<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Twitter Ingatkan Pengguna Tak Me-Retweet dan Me-Like Ciutan Menyesatkan</title><description>Setiap ciutan yang menyesatkan tidak akan lagi dengan mudah di-like atau di-retweet pengguna Twitter. Sebab, Twitter akan mengingatkan</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/11/27/16/2317259/twitter-ingatkan-pengguna-tak-me-retweet-dan-me-like-ciutan-menyesatkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/11/27/16/2317259/twitter-ingatkan-pengguna-tak-me-retweet-dan-me-like-ciutan-menyesatkan"/><item><title>Twitter Ingatkan Pengguna Tak Me-Retweet dan Me-Like Ciutan Menyesatkan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/11/27/16/2317259/twitter-ingatkan-pengguna-tak-me-retweet-dan-me-like-ciutan-menyesatkan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/11/27/16/2317259/twitter-ingatkan-pengguna-tak-me-retweet-dan-me-like-ciutan-menyesatkan</guid><pubDate>Jum'at 27 November 2020 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Riyandy Aristyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/27/16/2317259/twitter-ingatkan-pengguna-tak-me-retweet-dan-me-like-ciutan-menyesatkan-2hkgrLBf0b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Twitter (Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/27/16/2317259/twitter-ingatkan-pengguna-tak-me-retweet-dan-me-like-ciutan-menyesatkan-2hkgrLBf0b.jpg</image><title>Twitter (Foto:Dok Okezone)</title></images><description>CALIFORNIA - Setiap ciutan yang menyesatkan tidak akan lagi dengan mudah di-like atau di-retweet pengguna Twitter. Sebab, Twitter akan mengingatkan pengguna agar tidak me-like atau me-retweet ciutan tersebut.
Dilansir dari CNET pada Jumat (27/11/2020), pihak Twitter bahkan sudah melakukan survey dan sebanyak 29 penggunanya terbukti memberikan like bahkan membalas cuitan menyesatkan. &quot;Anjuran untuk membaca lebih banyak info sebelum me-retweet terbukti telah menurunkan kasus pengutipan cuitan yang menyesatkan sebanyak 29 persen,&quot; kata Twitter.
Twitter menambahkan, pihaknya kini tengah mengembangkan fitur yang menampilkan penggunanya jika menyukai tweet yang berlabel.
Baca Juga: Tips Agar Dagangan Viral di Media Sosial
&quot;Ketika pengguna mencoba menyukai tweet yang telah diberi label sebagai disengketakan, sebuah pesan akan muncul yang mengatakan, Bantu jadikan Twitter tempat untuk info yang bisa diandalkan,&quot; kata Twitter.
Baca Juga:&amp;nbsp; 124 Juta Tweet Warnai Pemilu 2019, Naik 30% Ketimbang Pemilu 2014
Twitter juga menyebut identifikasi cuitan yang dimanipulasi sangat penting dan akan menampilkan kursor bagi pengguna untuk mengetahui sejauh mana tema topik itu sebelum menyukai tweet tertentu. &quot;Kami mengembangkannya untuk ditampilkan ketika Anda mengetuk untuk menyukai tweet berlabel,&quot; kata Twitter.
Seperti diketahui, Twitter mulai melabeli sejumlah tweet di tahun ini. Terlebih di tengah ratusan ribu tweet terkait pandemi Covid-19 dan pemilu yang menyesatkan.</description><content:encoded>CALIFORNIA - Setiap ciutan yang menyesatkan tidak akan lagi dengan mudah di-like atau di-retweet pengguna Twitter. Sebab, Twitter akan mengingatkan pengguna agar tidak me-like atau me-retweet ciutan tersebut.
Dilansir dari CNET pada Jumat (27/11/2020), pihak Twitter bahkan sudah melakukan survey dan sebanyak 29 penggunanya terbukti memberikan like bahkan membalas cuitan menyesatkan. &quot;Anjuran untuk membaca lebih banyak info sebelum me-retweet terbukti telah menurunkan kasus pengutipan cuitan yang menyesatkan sebanyak 29 persen,&quot; kata Twitter.
Twitter menambahkan, pihaknya kini tengah mengembangkan fitur yang menampilkan penggunanya jika menyukai tweet yang berlabel.
Baca Juga: Tips Agar Dagangan Viral di Media Sosial
&quot;Ketika pengguna mencoba menyukai tweet yang telah diberi label sebagai disengketakan, sebuah pesan akan muncul yang mengatakan, Bantu jadikan Twitter tempat untuk info yang bisa diandalkan,&quot; kata Twitter.
Baca Juga:&amp;nbsp; 124 Juta Tweet Warnai Pemilu 2019, Naik 30% Ketimbang Pemilu 2014
Twitter juga menyebut identifikasi cuitan yang dimanipulasi sangat penting dan akan menampilkan kursor bagi pengguna untuk mengetahui sejauh mana tema topik itu sebelum menyukai tweet tertentu. &quot;Kami mengembangkannya untuk ditampilkan ketika Anda mengetuk untuk menyukai tweet berlabel,&quot; kata Twitter.
Seperti diketahui, Twitter mulai melabeli sejumlah tweet di tahun ini. Terlebih di tengah ratusan ribu tweet terkait pandemi Covid-19 dan pemilu yang menyesatkan.</content:encoded></item></channel></rss>
