<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Aman Matikan Mesin Mobil Saat AC Menyala?</title><description>Sebelum mematikan mesin mobil, biasanya AC akan dimatikan terlebih dahulu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/29/52/2285340/apa-aman-matikan-mesin-mobil-saat-ac-menyala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/29/52/2285340/apa-aman-matikan-mesin-mobil-saat-ac-menyala"/><item><title>Apa Aman Matikan Mesin Mobil Saat AC Menyala?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/29/52/2285340/apa-aman-matikan-mesin-mobil-saat-ac-menyala</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/29/52/2285340/apa-aman-matikan-mesin-mobil-saat-ac-menyala</guid><pubDate>Selasa 29 September 2020 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/29/52/2285340/apa-aman-matikan-mesin-mobil-saat-ac-menyala-lxNRcXplq6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/29/52/2285340/apa-aman-matikan-mesin-mobil-saat-ac-menyala-lxNRcXplq6.jpg</image><title>(Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sebelum mematikan mesin mobil, biasanya AC akan dimatikan terlebih dahulu. Tetapi, terkadang pengemudi mematikan mesin mobil tanpa mematikan AC terlebih dahulu.
Misalnya, saat mengisi bensin atau terburu-buru saat parkir. Kebiasaan ini terdengar lumrah, tapi apa dampaknya pada mesin atau komponen mobil lain? Apakah bisa menimbulkan kerusakan?
&quot;Tidak berpengaruh (ke mesin). Karena ECU mobil-mobil terbaru sanggup mematikan kompresor secara otomatis sebelum mesin mobil dinyalakan,&quot; ujar Pemilik bengkel mobil Mutiara Motor Sukma Wijaya dilansir dari iNews.id, Senin (28/9/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Produsen Mobil Listrik China Bangun Pabrik Baru Senilai Rp8,7 Triliun
Baca juga:&amp;nbsp;Biaya Perawatan dan Perbaikan Mobil Listrik Lebih Hemat 50%
Sukma menjelaskan, sejak pendingin udara pada mobil ditemukan sekitar tahun 70-an, hingga saat ini tidak banyak komponen yang mengalami perubahan, seperti kompressor, kondesor, receiver, drier, dan evaporator.
&quot;Yang membedakan pada AC di mobil-mobil zaman sekarang adalah adanya sistem ECU. Teknologi ini memastikan bahan bakar dan baterai dapat digunakan secara efektif untuk menghidupkan mesin,&quot; kata Sukma.
&quot;Tak hanya itu, ECU juga secara otomatis akan memutuskan koneksi ke semua perangkat listrik jika kondisi mobil dalam keadaan mati,&quot; ujarnya.
Namun, dampak buruk mematikan mesin mobil dalam kondisi AC masih hidup tidak berlaku pada mobil-mobil lawas. Terlebih yang belum dilengkapi dengan sistem ECU.
&quot;Pada mobil lama, bila AC masih hidup saat mesin dimatikan, khawatir memberatkan kerja mesin. Tujuan mematikan AC saat hendak menyalakan mesin agar kompresor AC tidak membebani motor starter dan baterai,&quot; ujar Sukma.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebelum mematikan mesin mobil, biasanya AC akan dimatikan terlebih dahulu. Tetapi, terkadang pengemudi mematikan mesin mobil tanpa mematikan AC terlebih dahulu.
Misalnya, saat mengisi bensin atau terburu-buru saat parkir. Kebiasaan ini terdengar lumrah, tapi apa dampaknya pada mesin atau komponen mobil lain? Apakah bisa menimbulkan kerusakan?
&quot;Tidak berpengaruh (ke mesin). Karena ECU mobil-mobil terbaru sanggup mematikan kompresor secara otomatis sebelum mesin mobil dinyalakan,&quot; ujar Pemilik bengkel mobil Mutiara Motor Sukma Wijaya dilansir dari iNews.id, Senin (28/9/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Produsen Mobil Listrik China Bangun Pabrik Baru Senilai Rp8,7 Triliun
Baca juga:&amp;nbsp;Biaya Perawatan dan Perbaikan Mobil Listrik Lebih Hemat 50%
Sukma menjelaskan, sejak pendingin udara pada mobil ditemukan sekitar tahun 70-an, hingga saat ini tidak banyak komponen yang mengalami perubahan, seperti kompressor, kondesor, receiver, drier, dan evaporator.
&quot;Yang membedakan pada AC di mobil-mobil zaman sekarang adalah adanya sistem ECU. Teknologi ini memastikan bahan bakar dan baterai dapat digunakan secara efektif untuk menghidupkan mesin,&quot; kata Sukma.
&quot;Tak hanya itu, ECU juga secara otomatis akan memutuskan koneksi ke semua perangkat listrik jika kondisi mobil dalam keadaan mati,&quot; ujarnya.
Namun, dampak buruk mematikan mesin mobil dalam kondisi AC masih hidup tidak berlaku pada mobil-mobil lawas. Terlebih yang belum dilengkapi dengan sistem ECU.
&quot;Pada mobil lama, bila AC masih hidup saat mesin dimatikan, khawatir memberatkan kerja mesin. Tujuan mematikan AC saat hendak menyalakan mesin agar kompresor AC tidak membebani motor starter dan baterai,&quot; ujar Sukma.</content:encoded></item></channel></rss>
