<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Temukan Planet Ekstrem Dipenuhi Lava hingga Hujan Batu</title><description>Tim penelitian menemukan planet ekstrem yang sangat panas dan dipenuhi lava serta ada hujan batu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/11/06/16/2305415/peneliti-temukan-planet-ekstrem-dipenuhi-lava-hingga-hujan-batu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/11/06/16/2305415/peneliti-temukan-planet-ekstrem-dipenuhi-lava-hingga-hujan-batu"/><item><title>Peneliti Temukan Planet Ekstrem Dipenuhi Lava hingga Hujan Batu</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/11/06/16/2305415/peneliti-temukan-planet-ekstrem-dipenuhi-lava-hingga-hujan-batu</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/11/06/16/2305415/peneliti-temukan-planet-ekstrem-dipenuhi-lava-hingga-hujan-batu</guid><pubDate>Jum'at 06 November 2020 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/06/16/2305415/peneliti-temukan-planet-ekstrem-dipenuhi-lava-hingga-hujan-batu-qp89LncxBi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Planet Lava. (Foto: Nypost)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/06/16/2305415/peneliti-temukan-planet-ekstrem-dipenuhi-lava-hingga-hujan-batu-qp89LncxBi.jpg</image><title>Ilustrasi Planet Lava. (Foto: Nypost)</title></images><description>PARA peneliti menemukan sebuah planet ekstrem di tepian tata surya. Planet ini dikelilingi lautan lava cair dengan kedalaman 100 kilometer yang membuatnya sangat panas. Maka itu, planet ini disebut K2-141b atau &quot;Planet Lava&quot;.
Menurut para ilmuwan dari Universitas McGill, Universitas York, dan Institut Pendidikan Sains India, K2-141b memiliki cuaca yang sangat ekstrem dengan kecepatan angin supersonik 5.000 kilometer per jam dan hujan batu.
Baca juga:   Astronom Coba Metode Baru Temukan Planet Kesembilan&amp;nbsp;
 
Para peneliti coba membuat simulasi komputer untuk memprediksi kondisi di K2-141b. Berdasarkan analisis mereka, cuaca ekstrem itu dapat secara permanen mengubah permukaan dan atmosfer K2-141b dari waktu ke waktu.
&quot;Studi ini adalah pertama kalinya yang membuat prediksi tentang kondisi cuaca di K2-141b yang dapat dideteksi dari jarak ratusan tahun cahaya dengan teleskop generasi berikutnya seperti James Webb Space Telescope,&quot; kata penulis utama penelitian, Giang Nguyen, seperti dikutip dari Scitech Daily, Jumat (6/11/2020).
K2-141b mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga membuat planet ekstatasurya ini terkunci di tempatnya. Dengan begitu, K2-141b memiliki dua sisi berbeda. Artinya, ada salah satu sisi yang selalu menghadap bintang.
Baca juga:   Jupiter Lebih Besar 11 Kali Lipat Dibandingkan Bumi&amp;nbsp;
 
Sisi malam menghadapi suhu hingga -200 derajat Celsius. Sedangkan sisi siang suhunya bisa mencapai 3.000 derajat Celsius yang tidak hanya dapat melelehkan batuan, namun juga menguapkannya.
Hebatnya, siklus air di Planet K2-141b hampir sama dengan yang terjadi di Bumi. Air akan menguap, naik ke atmosfer dan mengembun, kemudian jatuh lagi ke permukaan sebagai hujan.Sementara di Planet K2-141b, uap mineral dari batuan akan terbawa ke sisi malam oleh angin supersonic, kemudian akan turun sebagai hujan batu dan kembali ke laut magma.
&quot;Semua planet berbatu, termasuk Bumi, dimulai sebagai dunia cair tetapi kemudian mendingin dan keras dengan cepat. Planet Lava memberikan kita gambaran langka pada tahap evolusi planet ini,&quot; kata Profesor Cowan dari Departemen Ilmu Bumi dan Planet.
Baca juga:   Peneliti Temukan Asam Amino Glisin di Atmosfer Venus&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNC8xMi85LzExOTI0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>PARA peneliti menemukan sebuah planet ekstrem di tepian tata surya. Planet ini dikelilingi lautan lava cair dengan kedalaman 100 kilometer yang membuatnya sangat panas. Maka itu, planet ini disebut K2-141b atau &quot;Planet Lava&quot;.
Menurut para ilmuwan dari Universitas McGill, Universitas York, dan Institut Pendidikan Sains India, K2-141b memiliki cuaca yang sangat ekstrem dengan kecepatan angin supersonik 5.000 kilometer per jam dan hujan batu.
Baca juga:   Astronom Coba Metode Baru Temukan Planet Kesembilan&amp;nbsp;
 
Para peneliti coba membuat simulasi komputer untuk memprediksi kondisi di K2-141b. Berdasarkan analisis mereka, cuaca ekstrem itu dapat secara permanen mengubah permukaan dan atmosfer K2-141b dari waktu ke waktu.
&quot;Studi ini adalah pertama kalinya yang membuat prediksi tentang kondisi cuaca di K2-141b yang dapat dideteksi dari jarak ratusan tahun cahaya dengan teleskop generasi berikutnya seperti James Webb Space Telescope,&quot; kata penulis utama penelitian, Giang Nguyen, seperti dikutip dari Scitech Daily, Jumat (6/11/2020).
K2-141b mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga membuat planet ekstatasurya ini terkunci di tempatnya. Dengan begitu, K2-141b memiliki dua sisi berbeda. Artinya, ada salah satu sisi yang selalu menghadap bintang.
Baca juga:   Jupiter Lebih Besar 11 Kali Lipat Dibandingkan Bumi&amp;nbsp;
 
Sisi malam menghadapi suhu hingga -200 derajat Celsius. Sedangkan sisi siang suhunya bisa mencapai 3.000 derajat Celsius yang tidak hanya dapat melelehkan batuan, namun juga menguapkannya.
Hebatnya, siklus air di Planet K2-141b hampir sama dengan yang terjadi di Bumi. Air akan menguap, naik ke atmosfer dan mengembun, kemudian jatuh lagi ke permukaan sebagai hujan.Sementara di Planet K2-141b, uap mineral dari batuan akan terbawa ke sisi malam oleh angin supersonic, kemudian akan turun sebagai hujan batu dan kembali ke laut magma.
&quot;Semua planet berbatu, termasuk Bumi, dimulai sebagai dunia cair tetapi kemudian mendingin dan keras dengan cepat. Planet Lava memberikan kita gambaran langka pada tahap evolusi planet ini,&quot; kata Profesor Cowan dari Departemen Ilmu Bumi dan Planet.
Baca juga:   Peneliti Temukan Asam Amino Glisin di Atmosfer Venus&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNC8xMi85LzExOTI0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
