<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astronom Temukan Exoplanet Seukuran Neptunus</title><description>Astronom menemukan planet luar surya atau biasa disebut exoplanet seukuran Neptunus.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/07/02/16/2239903/astronom-temukan-exoplanet-seukuran-neptunus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/07/02/16/2239903/astronom-temukan-exoplanet-seukuran-neptunus"/><item><title>Astronom Temukan Exoplanet Seukuran Neptunus</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/07/02/16/2239903/astronom-temukan-exoplanet-seukuran-neptunus</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/07/02/16/2239903/astronom-temukan-exoplanet-seukuran-neptunus</guid><pubDate>Kamis 02 Juli 2020 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tasya Chrismonita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/02/16/2239903/astronom-temukan-exoplanet-seukuran-neptunus-ksp4VrUees.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/02/16/2239903/astronom-temukan-exoplanet-seukuran-neptunus-ksp4VrUees.jpg</image><title>(Foto: NASA)</title></images><description>JAKARTA - Astronom menemukan planet luar surya atau biasa disebut exoplanet seukuran Neptunus di sekitar bintang muda AU Microscopii. Penemuan tersebut hasil karya Jonathan Gagn&amp;eacute;, mantan peneliti postdoctoral iREx Banting yang saat ini menjadi penasehat ilmiah di Planetarium Rio Tinto Alcan, seperti dikutip Scitechdaily.

&quot;AU Mic adalah bintang kecil, hanya sekitar 50 persen dari massa Matahari,&quot; kata Gagn&amp;eacute;.

Bintang-bintang ini umumnya memiliki medan magnet yang sangat kuat, sehingga membuatnya aktif. Hal ini menjelaskan sebagian mengapa butuh hampir 15 tahun untuk mendeteksi keberadaan exoplanet, yang disebut AU Mic b.

Jonathan Gagn&amp;eacute; telah mencari exoplanet di sekitar Au Mic sejak tahun 2010 bersama tim yang dipimpin oleh Peter Plavchan, Ia mulai mengamati AU Mic dari darat menggunakan Fasilitas Teleskop Inframerah (NASA&amp;nbsp;IRTF).

Spektrograf sensitif seperti yang ada di IRTF dapat mendeteksi kecepaan radial bintang, gerakannya ke sana kemari di sepanjang garis pandang.

Sayangnya, keakuratan data yang diperoleh di darat tidak cukup untuk mengonfirmasi bahwa sinyal itu disebabkan oleh exoplanet. Sehingga penggunaan teleskop luar angkasa dibutuhkan, dengan metode transit, teknik deteksi yang berbeda, tim akhirnya dapat mengonfirmasi keberadaan AU Mic b.

Para astronom mengamati dua transit AU Mic b selama misi pertama Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), pada musim panas tahun 2018. Mereka kemudian mengamati dua kali dengan Spitzer Space Telescope NASA pada 2019.

Karena jumlah cahaya yang diblokir tergantung pada ukuran exoplanet dan jarak dari bintangnya, para ilmuwan menentukan bahwa ukuran AU Mic b adalah sama seperti Neptunus.

AU Mic b melewati di depan bintangnya setiap 8,5 hari.
</description><content:encoded>JAKARTA - Astronom menemukan planet luar surya atau biasa disebut exoplanet seukuran Neptunus di sekitar bintang muda AU Microscopii. Penemuan tersebut hasil karya Jonathan Gagn&amp;eacute;, mantan peneliti postdoctoral iREx Banting yang saat ini menjadi penasehat ilmiah di Planetarium Rio Tinto Alcan, seperti dikutip Scitechdaily.

&quot;AU Mic adalah bintang kecil, hanya sekitar 50 persen dari massa Matahari,&quot; kata Gagn&amp;eacute;.

Bintang-bintang ini umumnya memiliki medan magnet yang sangat kuat, sehingga membuatnya aktif. Hal ini menjelaskan sebagian mengapa butuh hampir 15 tahun untuk mendeteksi keberadaan exoplanet, yang disebut AU Mic b.

Jonathan Gagn&amp;eacute; telah mencari exoplanet di sekitar Au Mic sejak tahun 2010 bersama tim yang dipimpin oleh Peter Plavchan, Ia mulai mengamati AU Mic dari darat menggunakan Fasilitas Teleskop Inframerah (NASA&amp;nbsp;IRTF).

Spektrograf sensitif seperti yang ada di IRTF dapat mendeteksi kecepaan radial bintang, gerakannya ke sana kemari di sepanjang garis pandang.

Sayangnya, keakuratan data yang diperoleh di darat tidak cukup untuk mengonfirmasi bahwa sinyal itu disebabkan oleh exoplanet. Sehingga penggunaan teleskop luar angkasa dibutuhkan, dengan metode transit, teknik deteksi yang berbeda, tim akhirnya dapat mengonfirmasi keberadaan AU Mic b.

Para astronom mengamati dua transit AU Mic b selama misi pertama Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), pada musim panas tahun 2018. Mereka kemudian mengamati dua kali dengan Spitzer Space Telescope NASA pada 2019.

Karena jumlah cahaya yang diblokir tergantung pada ukuran exoplanet dan jarak dari bintangnya, para ilmuwan menentukan bahwa ukuran AU Mic b adalah sama seperti Neptunus.

AU Mic b melewati di depan bintangnya setiap 8,5 hari.
</content:encoded></item></channel></rss>
