<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Abu Vulkanik Merusak Kendaran, Ini Tips Aman Berkendara saat Gunung Meletus</title><description>Letusan gunung yang memuntahkan awan panas berdampak pada kehidupan di sekitarnya. Abu vulkanik&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/03/52/2320743/abu-vulkanik-merusak-kendaran-ini-tips-aman-berkendara-saat-gunung-meletus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/03/52/2320743/abu-vulkanik-merusak-kendaran-ini-tips-aman-berkendara-saat-gunung-meletus"/><item><title>Abu Vulkanik Merusak Kendaran, Ini Tips Aman Berkendara saat Gunung Meletus</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/03/52/2320743/abu-vulkanik-merusak-kendaran-ini-tips-aman-berkendara-saat-gunung-meletus</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/03/52/2320743/abu-vulkanik-merusak-kendaran-ini-tips-aman-berkendara-saat-gunung-meletus</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2020 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/52/2320743/abu-vulkanik-merusak-kendaran-ini-tips-aman-berkendara-saat-gunung-meletus-0GV74LRwQj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Berkendara saat abu vulkanik mengguyur (Foto:Motion Car)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/52/2320743/abu-vulkanik-merusak-kendaran-ini-tips-aman-berkendara-saat-gunung-meletus-0GV74LRwQj.jpg</image><title>Berkendara saat abu vulkanik mengguyur (Foto:Motion Car)</title></images><description>JAKARTA - Letusan gunung yang memuntahkan awan panas berdampak pada kehidupan di sekitarnya. Abu vulkanik mengguyur sebagian wilayah yang terdampak hingga menutup ruas jalan.
Tidak hanya berbahaya bagi manusia, abu vulkanik juga mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada kendaraan. Jika dilihat dari mikroskop, abu vulkanik adalah bahan abrasif yang menyerupai potongan kecil kaca atau keramik.
Berikut tips aman berkendara saat gunung meletus sehingga terhindar dari abu vulkanik dilansir dari Motion Cars:
1. Hindari Mengemudi
Jika tidak terlalu diperlukan, hindari untuk mengemudi melewati tumpukan abu vulkanik. Ban kendaraan berpotensi tergelincir apabila terlalu dipaksa melintas di atas abu yang kering.
2. Laju Kendaraan Jangan Terlalu Cepat
Jika terpaksa mengemudi, atur kecepatan kendaraan secukupnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir jumlah debu yang masuk ke kendaraan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Luar Biasa, Mobil Mitsuoka Buddy Diborong hingga 2023
3. Ganti Filter dan Oli Kendaraan
Abu vulkanik dan pertikel berukuran kecil dapat lolos dari filter sistem mesin. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan. Jadi, sangat penting untuk mengganti filter intake mesin, oli mesin, dan filter oli.
Baca Juga:&amp;nbsp;The Spirit of Bombor, Kepala Tengkorak dan Rudal Logo Baru Dartz
4. Jangan Bersihkan Debu dengan Lap Basah
Perusahaan produk perawatan mobil terkemuka Jerman, SONAX mengatakan abu vulkanik bersifat abrasif. Jika mobil tertutupi oleh debu vulkanik, jangan membersihkannya dengan lap basah atau pun wiper kaca. Hal ini akan menimbulkan goresan yang mengganggu pandangan saat mengemudi. Cara terbaik yang harus dilakukan adalah menerbangkan abu dengan udara bertekanan.
5. Perhatikan Bagian Bawah Mobil
Menurut Tough Dog Suspensions Philippines, bagian suspensi mobil memiliki bushing karet. Abu vulkanik yang menempel di bagian ini dapat mempercepat pengeringannya, menyebabkan robekan, dan mengeluarkan bunyi berderit. Setelah melewati tumpukan abu, ada baiknya lakukan pencucian rangka bawah mobil.6. Pastikan Mobil Terlindungi
Jika berada di daerah rawan letusan, ada baiknya untuk memarkir kendaraan di garasi atau melindunginya dengan penutup mobil berbahan plastik.
7. Gunakan Filtrasi Ekstra
Jika terdapat snorkel atau lubang pemasukan udara, tutup elemen tersebut menggunakan kain agar abu vulkanik tidak dapat masuk.
Baca Juga:&amp;nbsp;Nico Rosberg Pacu Mobil Listriknya 412 Km per Jam, Jantung Bos Rimac Rock and Roll
8. Pertimbangkan untuk Menggunakan Perlindungan Cat
Perlindungan cat profesional seperti pelapis keramik atau film bening dapat mencegah kerusakan pada lapisan cat mobil.
