<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Twitter Sensor Cuitan yang Kritisi Penanganan COVID-19 di India</title><description>Beberapa cuitan yang dihapus berasal dari DPR India.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/04/25/16/2400439/twitter-sensor-cuitan-yang-kritisi-penanganan-covid-19-di-india</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2021/04/25/16/2400439/twitter-sensor-cuitan-yang-kritisi-penanganan-covid-19-di-india"/><item><title>Twitter Sensor Cuitan yang Kritisi Penanganan COVID-19 di India</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2021/04/25/16/2400439/twitter-sensor-cuitan-yang-kritisi-penanganan-covid-19-di-india</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2021/04/25/16/2400439/twitter-sensor-cuitan-yang-kritisi-penanganan-covid-19-di-india</guid><pubDate>Minggu 25 April 2021 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/25/16/2400439/twitter-sensor-cuitan-yang-kritisi-penanganan-covid-19-di-india-28XxPOvdvm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/25/16/2400439/twitter-sensor-cuitan-yang-kritisi-penanganan-covid-19-di-india-28XxPOvdvm.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Media sosial Twitter melakukan sensor terhadap berbagai cuitan yang mengkritisi penanganan pemerintah India dalam menangani kasus COVID-19.
Melansir The Verge, Minggu, penyensoran dimulai dari permintaan darurat Pemerintah India yang meminta 52 cuitan penanganan COVID-19 di India dihapus atau dihilangkan.
Beberapa cuitan yang dihapus berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat di India, Menteri negara bagian Bengal Barat, aktor, hingga sutradara.
BACA JUGA: Usai Putusan Bersalah Pembunuhan George Floyd, Obama Langsung Cuit Pernyataan Sikap di Twitter
Juru bicara Twitter mengungkapkan penyensoran yang dilakukan mengikuti regulasi dan kebijakan lokal di India.
Pengguna yang cuitannya disensor atau dihapus akan diberi notifikasi oleh Twitter bahwa hal itu dilakukan karena telah melanggar regulasi di India.
&quot;Saat kami menerima permintaan hukum yang valid, kami melakukan pengecekan baik dari regulasi yang dimiliki Twitter dan juga kebijakan hukum lokal. Jika kontennya melanggar aturan Twitter, maka dipastikan konten itu dihilangkan dari layanan kami,&quot; kata juru bicara Twitter.
Untuk kasus di India, jika tidak ditemukan pelanggaran dari regulasi Twitter namun ditemukan pelanggaran dari hukum regional maka cuitan hanya disensor untuk warga India.
&quot;Dalam setiap penyensoran (di India) kami akan memberitahu pemilik akun secara langsung sehingga mereka paham bahwa kami menerima permintaan hukum terkait cuitan di akun tersebut,&quot; katanya.
BACA JUGA: Covid-19 'Mengganas' di India, WNI Bercerita Soal Kasta Atas yang Boleh Langgar Prokes
Ini bukan pertama kalinya Twitter mendapatkan permintaan khusus dari Pemerintah India.
Sebelumnya pada Februari 2021, sempat terjadi aksi dari kalangan petani di India.
Sebagai respon hukum, Pemerintah India meminta sebanyak 500 akun ditutup dan dihilangkan cuitannya agar tidak dapat diakses oleh warga di India.Regulasi di India terkait publikasi di media milik publik sangatlah  ketat, penghapusan akun atau unggahan dilakukan jika dianggap  mencemarkan nama baik pemerintah atau memicu kekerasan.
Penyensoran terkait penanganan COVID-19 di India terkait dengan  fenomena &quot;second wave&quot; yang kini terjadi di India. Terjadi kelangkaan  oksigen, obat-obatan, hingga ventilator di negara tersebut. Dilaporkan  oleh John Hopkins Coronavirus Resource Center terdapat hampir 350 ribu  kasus baru pada Jumat (23/4).
Dengan rekor kematian tertinggi mencapai 2.624 orang perharinya di  tengah kondisi baru 1.5 persen dari warga India yang menerima vaksin  COVID-19.
(DKA)</description><content:encoded>JAKARTA - Media sosial Twitter melakukan sensor terhadap berbagai cuitan yang mengkritisi penanganan pemerintah India dalam menangani kasus COVID-19.
Melansir The Verge, Minggu, penyensoran dimulai dari permintaan darurat Pemerintah India yang meminta 52 cuitan penanganan COVID-19 di India dihapus atau dihilangkan.
Beberapa cuitan yang dihapus berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat di India, Menteri negara bagian Bengal Barat, aktor, hingga sutradara.
BACA JUGA: Usai Putusan Bersalah Pembunuhan George Floyd, Obama Langsung Cuit Pernyataan Sikap di Twitter
Juru bicara Twitter mengungkapkan penyensoran yang dilakukan mengikuti regulasi dan kebijakan lokal di India.
Pengguna yang cuitannya disensor atau dihapus akan diberi notifikasi oleh Twitter bahwa hal itu dilakukan karena telah melanggar regulasi di India.
&quot;Saat kami menerima permintaan hukum yang valid, kami melakukan pengecekan baik dari regulasi yang dimiliki Twitter dan juga kebijakan hukum lokal. Jika kontennya melanggar aturan Twitter, maka dipastikan konten itu dihilangkan dari layanan kami,&quot; kata juru bicara Twitter.
Untuk kasus di India, jika tidak ditemukan pelanggaran dari regulasi Twitter namun ditemukan pelanggaran dari hukum regional maka cuitan hanya disensor untuk warga India.
&quot;Dalam setiap penyensoran (di India) kami akan memberitahu pemilik akun secara langsung sehingga mereka paham bahwa kami menerima permintaan hukum terkait cuitan di akun tersebut,&quot; katanya.
BACA JUGA: Covid-19 'Mengganas' di India, WNI Bercerita Soal Kasta Atas yang Boleh Langgar Prokes
Ini bukan pertama kalinya Twitter mendapatkan permintaan khusus dari Pemerintah India.
Sebelumnya pada Februari 2021, sempat terjadi aksi dari kalangan petani di India.
Sebagai respon hukum, Pemerintah India meminta sebanyak 500 akun ditutup dan dihilangkan cuitannya agar tidak dapat diakses oleh warga di India.Regulasi di India terkait publikasi di media milik publik sangatlah  ketat, penghapusan akun atau unggahan dilakukan jika dianggap  mencemarkan nama baik pemerintah atau memicu kekerasan.
Penyensoran terkait penanganan COVID-19 di India terkait dengan  fenomena &quot;second wave&quot; yang kini terjadi di India. Terjadi kelangkaan  oksigen, obat-obatan, hingga ventilator di negara tersebut. Dilaporkan  oleh John Hopkins Coronavirus Resource Center terdapat hampir 350 ribu  kasus baru pada Jumat (23/4).
Dengan rekor kematian tertinggi mencapai 2.624 orang perharinya di  tengah kondisi baru 1.5 persen dari warga India yang menerima vaksin  COVID-19.
(DKA)</content:encoded></item></channel></rss>
