<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menristek Ungkap Dua Terapi untuk Tangani Pasien Covid-19</title><description>Metode terapi merupakan pengobatan sementara hingga vaksin yang dikembangkan lolos uji klinis.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/06/12/56/2228730/menristek-ungkap-dua-terapi-untuk-tangani-pasien-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/06/12/56/2228730/menristek-ungkap-dua-terapi-untuk-tangani-pasien-covid-19"/><item><title>Menristek Ungkap Dua Terapi untuk Tangani Pasien Covid-19</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/06/12/56/2228730/menristek-ungkap-dua-terapi-untuk-tangani-pasien-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/06/12/56/2228730/menristek-ungkap-dua-terapi-untuk-tangani-pasien-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 12 Juni 2020 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/12/56/2228730/menristek-ungkap-dua-terapi-untuk-tangani-pasien-covid-19-HbCoFTupZv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/12/56/2228730/menristek-ungkap-dua-terapi-untuk-tangani-pasien-covid-19-HbCoFTupZv.jpg</image><title>Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) tengah mengembangkan metode terapi untuk mengobati pasein yang terinfeksi Covid-19. Metode terapi merupakan pengobatan sementara hingga vaksin yang dikembangkan lolos uji klinis.

&quot;Sampai ditemukan vaksin, kita kembangkan terapi. Ada 2 terapi yang sedang dicoba ke pasien langsung, terutama pasien kritis,&quot; kata Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro kepada wartawan.

Bambang menuturkan terapi yang dimaksud adalah terapi Plasma Konvalesen. Terapi ini menggunakan plasma darah pasien yang sembuh dari Covid-19, disuntikan kepada pasien yang kritis.

&quot;Jadi plasma yang diambil dari darah orang yang survive Covid kemudian diinjeksikan kepada pasien kritis, nah terapi ini di RSAD mayoritas dapatkan ini bisa sembuh,&quot; ungkapnya.

Bambang mengungkap pasien covid yang meninggal dunia dikarenakan memiliki penyakit bawaan yang berbahaya, seperti darah tinggi, ginjal dan tidak memiliki daya tahan tubuh.

&quot;Namun dengan adanya terapi ini mayoritas bisa sembuh,&quot; ucapnya.

Selanjutnya, terapi yang dikembangkannya adalah terapi model stem cell. Terapi ini juga dianggap cukup ampuh.

&quot;Terapi ini untuk perbaiki paru-paru yang diserang, kemarin ada 2 kasus kritis parunya sudah putih dua-dunya, pake ini bisa sembuh sekarang kembali normal,&quot; tuturnya.

Melihat adanya perkembangan yang baik, pihaknya mendorong untuk mengobati sementara para pasien terinfeksi covid.

&quot;Jadi kami dorong dua terapi sampai akhirnya temukan obat dan vaksin dan ini mengurangi jumlah kematian,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMC81LzEyMTQxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) tengah mengembangkan metode terapi untuk mengobati pasein yang terinfeksi Covid-19. Metode terapi merupakan pengobatan sementara hingga vaksin yang dikembangkan lolos uji klinis.

&quot;Sampai ditemukan vaksin, kita kembangkan terapi. Ada 2 terapi yang sedang dicoba ke pasien langsung, terutama pasien kritis,&quot; kata Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro kepada wartawan.

Bambang menuturkan terapi yang dimaksud adalah terapi Plasma Konvalesen. Terapi ini menggunakan plasma darah pasien yang sembuh dari Covid-19, disuntikan kepada pasien yang kritis.

&quot;Jadi plasma yang diambil dari darah orang yang survive Covid kemudian diinjeksikan kepada pasien kritis, nah terapi ini di RSAD mayoritas dapatkan ini bisa sembuh,&quot; ungkapnya.

Bambang mengungkap pasien covid yang meninggal dunia dikarenakan memiliki penyakit bawaan yang berbahaya, seperti darah tinggi, ginjal dan tidak memiliki daya tahan tubuh.

&quot;Namun dengan adanya terapi ini mayoritas bisa sembuh,&quot; ucapnya.

Selanjutnya, terapi yang dikembangkannya adalah terapi model stem cell. Terapi ini juga dianggap cukup ampuh.

&quot;Terapi ini untuk perbaiki paru-paru yang diserang, kemarin ada 2 kasus kritis parunya sudah putih dua-dunya, pake ini bisa sembuh sekarang kembali normal,&quot; tuturnya.

Melihat adanya perkembangan yang baik, pihaknya mendorong untuk mengobati sementara para pasien terinfeksi covid.

&quot;Jadi kami dorong dua terapi sampai akhirnya temukan obat dan vaksin dan ini mengurangi jumlah kematian,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMC81LzEyMTQxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