9. Tetap Nyalakan Lampu Depan Kendaraan
Berkendara di tengah abu sama halnya dengan melintasi kabut tebal. Penting untuk selalu menyalakan lampu agar pengendara lain mengetahui posisi Anda.
10. Gunakan Ban Bertekanan 20 hingga 24 psi
Abu vulkanik yang diguyur hujan menyebabkan lumpur dan jalanan menjadi licin. Jika kondisi ini terjadi, turunkan angin ban kendaraan antara 20 hingga 24 psi untuk mendapatkan lebih banyak karet ban dan traksi. Jaga kecepatan kendaraan dalam kisaran 20 km per jam.</description><content:encoded>JAKARTA - Letusan gunung yang memuntahkan awan panas berdampak pada kehidupan di sekitarnya. Abu vulkanik mengguyur sebagian wilayah yang terdampak hingga menutup ruas jalan.
Tidak hanya berbahaya bagi manusia, abu vulkanik juga mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada kendaraan. Jika dilihat dari mikroskop, abu vulkanik adalah bahan abrasif yang menyerupai potongan kecil kaca atau keramik.
Berikut tips aman berkendara saat gunung meletus sehingga terhindar dari abu vulkanik dilansir dari Motion Cars:
1. Hindari Mengemudi
Jika tidak terlalu diperlukan, hindari untuk mengemudi melewati tumpukan abu vulkanik. Ban kendaraan berpotensi tergelincir apabila terlalu dipaksa melintas di atas abu yang kering.
2. Laju Kendaraan Jangan Terlalu Cepat
Jika terpaksa mengemudi, atur kecepatan kendaraan secukupnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir jumlah debu yang masuk ke kendaraan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Luar Biasa, Mobil Mitsuoka Buddy Diborong hingga 2023
3. Ganti Filter dan Oli Kendaraan
Abu vulkanik dan pertikel berukuran kecil dapat lolos dari filter sistem mesin. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan. Jadi, sangat penting untuk mengganti filter intake mesin, oli mesin, dan filter oli.
Baca Juga:&amp;nbsp;The Spirit of Bombor, Kepala Tengkorak dan Rudal Logo Baru Dartz
4. Jangan Bersihkan Debu dengan Lap Basah
Perusahaan produk perawatan mobil terkemuka Jerman, SONAX mengatakan abu vulkanik bersifat abrasif. Jika mobil tertutupi oleh debu vulkanik, jangan membersihkannya dengan lap basah atau pun wiper kaca. Hal ini akan menimbulkan goresan yang mengganggu pandangan saat mengemudi. Cara terbaik yang harus dilakukan adalah menerbangkan abu dengan udara bertekanan.
5. Perhatikan Bagian Bawah Mobil
Menurut Tough Dog Suspensions Philippines, bagian suspensi mobil memiliki bushing karet. Abu vulkanik yang menempel di bagian ini dapat mempercepat pengeringannya, menyebabkan robekan, dan mengeluarkan bunyi berderit. Setelah melewati tumpukan abu, ada baiknya lakukan pencucian rangka bawah mobil.6. Pastikan Mobil Terlindungi
Jika berada di daerah rawan letusan, ada baiknya untuk memarkir kendaraan di garasi atau melindunginya dengan penutup mobil berbahan plastik.
7. Gunakan Filtrasi Ekstra
Jika terdapat snorkel atau lubang pemasukan udara, tutup elemen tersebut menggunakan kain agar abu vulkanik tidak dapat masuk.
Baca Juga:&amp;nbsp;Nico Rosberg Pacu Mobil Listriknya 412 Km per Jam, Jantung Bos Rimac Rock and Roll
8. Pertimbangkan untuk Menggunakan Perlindungan Cat
Perlindungan cat profesional seperti pelapis keramik atau film bening dapat mencegah kerusakan pada lapisan cat mobil.
9. Tetap Nyalakan Lampu Depan Kendaraan
Berkendara di tengah abu sama halnya dengan melintasi kabut tebal. Penting untuk selalu menyalakan lampu agar pengendara lain mengetahui posisi Anda.
10. Gunakan Ban Bertekanan 20 hingga 24 psi
Abu vulkanik yang diguyur hujan menyebabkan lumpur dan jalanan menjadi licin. Jika kondisi ini terjadi, turunkan angin ban kendaraan antara 20 hingga 24 psi untuk mendapatkan lebih banyak karet ban dan traksi. Jaga kecepatan kendaraan dalam kisaran 20 km per jam.</content:encoded></item></channel></rss>
