<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Amati 288.000 Lebih Bintang untuk Cari Kehidupan di Planet Lain</title><description>Peneliti mengamati lebih dari 288.000 bintang untuk mencari kebenaran tentang kehidupan di planet lain selain Bumi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/07/16/2273614/peneliti-amati-288-000-lebih-bintang-untuk-cari-kehidupan-di-planet-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/07/16/2273614/peneliti-amati-288-000-lebih-bintang-untuk-cari-kehidupan-di-planet-lain"/><item><title>Peneliti Amati 288.000 Lebih Bintang untuk Cari Kehidupan di Planet Lain</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/07/16/2273614/peneliti-amati-288-000-lebih-bintang-untuk-cari-kehidupan-di-planet-lain</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/09/07/16/2273614/peneliti-amati-288-000-lebih-bintang-untuk-cari-kehidupan-di-planet-lain</guid><pubDate>Senin 07 September 2020 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tasya Chrismonita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/07/16/2273614/peneliti-amati-288-000-lebih-bintang-untuk-cari-kehidupan-di-planet-lain-VLaxBTsY6B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi bintang. (Foto: Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/07/16/2273614/peneliti-amati-288-000-lebih-bintang-untuk-cari-kehidupan-di-planet-lain-VLaxBTsY6B.jpg</image><title>Ilustrasi bintang. (Foto: Unsplash)</title></images><description>PENELITI memperluas pengamatan bintang dari katalog pencarian kecerdasan luar angkasa (SETI). Pengamatan asli dilakukan dengan Green Bank Telescope (GBT) di West Virginia dan CSIRO Parkes Radio Telescope di Australia.
Mengutip dari IFL Science, Senin (7/9/2020), para peneliti dari University of Manchester menemukan bahwa dengan menggabungkan data tersebut melalui pengamatan dari observatorium Gaia, bisa meningkatkan jumlah bintang di katalog hampir 220 kali lipat, dari 1.327 bintang yang dianalisis menjadi lebih dari 288.000.
Baca juga:   NASA Uji Robot Optimism Sebelum Perseverance Tiba di Mars&amp;nbsp;
 
Gaia mengukur jarak hingga hampir 1 miliar bintang, sehingga para peneliti mencocokkan lokasi tersebut dengan wilayah yang diselidiki oleh teleskop radio. Katalog baru telah memperluas jumlah bintang yang dianalisis menjadi total 288.315 bintang dengan jarak hingga 33.000 tahun cahaya.
Temuan mereka dirinci dalam pracetak yang tersedia di ArXiv, diterima untuk publikasi di Pemberitahuan Bulanan dari Royal Astronomical Society. Peneliti Bart Wlodarczyk-Sroka mengatakan hasil ini dapat membantu memberikan batasan yang berarti pada relevansi pemancar yang sebanding dengan apa yang telah dibangun menggunakan teknologi abad ke-21.
Terlepas dari adanya batasan yang ketat, peneliti berasumsi mungkin ada peradaban alien cerdas di alam semesta terdekat. Selain itu, peneliti juga akhirnya menemukan bahwa kurang dari 1.600 bintang yang lebih dekat dari sekira 330 tahun cahaya pemancar induk hanya beberapa kali lebih kuat dari radar terkuat yang dimiliki di Bumi.
Baca juga:   Satu Tahun Beroperasi, Twitch Sings Akan Ditutup&amp;nbsp;Dari memperluas pengamatan tersebut juga peneliti mencakup hampir 220 kali lebih banyak bintang. Menjadi alasan peneliti membutuhkan investigasi waktu teleskop yang signifikan, belum lagi sumber daya komputasi untuk melakukan analisis.
Analisis Bart telah mengekstrak informasi tambahan dari kumpulan data yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari jawaban apakah terdapat kehidupan lain seperti alien di luar planet Bumi.
Baca juga:   Studi Ungkap Gamer Xbox Lebih Toxic Dibanding Gamer PlayStation&amp;nbsp;
</description><content:encoded>PENELITI memperluas pengamatan bintang dari katalog pencarian kecerdasan luar angkasa (SETI). Pengamatan asli dilakukan dengan Green Bank Telescope (GBT) di West Virginia dan CSIRO Parkes Radio Telescope di Australia.
Mengutip dari IFL Science, Senin (7/9/2020), para peneliti dari University of Manchester menemukan bahwa dengan menggabungkan data tersebut melalui pengamatan dari observatorium Gaia, bisa meningkatkan jumlah bintang di katalog hampir 220 kali lipat, dari 1.327 bintang yang dianalisis menjadi lebih dari 288.000.
Baca juga:   NASA Uji Robot Optimism Sebelum Perseverance Tiba di Mars&amp;nbsp;
 
Gaia mengukur jarak hingga hampir 1 miliar bintang, sehingga para peneliti mencocokkan lokasi tersebut dengan wilayah yang diselidiki oleh teleskop radio. Katalog baru telah memperluas jumlah bintang yang dianalisis menjadi total 288.315 bintang dengan jarak hingga 33.000 tahun cahaya.
Temuan mereka dirinci dalam pracetak yang tersedia di ArXiv, diterima untuk publikasi di Pemberitahuan Bulanan dari Royal Astronomical Society. Peneliti Bart Wlodarczyk-Sroka mengatakan hasil ini dapat membantu memberikan batasan yang berarti pada relevansi pemancar yang sebanding dengan apa yang telah dibangun menggunakan teknologi abad ke-21.
Terlepas dari adanya batasan yang ketat, peneliti berasumsi mungkin ada peradaban alien cerdas di alam semesta terdekat. Selain itu, peneliti juga akhirnya menemukan bahwa kurang dari 1.600 bintang yang lebih dekat dari sekira 330 tahun cahaya pemancar induk hanya beberapa kali lebih kuat dari radar terkuat yang dimiliki di Bumi.
Baca juga:   Satu Tahun Beroperasi, Twitch Sings Akan Ditutup&amp;nbsp;Dari memperluas pengamatan tersebut juga peneliti mencakup hampir 220 kali lebih banyak bintang. Menjadi alasan peneliti membutuhkan investigasi waktu teleskop yang signifikan, belum lagi sumber daya komputasi untuk melakukan analisis.
Analisis Bart telah mengekstrak informasi tambahan dari kumpulan data yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari jawaban apakah terdapat kehidupan lain seperti alien di luar planet Bumi.
Baca juga:   Studi Ungkap Gamer Xbox Lebih Toxic Dibanding Gamer PlayStation&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
