<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vitamin D Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19? Ini Hasil Studi Terbaru </title><description>Vitamin D Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19? Ini Hasil Studi Terbaru.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/10/16/2275850/vitamin-d-bantu-kesembuhan-pasien-covid-19-ini-hasil-studi-terbaru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/10/16/2275850/vitamin-d-bantu-kesembuhan-pasien-covid-19-ini-hasil-studi-terbaru"/><item><title>Vitamin D Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19? Ini Hasil Studi Terbaru </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/10/16/2275850/vitamin-d-bantu-kesembuhan-pasien-covid-19-ini-hasil-studi-terbaru</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/10/16/2275850/vitamin-d-bantu-kesembuhan-pasien-covid-19-ini-hasil-studi-terbaru</guid><pubDate>Kamis 10 September 2020 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Santi Sierra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/10/16/2275850/vitamin-d-bantu-kesembuhan-pasien-covid-19-ini-hasil-studi-terbaru-ig0pi3jEiU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kapsul vitamin (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/10/16/2275850/vitamin-d-bantu-kesembuhan-pasien-covid-19-ini-hasil-studi-terbaru-ig0pi3jEiU.jpg</image><title>Ilustrasi kapsul vitamin (Foto: Freepik)</title></images><description>Para pakar kesehatan menyarankan agar di tengah pandemi Covid-19 ini, kita rutin mengasup vitamin D. Adakah penjelasan ilmiahnya?

Sebuah studi baru mengungkap bahwa tingkat rata-rata konsumsi vitamin D yang rendah memengaruhi peningkatan kematian Covid-19. Hal tersebut berdasarkan data dari 20 negara di Eropa.

Dilansir dari laman Tech Explorist, vitamin D berfungsi mengatur respon sel darah putih, mencegahnya melepaskan sejumlah besar sitokin inflamasi. Virus Covid-19 diketahui menyebabkan kelebihan sitokin proinflamasi.

Italia dan Spanyol menjadi dua negara di Eropa yang telah melaporkan kasus Covid-19 cukup tinggi. Sebuah penelitian melaporkan, pasien di kedua negara memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah daripada negara-negara Eropa Utara.
&amp;nbsp;
Baca juga: Kena Covid-19, Ini 3 Buah dan Makanan yang Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Tingkat rata-rata tertinggi vitamin D ditemukan di Eropa Utara, karena konsumsi minyak ikan cod, suplemen vitamin D, dan sinar matahari. Negara-negara Skandinavia adalah wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 terendah di Eropa.

&amp;ldquo;Kami menemukan hubungan yang signifikan antara rata-rata kadar vitamin D dan jumlah kasus Covid-19, dan khususnya tingkat kematian Covid-19, per kepala populasi di 20 negara Eropa,&quot; kata pengamat Aktivitas Fisik dan Kesehatan Masyarakat di Universitas Anglia Ruskin, Lee Smith.

Smith menambahkan bahwa vitamin D telah terbukti melindungi infeksi pernapasan akut. &quot;Vitamin D juga ampuh melindungi para lansia (lanjut usia) yaitu kelompok yang paling kekurangan vitamin D, juga yang paling parah terkena dampak Covid-19,&quot; tambah Smith.

Ia melanjutkan sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa 75% lansia di rumah sakit dan rumah perawatan, sangat kekurangan vitamin D.

&quot;Kami menyarankan untuk melakukan penelitian khusus melihat tingkat vitamin D pada pasien Covid-19 dengan tingkat keparahan penyakit yang berbeda-beda,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>Para pakar kesehatan menyarankan agar di tengah pandemi Covid-19 ini, kita rutin mengasup vitamin D. Adakah penjelasan ilmiahnya?

Sebuah studi baru mengungkap bahwa tingkat rata-rata konsumsi vitamin D yang rendah memengaruhi peningkatan kematian Covid-19. Hal tersebut berdasarkan data dari 20 negara di Eropa.

Dilansir dari laman Tech Explorist, vitamin D berfungsi mengatur respon sel darah putih, mencegahnya melepaskan sejumlah besar sitokin inflamasi. Virus Covid-19 diketahui menyebabkan kelebihan sitokin proinflamasi.

Italia dan Spanyol menjadi dua negara di Eropa yang telah melaporkan kasus Covid-19 cukup tinggi. Sebuah penelitian melaporkan, pasien di kedua negara memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah daripada negara-negara Eropa Utara.
&amp;nbsp;
Baca juga: Kena Covid-19, Ini 3 Buah dan Makanan yang Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Tingkat rata-rata tertinggi vitamin D ditemukan di Eropa Utara, karena konsumsi minyak ikan cod, suplemen vitamin D, dan sinar matahari. Negara-negara Skandinavia adalah wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 terendah di Eropa.

&amp;ldquo;Kami menemukan hubungan yang signifikan antara rata-rata kadar vitamin D dan jumlah kasus Covid-19, dan khususnya tingkat kematian Covid-19, per kepala populasi di 20 negara Eropa,&quot; kata pengamat Aktivitas Fisik dan Kesehatan Masyarakat di Universitas Anglia Ruskin, Lee Smith.

Smith menambahkan bahwa vitamin D telah terbukti melindungi infeksi pernapasan akut. &quot;Vitamin D juga ampuh melindungi para lansia (lanjut usia) yaitu kelompok yang paling kekurangan vitamin D, juga yang paling parah terkena dampak Covid-19,&quot; tambah Smith.

Ia melanjutkan sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa 75% lansia di rumah sakit dan rumah perawatan, sangat kekurangan vitamin D.

&quot;Kami menyarankan untuk melakukan penelitian khusus melihat tingkat vitamin D pada pasien Covid-19 dengan tingkat keparahan penyakit yang berbeda-beda,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
