<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mungkinkah Nomor WhatsApp Dibajak Peretas?</title><description>Data pribadi harus dijaga dengan baik oleh pengguna.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/07/29/16/2254091/mungkinkah-nomor-whatsapp-dibajak-peretas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/07/29/16/2254091/mungkinkah-nomor-whatsapp-dibajak-peretas"/><item><title>Mungkinkah Nomor WhatsApp Dibajak Peretas?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/07/29/16/2254091/mungkinkah-nomor-whatsapp-dibajak-peretas</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/07/29/16/2254091/mungkinkah-nomor-whatsapp-dibajak-peretas</guid><pubDate>Rabu 29 Juli 2020 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/29/16/2254091/mungkinkah-nomor-whatsapp-dibajak-peretas-Frl6FsVNuh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/29/16/2254091/mungkinkah-nomor-whatsapp-dibajak-peretas-Frl6FsVNuh.jpg</image><title>(Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Data pribadi harus dijaga dengan baik oleh pengguna. Bila data pribadi bocor, maka ada kemungkinan pihak asing melakukan peretasan atau membajak akun pengguna.

Salah satu informasi penting ialah password. Sebaiknya Anda tidak memberitahukan password kepada orang lain, khususnya orang yang tidak Anda kenal. Hal ini untuk mengamankan akun Anda agar tidak diakes oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Terkait WhatsApp, mungkinkan aplikasi ini dibajak oleh hacker atau peretas? Pengamat keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan, nomer WhatsApp bisa saja dibajak, namun itu bisa terjadi hanya jika pemilik nomor memberikan 6 angka SMS konfirmasi ke peretas.

&quot;Tanpa 6 nomor itu mustahil nomor WhatsApp bisa dibajak,&quot; ujarnya kepada SINDOnews melalui pesan singkat, Rabu (29/7/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer
Lebih lanjut mengenai mekanismenya, Alfons menjelaskan, peretas tinggal menginstal aplikasi WhatsApp dan ketika diminta memasukkan nomor WhatsApp, peretas akan memasukan nomor WhatsApp yang ingin dibajak.

Kemudian, otomatis sistem WhatsApp akan mengirimkan SMS ke nomor yang bersangkutan 6 angka konfirmasi.

Jika pemilik nomor memberikan angka konfirmasi itu, maka nomor WhatsApp-nya akan berpindah.

Menurutnya, pembajakan nomor WhatsApp ini tidak ada hubungannya dengan kebocoran data operator, jika semua sistem berjalan sempurna.

Alfons mengimbau kepada para pengguna WhatsApp untuk jangan pernah memberikan 6 angka otorisasi yang dikirimkan melalui SMS.

Selain itu, jangan sembarangan menginstall aplikasi di luar Play Store.</description><content:encoded>JAKARTA - Data pribadi harus dijaga dengan baik oleh pengguna. Bila data pribadi bocor, maka ada kemungkinan pihak asing melakukan peretasan atau membajak akun pengguna.

Salah satu informasi penting ialah password. Sebaiknya Anda tidak memberitahukan password kepada orang lain, khususnya orang yang tidak Anda kenal. Hal ini untuk mengamankan akun Anda agar tidak diakes oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Terkait WhatsApp, mungkinkan aplikasi ini dibajak oleh hacker atau peretas? Pengamat keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan, nomer WhatsApp bisa saja dibajak, namun itu bisa terjadi hanya jika pemilik nomor memberikan 6 angka SMS konfirmasi ke peretas.

&quot;Tanpa 6 nomor itu mustahil nomor WhatsApp bisa dibajak,&quot; ujarnya kepada SINDOnews melalui pesan singkat, Rabu (29/7/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer
Lebih lanjut mengenai mekanismenya, Alfons menjelaskan, peretas tinggal menginstal aplikasi WhatsApp dan ketika diminta memasukkan nomor WhatsApp, peretas akan memasukan nomor WhatsApp yang ingin dibajak.

Kemudian, otomatis sistem WhatsApp akan mengirimkan SMS ke nomor yang bersangkutan 6 angka konfirmasi.

Jika pemilik nomor memberikan angka konfirmasi itu, maka nomor WhatsApp-nya akan berpindah.

Menurutnya, pembajakan nomor WhatsApp ini tidak ada hubungannya dengan kebocoran data operator, jika semua sistem berjalan sempurna.

Alfons mengimbau kepada para pengguna WhatsApp untuk jangan pernah memberikan 6 angka otorisasi yang dikirimkan melalui SMS.

Selain itu, jangan sembarangan menginstall aplikasi di luar Play Store.</content:encoded></item></channel></rss>
