<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Chang'e 5 Bakal Berkeliling Bulan Sepekan Sebelum Kembali ke Bumi</title><description>Chang'e 5, pesawat antariksa tak berawak milik China, telah menyelesaikan pendaratan dan mengorbit di Bulan.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/08/16/2323625/chang-e-5-bakal-berkeliling-bulan-sepekan-sebelum-kembali-ke-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/08/16/2323625/chang-e-5-bakal-berkeliling-bulan-sepekan-sebelum-kembali-ke-bumi"/><item><title>Chang'e 5 Bakal Berkeliling Bulan Sepekan Sebelum Kembali ke Bumi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/08/16/2323625/chang-e-5-bakal-berkeliling-bulan-sepekan-sebelum-kembali-ke-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/08/16/2323625/chang-e-5-bakal-berkeliling-bulan-sepekan-sebelum-kembali-ke-bumi</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 10:40 WIB</pubDate><dc:creator>Intan Rakhmayanti Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/16/2323625/chang-e-5-bakal-berkeliling-bulan-sepekan-sebelum-kembali-ke-bumi-T2WdrDaBGB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chang'e 5 pesawat tak berawak China akan kembali ke Bumi. (Foto:The Verge)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/16/2323625/chang-e-5-bakal-berkeliling-bulan-sepekan-sebelum-kembali-ke-bumi-T2WdrDaBGB.jpg</image><title>Chang'e 5 pesawat tak berawak China akan kembali ke Bumi. (Foto:The Verge)</title></images><description>BEIJING - Chang'e 5, pesawat antariksa tak berawak milik China, telah menyelesaikan pendaratan dan mengorbit di Bulan. Fakta ini menjadikan Negeri Tirai Bambu, selangkah lebih dekat dalam misinya membawa kembali sampel bulan untuk pertama kalinya dalam 45 tahun.
Modul pendakian pada kendaraan luar angkasa Chang'e 5 berhasil memindahkan satu kontainer berisi 2 kilogram sampel permukaan Bulan, setelah dipasang pada robot pesawat luar angkasa pada Minggu (6/12) waktu setempat.
Dikutip dari Associated Press pada Selasa (8/12/2020), kendaraan orbiter dan reentry akan mengelilingi Bulan selama sepekan sambil menunggu untuk melakukan perjalanan kembali ke Bumi sejauh 383 ribu kilometer yang akan ditempuh selama tiga hari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunakan Drone, Cara Unik Penggembala Sapi Kumpulkan Ternak
Wahana antariksa itu, nantinya 'memantul' dari atmosfer Bumi untuk memperlambat kecepatannya sebelum kendaraan reentry memisahkan diri dan meluncurkan parasut untuk mendarat di stepa di Inner Mongolia, yang menjadi lokasi pendaratan pesawat luar angkasa awak  Shenzhou.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ravn X, Pesawat Tanpa Awak Terbesar Dunia untuk Luncurkan Satelit
Jika misinya berhasil, maka China akan menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Rusia yang membawa batu bulan ke Bumi. Batu tersebut akan menjadi sampel pertama dari permukaan bulan yang diperoleh para ilmuwan sejak penyelidikan Luna 24 Uni Soviet pada tahun 1976.
Chang'e 5 berhasil meluncur dari permukaan Bulan pada Jumat (4/12) lalu meninggalkan modul lander, yang menurut Badan Luar Angkasa China yang juga mengibarkan bendera China.
Itu menjadi momen pertama bagi China yang sukses meluncurkan pesawat luar angkasa dari benda luar angkasa. Sebelumnya, tidak ada negara yang mampu mencapai prestasi rumit mengeksekusi penambatan robot di orbit Bulan.</description><content:encoded>BEIJING - Chang'e 5, pesawat antariksa tak berawak milik China, telah menyelesaikan pendaratan dan mengorbit di Bulan. Fakta ini menjadikan Negeri Tirai Bambu, selangkah lebih dekat dalam misinya membawa kembali sampel bulan untuk pertama kalinya dalam 45 tahun.
Modul pendakian pada kendaraan luar angkasa Chang'e 5 berhasil memindahkan satu kontainer berisi 2 kilogram sampel permukaan Bulan, setelah dipasang pada robot pesawat luar angkasa pada Minggu (6/12) waktu setempat.
Dikutip dari Associated Press pada Selasa (8/12/2020), kendaraan orbiter dan reentry akan mengelilingi Bulan selama sepekan sambil menunggu untuk melakukan perjalanan kembali ke Bumi sejauh 383 ribu kilometer yang akan ditempuh selama tiga hari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunakan Drone, Cara Unik Penggembala Sapi Kumpulkan Ternak
Wahana antariksa itu, nantinya 'memantul' dari atmosfer Bumi untuk memperlambat kecepatannya sebelum kendaraan reentry memisahkan diri dan meluncurkan parasut untuk mendarat di stepa di Inner Mongolia, yang menjadi lokasi pendaratan pesawat luar angkasa awak  Shenzhou.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ravn X, Pesawat Tanpa Awak Terbesar Dunia untuk Luncurkan Satelit
Jika misinya berhasil, maka China akan menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Rusia yang membawa batu bulan ke Bumi. Batu tersebut akan menjadi sampel pertama dari permukaan bulan yang diperoleh para ilmuwan sejak penyelidikan Luna 24 Uni Soviet pada tahun 1976.
Chang'e 5 berhasil meluncur dari permukaan Bulan pada Jumat (4/12) lalu meninggalkan modul lander, yang menurut Badan Luar Angkasa China yang juga mengibarkan bendera China.
Itu menjadi momen pertama bagi China yang sukses meluncurkan pesawat luar angkasa dari benda luar angkasa. Sebelumnya, tidak ada negara yang mampu mencapai prestasi rumit mengeksekusi penambatan robot di orbit Bulan.</content:encoded></item></channel></rss>
