.
Kendati demikian, jika tak juga setuju dengan kebijakan itu hingga beberapa pekan setelahnya, pengguna tidak akan dapat menerima panggilan masuk maupun notifikasi pesan.
Kemudian, WhatsApp akan berhenti mengirimkan pesan atau telepon ke pengguna yang tidak menerima kebijakan tersebut.
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Kebijakan baru WhatsApp yang akan memaksa pengguna setuju data-data mereka diteruskan ke Facebook sebagai perusahaan induk, menimbulkan banyak reaksi.
Laman GSM Arena melaporkan, aturan ini membuat penggunanya berpikir Facebook akan mendapatkan konten obrolan mereka, atau sesuatu seperti itu. Asumsi ini sebenarnya salah dan itu hanya terjadi untuk Facebook Messenger, dan lucunya tidak pernah ada reaksi balik tentang layanan tersebut.
Perusahaan milik Facebook itu juga telah menunda pemberlakuan aturan perubahan untuk menerima syarat dan ketentuan baru terkait privasi terbaru tersebut ke tanggal 15 Mei 2021, yang semula mulai berlaku pada 8 Februari lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Hal yang Perlu Anda Tahu Jika Tak Setujui Kebijakan Privasi Whatsapp
Kebijakan ini jelas menimbulkan pro kontra di kalangan pengguna. Pasalnya, perusahaan milik Facebook ini seolah memaksa pengguna untuk menerima aturan barunya.
Berikut pro kontra kebijakan baru privasi, serta jawaban dari WhatsApp menanggapi kabar yang beredar
Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Setuju Aturan Privasi Baru WhatsApp, Begini Nasib Akun Anda&amp;nbsp;
Kebijakan Privasi Baru WhatsApp
Secara garis besar, kebijakan ini diklaim menyasar para pengguna akun bisnis. Dalam notifikasi pembaruan yang diberikan, ada beberapa poin yang disebutkan. Pertama, layanan WhatsApp dan caranya memproses data. Kedua, cara bisnis menggunakan layanan yang di-hosting oleh Facebook untuk menyimpan dan mengelola chat WhatsApp. Ketiga, cara WhatsApp bermitra untuk menawarkan integrasi produk
Pembaruan itu disebut akan memperjelas cara kerja perpesanan bisnis dan fitur-fitur bisnis di WhatsApp.
Misalnya, opsi bagi bisnis untuk memasang tombol di laman toko Facebook-nya yang bisa menghubungkan konsumennya untuk mengirim pesan ke bisnis tersebut di WhatsApp. Ataupun, opsi penggunaan third-party hosting untuk WhatsApp Business API.
WhatsApp menegaskan, kebijakan privasi WhatsApp yang baru tidak memengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun grup pribadi para pengguna.
&quot;Kami ingin memberikan kejelasan bahwa pembaruan kebijakan tersebut tidak memengaruhi privasi pesan-pesan yang Anda kirim kepada teman atau keluarga, dengan cara apa pun. Perubahan tersebut berhubungan dengan fitur-fitur bisnis yang bersifat opsional di WhatsApp,&quot; tulis WhatsApp.

Hal yang Tidak Berubah
Dalam penjelasan WhatsApp di blog resmi-nya, perusahaan menyebutkan ada hal yang tidak berubah meski ada kebijakan privasi baru.
- WhatsApp maupun Facebook tidak dapat melihat pesan pribadi atau mendengarkan panggilan
- WhatsApp tidak menyimpan catatan dengan siapa saja pengguna berkirim pesan atau melakukan panggilan
- WhatsApp maupun Facebook tidak dapat melihat lokasi yang dibagikan
- WhatsApp tidak membagikan daftar kontak dengan Facebook
- Grup WhatsApp tetap bersifat privat
- Pengguna tetap bisa  menyetel pesan menjadi pesan sementara
- Pengguna bisa mengunduh laporan informasi dan setelan akun WhatsApp. Cara lengkapnya bisa disimak di sini: https://faq.whatsapp.com/general/account-and-profile/how-to-request-your-account-information.

Jika Menolak Kebijakan WhatsApp
Setelah 15 Mei  dan masih ada pengguna yang belum memberikan persetujuan atau menolak, notifikasi ini akan tetap muncul.
WhatsApp memastikan tidak akan ada akun yang dihapus meski menolak menyetujui kebijakan baru ini.
Kendati demikian, setelah beberapa pekan pengguna menerima notifikasi pengingat tersebut dan tak kunjung menyetujuinya, WhatsApp akan membatasi beberapa fungsinya.
Pembatasan tersebut tak berlaku sama bagi semua pengguna. Tapi salah satunya adalah pengguna tidak dapat mengakses daftar percakapan.
Kendati demikian, jika tak juga setuju dengan kebijakan itu hingga beberapa pekan setelahnya, pengguna tidak akan dapat menerima panggilan masuk maupun notifikasi pesan.
Kemudian, WhatsApp akan berhenti mengirimkan pesan atau telepon ke pengguna yang tidak menerima kebijakan tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
