<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kominfo Tanggapi Kejadian &quot;Mass-Tagging&quot; Tautan Pornografi di Facebook</title><description>Ini tanggapan Kominfo mengenai mass tagging yang terjadi di Facebook baru-baru ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/04/26/16/2400813/kominfo-tanggapi-kejadian-mass-tagging-tautan-pornografi-di-facebook</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/04/26/16/2400813/kominfo-tanggapi-kejadian-mass-tagging-tautan-pornografi-di-facebook"/><item><title>Kominfo Tanggapi Kejadian &quot;Mass-Tagging&quot; Tautan Pornografi di Facebook</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/04/26/16/2400813/kominfo-tanggapi-kejadian-mass-tagging-tautan-pornografi-di-facebook</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/04/26/16/2400813/kominfo-tanggapi-kejadian-mass-tagging-tautan-pornografi-di-facebook</guid><pubDate>Senin 26 April 2021 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/26/16/2400813/kominfo-tanggapi-kejadian-mass-tagging-tautan-pornografi-di-facebook-HxkMUlJYYw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/26/16/2400813/kominfo-tanggapi-kejadian-mass-tagging-tautan-pornografi-di-facebook-HxkMUlJYYw.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menanggapi kejadian penandaan massal (mass-tagging) tautan (link) bermuatan pornografi di media sosial Facebook, yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Menurut keterangan yang diterima pada Senin (26/4/2021), Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan pihaknya telah meminta Facebook untuk menyampaikan penjelasan dan perkembangan dari investigasi terkait isu mass-tagging ke konten bermuatan pornografi yang beredar baru-baru ini.
BACA JUGA: Polemik Tag Massal Pornografi di Facebook, Ini Penjelasan Ahli
&quot;Hasil investigasi Facebook menunjukkan bahwa mass-tagging terjadi secara acak dan tidak ditargetkan ke individu tertentu, serta merupakan upaya phishing dimana pengguna diarahkan untuk mengakses tautan (link) yang di-tag ke mereka,&quot; kata Dedy.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini Facebook telah menghapus halaman-halaman yang terlibat dalam upaya phishing ini, dan melakukan blokir terhadap tautan yang mencurigakan agar tidak dapat diposting di atas platform Facebook.
Agar terhindar dari upaya phishing, Kominfo mengimbau masyarakat untuk tidak mengakses tautan atau pesan yang mencurigakan, serta menjaga keamanan akun.
BACA JUGA: Facebook Buat Aplikasi Kencan Video, Seperti Apa Cara Kerjanya?
&quot;Selain itu, menjaga keamanan akun dengan memastikan kembali setting keamanan dan privasi di semua akun sosial media, aplikasi percakapan dan email mereka,&quot; pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah akun Facebook diketahui mendapatkan tag dari orang yang tidak dikenal. Aktivitas tersebut dicurigai sebagai kampanye phising.
Phising sendiri adalah salah satu teknik untuk mengakses akun  pengguna -- di mana setelah pengguna mengunjungi situs atau halaman yang  sudah disebarkan, ternyata halaman tersebut mengandung malware yang  berbahaya bagi akun dan dapat merembet ke teman-teman di media  sosialnya.
Untuk menghindari phising lewat mass-tagging, pengguna Facebook  disarankan untuk mengubah setelan notifikasi akun yang menandai mereka.  Pengguna cukup klik ikon lonceng atau notifikasi di pojok kanan atas.
Setelahnya, klik ikon tiga titik di kanan dan pilih pengaturan  notifikasi. Kemudian klik menu tanda, lalu ubah ke opsi teman untuk  menghindari tag dari akun orang tak dikenal.
(DKA)
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menanggapi kejadian penandaan massal (mass-tagging) tautan (link) bermuatan pornografi di media sosial Facebook, yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Menurut keterangan yang diterima pada Senin (26/4/2021), Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan pihaknya telah meminta Facebook untuk menyampaikan penjelasan dan perkembangan dari investigasi terkait isu mass-tagging ke konten bermuatan pornografi yang beredar baru-baru ini.
BACA JUGA: Polemik Tag Massal Pornografi di Facebook, Ini Penjelasan Ahli
&quot;Hasil investigasi Facebook menunjukkan bahwa mass-tagging terjadi secara acak dan tidak ditargetkan ke individu tertentu, serta merupakan upaya phishing dimana pengguna diarahkan untuk mengakses tautan (link) yang di-tag ke mereka,&quot; kata Dedy.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini Facebook telah menghapus halaman-halaman yang terlibat dalam upaya phishing ini, dan melakukan blokir terhadap tautan yang mencurigakan agar tidak dapat diposting di atas platform Facebook.
Agar terhindar dari upaya phishing, Kominfo mengimbau masyarakat untuk tidak mengakses tautan atau pesan yang mencurigakan, serta menjaga keamanan akun.
BACA JUGA: Facebook Buat Aplikasi Kencan Video, Seperti Apa Cara Kerjanya?
&quot;Selain itu, menjaga keamanan akun dengan memastikan kembali setting keamanan dan privasi di semua akun sosial media, aplikasi percakapan dan email mereka,&quot; pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah akun Facebook diketahui mendapatkan tag dari orang yang tidak dikenal. Aktivitas tersebut dicurigai sebagai kampanye phising.
Phising sendiri adalah salah satu teknik untuk mengakses akun  pengguna -- di mana setelah pengguna mengunjungi situs atau halaman yang  sudah disebarkan, ternyata halaman tersebut mengandung malware yang  berbahaya bagi akun dan dapat merembet ke teman-teman di media  sosialnya.
Untuk menghindari phising lewat mass-tagging, pengguna Facebook  disarankan untuk mengubah setelan notifikasi akun yang menandai mereka.  Pengguna cukup klik ikon lonceng atau notifikasi di pojok kanan atas.
Setelahnya, klik ikon tiga titik di kanan dan pilih pengaturan  notifikasi. Kemudian klik menu tanda, lalu ubah ke opsi teman untuk  menghindari tag dari akun orang tak dikenal.
(DKA)
</content:encoded></item></channel></rss>
