<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata, Ini Alasan Mengapa Ban Kendaraan Berwarna Hitam!</title><description>Awalnya, karet alam sebagai bahan pembuat ban lebih mendekati warna putih pudar. Seng oksida sering ditambahkan ke karet alam</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/03/15/2321117/ternyata-ini-alasan-mengapa-ban-kendaraan-berwarna-hitam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/03/15/2321117/ternyata-ini-alasan-mengapa-ban-kendaraan-berwarna-hitam"/><item><title>Ternyata, Ini Alasan Mengapa Ban Kendaraan Berwarna Hitam!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/03/15/2321117/ternyata-ini-alasan-mengapa-ban-kendaraan-berwarna-hitam</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/12/03/15/2321117/ternyata-ini-alasan-mengapa-ban-kendaraan-berwarna-hitam</guid><pubDate>Jum'at 04 Desember 2020 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/15/2321117/ternyata-ini-alasan-mengapa-ban-kendaraan-berwarna-hitam-T5XTGYuDfP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ban kendaraan (Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/15/2321117/ternyata-ini-alasan-mengapa-ban-kendaraan-berwarna-hitam-T5XTGYuDfP.jpg</image><title>Ban kendaraan (Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Awalnya, karet alam sebagai bahan pembuat ban lebih mendekati warna putih pudar. Seng oksida sering ditambahkan ke karet alam, untuk memperkuat material dan menghasilkan ban warna putih. Sampai pada titik tertentu, produsen ban memutuskan untuk mengubah warna menjadi hitam hingga saat ini.
Jurnalis otomotif, Jalopnik David Tracy, sempat mempertanyakan soal transisi warna tersebut kepada Michelin. Ternyata hal tersebut karena penambahan karbon hitam pada ban, sehingga menyebabkan perubahan warna.
Dilansir dari Mental Floss pada Kamis (3/12/2020), karbon hitam merupakan unsur yang dibuat dari pembakaran gas atau minyak yang tidak tuntas dan dikumpulkan sebagai partikel. Hal ini dapat meningkatkan ketahanan ban, dan menghalangi sinar UV penyebab kerusakan seperti karet retak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Intip Teknologi Roda Tanpa Udara Milik TNI AD
Penambahan karbon hitam pada ban juga dapat meningkatkan pegangan di jalan raya, meningkatkan kekuatan tarik, dan membuat ban lebih tahan terhadap keausan jalan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Perhatikan Kode Warna saat Memasang Ban Baru
Ban versi lama yang tanpa karbon hitam dapat menempuh perjalanan 5.000 mil sebelum akhirnya diganti. Namun, dengan tambahan karbon hitam, ban dapat bertahan hingga jarak 50.000 mil bahkan lebih.
Pada masa perang dunia pertama, seng oksida sangat terbatas karena dibutuhkan untuk membuat amunisi. Akhirnya, produsen ban beralih ke karbon hitam yang menjadi bahan penguat meskipun seng oksida masih tetap digunakan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Awalnya, karet alam sebagai bahan pembuat ban lebih mendekati warna putih pudar. Seng oksida sering ditambahkan ke karet alam, untuk memperkuat material dan menghasilkan ban warna putih. Sampai pada titik tertentu, produsen ban memutuskan untuk mengubah warna menjadi hitam hingga saat ini.
Jurnalis otomotif, Jalopnik David Tracy, sempat mempertanyakan soal transisi warna tersebut kepada Michelin. Ternyata hal tersebut karena penambahan karbon hitam pada ban, sehingga menyebabkan perubahan warna.
Dilansir dari Mental Floss pada Kamis (3/12/2020), karbon hitam merupakan unsur yang dibuat dari pembakaran gas atau minyak yang tidak tuntas dan dikumpulkan sebagai partikel. Hal ini dapat meningkatkan ketahanan ban, dan menghalangi sinar UV penyebab kerusakan seperti karet retak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Intip Teknologi Roda Tanpa Udara Milik TNI AD
Penambahan karbon hitam pada ban juga dapat meningkatkan pegangan di jalan raya, meningkatkan kekuatan tarik, dan membuat ban lebih tahan terhadap keausan jalan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Perhatikan Kode Warna saat Memasang Ban Baru
Ban versi lama yang tanpa karbon hitam dapat menempuh perjalanan 5.000 mil sebelum akhirnya diganti. Namun, dengan tambahan karbon hitam, ban dapat bertahan hingga jarak 50.000 mil bahkan lebih.
Pada masa perang dunia pertama, seng oksida sangat terbatas karena dibutuhkan untuk membuat amunisi. Akhirnya, produsen ban beralih ke karbon hitam yang menjadi bahan penguat meskipun seng oksida masih tetap digunakan.
</content:encoded></item></channel></rss>
